Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas mengaku sedih dengan penetapan Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang sebagai tersangka penistaan agama.
"Saya sedihlah, ya, saya sedih. Panji Gumilang jadi tersangka itu ada sebabnya, yang saya sesalkan itu penyebabnya itu. Semestinya tidak ada penyebab itu sehingga yang bersangkutan enggak jadi tersangka," ucap Anwar, Rabu (2/8/2023).
Ia pun mendoakan Panji Gumilang bisa menjalani kondisi itu dengan tabah.
"Sebagai seorang muslim, saya hanya mendoakan semoga beliau tabah dalam menghadapi masalah ini, itu saja," tuturnya.
"Mengenai proses hukum, ini kan negara hukum, jadi proses hukum pasti akan berlangsung," imbuh Anwar Abbas.
Di sisi lain, Anwar Abbas mengapresiasi Bareskrim Polri yang menetapkan Panji Gumilang sebagai tersangka.
Dengan penetapan tersebut, ia berharap masyarakat bisa kembali hidup tenang dan terbebas dari isu-isu yang berseliweran terkait Panji Gumilang.
"Memberikan apresiasilah kepada pihak kepolisian karena ini sudah lebih dari 2 bulan gaduh, ya," ucap Anwar.
Panji Gumilang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana penistaan agama oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Panji Gumilang Resmi Ditahan di Rutan Bareskrim Polri
Dirtipidum Brigjen Djuhamdhani Rahardjo Puro mengatakan bahwa penetapan tersangka berdasarkan hasil gelar perkara.
"Hasil dalam proses gelar perkara semua menyatakan sepakat untuk menaikkan status saudara PG (Panji Gumilang) menjadi tersangka," kata Djuhamdhani, Selasa (1/8/2023) malam.
Panji Gumilang dipersangkakan pasal berlapis dengan ancaman maksimal paling lama 10 tahun pidana penjara.
Adapun pasal yang dipersangkakan yakni Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman 10 tahun.
Selain itu, Pasal 45 a ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.
Ditahan di Rutan Bareskrim