Publik baru-baru ini dihebohkan dengan pengakuan mengejutkan dari seorang wanita bernama Alya Theresia Syarifuddin.
Sosok Alya Theresia Syarifuddin itu mengaku sebagai anak dari pendakwah wanita kondang yakni Mamah Dedeh.
Hal ini lantaran Alya mengaku jika dirinya merupakan anak dari penceramah kondang dan kini viral di media sosial.
Keviralannya itu pun berkaitan dengan agama yang dipeluknya, yaitu Kristiani hingga dirinya mengaku diusir oleh keluarganya, termasuk Mamah Dedeh karena pindah keyakinan.
Mengutip dari unggahan TikTok @abahtukanggosip beberapa waktu lalu, Alya mengaku jika dirinya awalnya tertarik mempelajari agama Kristen setelah Alkitab milik temannya tertinggal di rumahnya.
Untuk diketahui, Dedeh Rosidah alias Mamah Dedeh mulai terkenal sejak berdakwah lewat radio. Namanya makin melambung saat ia intensif ceramah di media televisi.
Perjalanan dakwahnya di media hampir 22 tahun. Padahal jauh sebelum itu, ia juga sudah berceramah keliling kampung.
Tak hanya itu, perempuan kelahiran Ciamis, 5 Agustus 1951 ini mengenal dakwah sejak kecil. Ia adalan anak seorang kiai bernama Sujai dan menikah dengan Syarifuddin yang juga anak kiai asal Betawi KH. Hasan Basri.
Namun tak banyak yang tahu ternyata Mamah Dedeh memiliki salah satu anak perempuan di Kota Malang, Jawa Timur yang kini berpindah agama dari Islam ke Kristen.
Wanita bernama Alya Theresia Syarifuddin (43 tahun) yang tinggal di Sawojajar, Kota Malang, Jawa Timur itu mengaku merupakan anak kandung Mamah Dedeh.
Tersimpan cerita sedih saat Alya berusaha mendapat pengakuan dari Mamah Dedeh. Alya menceritakan dirinya adalah anak Mamah Dedeh. Lebih lanjutnya, ia mengaku sudah 18 tahun menjadi seorang Kristiani.
"Saya lahir dari keluarga campuran. Bapak orang Betawi bernama Syarifuddin dan Ibu saya Dedeh Rosidah alias Mamah Dedeh orang Sunda. Bapak saya seorang kiai. Ibu saya pendakwah. Sejak kecil, saya beserta saudara-saudara di arahkan menjadi seorang yang taat beragama (Islam)," kata Alya, Selasa (6/12/2022).
"Sekarang saya sudah menerima Yesus dalam kehidupan saya. Puji Tuhan tidak tidak akan berubah sampai kapanpun juga," tegasnya.
Alya mengisahkan awalnya ia bukan pemeluk agama Kristen. Cucu seorang kiai yang mengaku rajin salat ini hanya mendadak iseng membaca Alkitab.
"Saya penasaran orangnya dan saya buka itu Alkitab. Ada tulisan, 'Kami patut percaya bahwa Yesus benar-benar ada'," ucapnya menambahkan.
Saat saya masih umur 24 tahun, saya mencoba pengaruhi pacar agar masuk agama yang saya anut.
Namun saat berusaha mempengaruhinya, justru akhirnya saya yang terbawa arus dan mengikuti Yesus Kristus. Tuhan Yesus telah menangkap saya.