Salah satu mesin gol dari Argentina yang pernah bermain di Liga Indonesia adalah Mario Costas. Striker kelahiran Santiago del Estero, Argentina ini pertama kali datang ke Indonesia dan membela klub PSMS Medan.
Di tim berjuluk Ayam Kinantan ini Mario Costas menjelma jadi predator. Ia menjadi bomber andalan untuk PSMS Medan. Aksinya bersama PSMS Medan di musim 2009-2010 cukup membuat kagum para pendukung PSMS Medan.
Sebagai seorang striker, Mario Costas malang melintag di sejumlah klub Liga Indonesia. Menariksnya, semusim membela PSMS Medan, Mario Costas rupanya kangen rumah, ia pun pulang kampung dan membela klub Gimnasia Esgrima.
Namun rupanya atmosfer sepak bola Indonesia kembali membawa Mario Costas. Hanya setengah musim bermain di Gimnasia Esgrima, ia kemudian bermain di Liga Premier Indonesia (LPI) bersama Pro Duta.
Torehan 4 gol dijaringkan oleh Mario Costas dari 9 pertandingan LPI. Setelah LPI tutup buku, Mario Costas kemudian bermain di klub Persela Lamoangan.
Bersama klub Persela ini, Costas kembali jadi predator di depan gawang lawan. Ia menorehkan 32 pertandingan dan mencetak 22 gol. Striker yang menikahi gadis Rusia bernama Alexander ini menjadi bintang pujaan baru suporter tim Laskar Joko Tingkir.
Sayang di akhir perjalanan dengan Persela, Mario Costas mengalami cedera. Namun, ia masih tetap di rekrut oleh Persija.
Kondisi fisik yang belum 100 persen pulih dari cedera membuat permainan Mario Costas bersama tim Macan Kemayoran tidak optimal.
PSM Makassar jadi klub terakhir Mario Costas di Liga Indonesia. Setelah lakoni 4 pertandingan, Costas pada akhirnya dilepas tim Juku Eja.
Baca Juga: Eks Persija Asal Argentina yang Terlibat Pengaturan Skor Kini Bernasib seperti Ini
Pemain bernama lengkap Mario Alejandro Costas ini dianggap tidak memberikan kontribusi maksimal kepada PSM. Malah pada April 2014, ia sempat alami cedera patang hidung.
Setelah dari PSM ini, Mario Costas bak hilang ditelan bumi. Besar kemungkinan PSM Makassar jadi klub terakhir Costas sebagai pesepak bola.
Ia tak aktif di sosial media. Akun Instagram pribadinya juga private.
Namun di kolom Facebook, sejumlah fans dari Persija, PSMS Medan dan Persela masih kerap bernostalgia unggah video aksi predator asal Argentina tersebut.