Frank Wormuth, konsultan yang ditunjuk PSSI dampingi Bima Sakti, pelatih Timnas Indonesia U-17 jelang Piala Dunia U-17 2023 ternyata bukan sosok sembarangan.
Selain pernah melatih nama-nama pemain top seperti Antonio Rudiger hingga Shkodran Mustafi, Wormuth ternyata guru bagi eks pelatih Bayern Munich, Julian Nagelsmann.
Dalam wawancara dengan Spox.com, Wormuth menceritakan awal ia menjadi guru bagi Nagelsmaan. Pada 2016, Nagelsmaan lulus jadi pelatih sepak bola di usia 28 tahun.
Dijelaskan oleh Wormuth, sejak awal datang untuk menimba ilmu kepelatihan pada 2016, Nagelsmaan kata Wormuth sudah mempunya bekal tersendiri di sepak bola.
"Ketika Julian (Nagelsmann) datang kepada kami, dia sebenarnya sudah pecahkan kode sepak bola untuk dirinya sendiri. Saya hanya menunggu dan melihat dirinya dan percaya saya dapat membantunya dengan cara-cara tertentu," ungkap Wormuth.
Lebih jauh, Wormuth kemudian mengatakan bahwa ia memiliki perdebatan menarik dengan Nagelsmann soal taktik melatih. Menurut Wormuth, Nagelsmaan punya taktik dalam bertahan yang cukup berbeda dengannya.
"Saya perhatian bahwa dia memiliki taktik dan beritahu pemainnya bahwa saat bertemu lawan head to head, dia harus berhati-hati melihat pergerakan pemain lain yang bergerak tanpa bola. Berlari dan pada saat yang sama perhatian apa yang terjadi di sisi lain. Di posisi ini, saya harus berikan pendapat,"
"Kami memiliki diskusi yang menarik tentang masalah ini. Dia berpegang teguh pada posisinya bahwa pemain terakhir harus bertanggung jawab untuk menutup gerak lawan lainnya. Anda bisa melihatnya seperti itu, tapi saya menilainya berbeda. Itulah satu-satunya aspek yang bisa saya tanyakan kepadanya," sambung Wormuth.
Jurnalis Nino Duit dari Spox kemudian bertanya perihal Nagelsmaan yang sudah jadi pelatih kepala TSG Hoffenheim di usia 28 tahun, apakah menurut Wormuth itu tidak terlalu dini?
Baca Juga: Jurgen Klopp yang Jadi Panutan Frank Wormuth, Konsultan Bima Sakti di Timnas Indonesia U-17
"Menurut pendapat saya, dalam hal kepelatihan usia bukanlah yang terpenting, melainkan terlepas dari kualitas, pengalaman sebelumnya,"
"Saya tidak khawatir tentang Julian, karena dia memiliki pendekatan yang kuat dengan sepak bola. Dia pernah mengatakan kepada saya bahwa melatih adalah hasratnya. Dia tidak akan kesulitan melakukan hal lain jika kariernya sebagai pelatih tidak berhasil," jelas Wormuth.