Artis senior Jaja Mihardja mengaku telah memiliki pilihan politik terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) pada Pemilu 2024 mendatang.
Secara lugas, pria yang memiliki jargon khas "apaan tuh" tersebut menyatakan akan mendukung Partai Gerindra dan Prabowo Subianto maju sebagai capres di Pilpres 2024.
"Saya (pilih) Gerindra, Prabowo. Saya sudah kenal dia udah 25 tahun, sebelum dia punya partai," katanya saat ditemui di rumahnya, Sabtu (18/2/2023).
Jaja Miharja juga membeberkan bahwa anggota keluarganya memberikan dukungan untuk dua partai, yakni Partai Gerindra dan Partai Gelora.
"Di sini ada dua partai, satu Gelora, satu Gerindra, gak pernah ribut, tinggal nanti aja lihat siapa yang menang," ujarnya.
Prabowo Subianto sendiri telah menyatakan kesediaan maju kembali dalam bursa capres pada Pilpres 2024 mendatang.
"Dengan ini saya menyatakan, bahwa dengan penuh rasa tanggung jawab, saya menerima permohonan saudara untuk bersedia dicalonkan sebagai calon Presiden Republik Indonesia," kata Prabowo yang juga menjabat Menteri Pertahanan (Menhan) dalam Rapimnas Partai Gerindra, Jumat (12/8/2023) malam.
Dalam Pilpres nanti, Gerindra telah resmi menandatangani piagam deklarasi koalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
Penandatanganan itu dilakukan dalam acara rapat pimpinan nasional Partai Gerindra di SICC, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/8/2022).
Baca Juga: Di Harlah PPP, Jokowi Sebut Ada Capres-Cawapres yang Enggak Hadir, Siapa?
Piagam deklarasi terdiri dari poin-poin yang telah di sepakati dan berikut isi selengkapnya.
1. Kami Partai Gerindra dan PKB sepakat bekerja sama dalam pemilu serentak 2024.
2. Capres dan cawapres oleh kerja sama PKB dan Gerindra akan ditentukan secara bersama-sama oleh Ketua Dewan Pembina dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Muhaimin Iskandar.
3. Kerja sama Partai Gerindra dan PKB didasarkan pada visi bersama agar terjadi percepatan di negara Indonesia secara berdaulat dan turut menciptakan perdamaian dunia.
4. Kerja sama partai Gerindra dan PKB dilatarbelakangi keinginan untuk menyatukan dua kekuatan besar Indonesia yakni nasionalis dan religius untuk menghindari polarisasi masyarakat pada Pemilu 2024 dan dapat mewujudkan koalisi dengan partai politik lain atas sepersetujuan kedua belah pihak.
5. Calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung oleh kerja sama partai politik partai Gerindra dan PKB akan ditentukan secara bersama-sama oleh ketua dewan pembina/ketua umum partai Gerindra H Prabowo subianto dan Ketum PKB H Abdul Muhaimin Iskandar.