Pesepak bola terkaya dunia, Faiq Bolkiah resmi melanjutkan karier di Liga Thailand. Keponakan dari Sultan Brunei Hassanal Bolkiah itu resmi melanjutkan karier di klub Ratchaburi.
Bergabungnya pesepak bola terkaya di dunia ini pun jadi nyinyiran media asing. Salah satu media Spanyol Mundo Deportivo menyebut bahwa Faiq bergabung ke Ratchaburi hanya ingin hidup bebas dan bermewah-mewah dengan harta yang ia miliki.
"Faiq Bolkiah baru saja tanda tangan kontrak dengan tim Thailand Ratchaburi. Dia hanya ingin bisa hidup bebas dan mewah dengan pindah ke sana," tulis media Spanyol itu.
Pemain berposisi sayap kiri ini jika merujuk pada halaman situs Transfermarkt memiliki harga 200ribu euro, uang yang tidak seberapa jika dibanding dengan kekayaan miliknya.
Untuk diketahui, Sultan Brunei Hassanal Bolkiah yang notabene adalah paman dari Faiq memiliki kekayaan diperkiraan mencapai 30 miliar dollar Amerikat Serikat. Itu jumlah kekayaan bersih dari penguasa Brunei tersebut.
Faiq berada di urutan ke-12 dalam garis suksesi dari pamannya tersebut. Sedari kecil, ia terbiasa dengan hidup mewah. Lahir di Los Angeles, Amerika Serikat dan besar di Inggris, Faiq pernah bersekolah asrama dengan biaya 45ribu euro per tahun.
Karier sepak bola Faiq dimulai saat ia memulai di AFC Newbury. Pada 2009, ia melanjutkan pendidikan sepak bola di Southampton.
Ia kemudian pindah ke Arsenal dan sempat bermain bersama The Gunners di ajang Lion City Cup 2013 dan mencetak 1 gol.
Sebagai pemain yang memiliki harta berlimpah, Faiq kemudian sempat mendapatkan ilmu sepak bola di akademi Chelsea. Pada 2020, Leicester City merekrutnya dan memberikan kontrak tiga tahun kepada Faiq Bolkiah.
Baca Juga: Detik-detik Kiper Timnas Indonesia Histeris Diusir Wasit Vietnam di Laga Lawan Thailand
Ia lalu pindah ke klub Portugal Maritimo. Di klub Portugal ini, Faiq bahkan tak memainkan satu pertandingan pun.
"Bagi Faiq, ia jadi pesepak bola bukan seperti pemain lain. Hanya sekedar menikmati hidup yang memiliki harta berlimpah,"