Baru-baru ini beredar kabar yang mengklaim Krisdayanti dan puluhan kader PDIP menolak Ganjar Pranowo nyapres atau mencalonkan diri sebagai Calon Presiden (Capres).
Klaim tersebut bahkan menyebut Krisdayanti dan puluhan kader PDIP mendeklarasikan Anies Baswedan. Kabar tersebut beredar melalui video yang tersebar di Fecabook.
"BERITA POLITIK TOLAK GANJAR NYAPRES !! KRISDAYANTI & PULUHAN KADER PDIP DEKLARASIKAN ANIES," tulis narasi unggahan sebuah akun Facebook.
Penjelasan Cek Fakta
Video berisi klaim tolak Ganjar Pranowo nyapres, Krisdayanti dan puluhan kader PDIP deklarasikan Anies Baswedan pada Pilpres 2024 mendatang.
Namun, setelah dilakukan penelusuran tidak ditemukan sumber berita yang valid yang menginformasikan deklarasi dukungan terhadap Anies Baswedan dari puluhan kader PDIP termasuk Krisdayanti.
Narator dalam video tersebut juga hanya membacakan artikel dari AyoJakarta.com terkait elektabilitas Anies Baswedan dalam pemilihan presiden 2024 lebih unggul dari Prabowo dan Ganjar berdasarkan survey di DKI Jakarta.
Cuplikan pertama dalam video tersebut menunjukkan seorang wanita yang sedang berorasi yakni, Monica Meiva Rorong.
Video tersebut diambil saat kampanye politik PDIP di Sulawesi Utara pada 2019, dalam kampanye tersebut Monica meminta suara masyarakat untuk memilih Jokowi-Ma’ruf dalam pilpres 2019 dan dipastikan tidak berkaitan dengan pilpres 2024.
Kemudian cuplikan video wawancara dengan Krisdayanti diambil pada saat pelantikan anggota DPR-RI periode 2019-2024.
Dalam wawancara di gedung DPR-RI tersebut membahas mengenai apa yang akan dilakukannya dalam 100 hari sebagai anggota DPR-RI dan tidak ada kaitannya dengan pilpres 2024 atau dukungan terhadap Anies Baswedan.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan cek fakta dapat dipastikan klaim Krisdayanti & Puluhan kader PDIP tolak Ganjar nyapres dan deklarasikan Anies Baswedan adalah tidak benar.
Faktanya tidak ditemukan sumber berita valid yang memberitakan klaim tersebut. Sementara narator dalam video tersebut hanya membacakan artikel dari AyoJakarta.com.
Berita tersebut berkaitan elektabilitas Anies Baswedan dalam pemilihan presiden 2024 lebih unggul dari Prabowo dan Ganjar di DKI Jakarta.