Menjelang 1 Muharram 1445H atau Tahun Baru Islam yang bertepatan pada tanggal 19 Juli 2023. Dalam Islam, bulan Muharram menjadi salah satu bulan yang istimewa.
Bagi umat Islam bulan ini meruopakan sebagai bulan Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Muharram juga merupakan bulan pertama dalam kalender Islam Hijriyah yang menandai sebagai tahun baru Islam.
Tafsiran hijrah disini dapat diartikan sebagai awal perhitungan kalender Hijriyah, sehingga setiap tanggal 1 Muharam ditetapkan sebagai Tahun Baru Islam.
Menurut Ustaz Adi Hidayat dalam sebuah video ceramah yang diunggah dalam akun TikTok @ceritaislami.indo, hijrah memiliki arti yang mendalam yakni meninggalkan segala yang kurang baik menuju kepada setiap yang mulia.
"Hijrah dipahami dalam hadits Nabi SAW adalah meninggalkan segala yang kurang baik menuju kepada setiap yang mulia, meninggalkan yang salah, yang terlarang menuju yang sholeh," ucap Ustaz Adi.
"Dan hijrah itu esensinya ialah berpindah, bagi siapapun yang mampu berpindah dari keadaan yang dilarang oleh Allah, yang tidak disukai oleh Allah dan Rasulnya kepada segala hal yang direstui oleh Allah dan Rasulnya. Maka segala yang dilarang itu singkatnya disebut dengan muharram," imbuhnya.
Sehingga Ustaz Adi Hidayat menyebutkan bahwa bulan Muharram tidak hanya sebagai pertanda pergantian waktu namun juga sebagai pelajaran bagi yang ingin berhijrah agar memulai dengan meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah.
"Jika kita ingin menjadikan semua itu sebagai landasan dan waktu serta momentum untuk mulai meninggalkan segala yang dilarang itu maka rumus cepatnya tambahkan alif lam di depan kata muharram, sehingga katanya berubah menjadi al muharram," ungkapnya kembali.
"Bulan pertama di tahun hijriah diberi nama dengan al muharram bukan sekedar ingin menunjuk waktu yang telah berubah, berganti bulannya, berganti tahunnya, tidak. Esensinya ini ingin memberikan pelajaran yang dalam kepada kita semua, jika kita ingin berhijrah menuju sifat-sifat yang mulai, yang direstui oleh Allah dan Rasulnya maka mulailah dengan meninggalkan segala yang Allah dan Rasulnya larang," sambung Ustaz Adi Hidayat.
Baca Juga: Punya Hutang Puasa Ramadhan Tapi Ingin Puasa Arafah? Begini Jawaban Ustaz Adi Hidayat
Ustaz Adi Hidayat mengatakan inti pergantian tahun baru Hijriah ada pada bentuk perubahan. Tak hanya pertanda pergantian tahun namun juga sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan atau pembenahan menjadi lebih baik, dan inilah esensi sesungguhnya dari peringatan tahun baru Islam.
"Maka dengan itu akan terbuka segala peluang-peluang kebaikan yang mampu dilakukan oleh seluruh bagian tubuh kita, itulah esensi hijrah yang sesungguhnya,"
Kontributor: Mira Puspito