Rafael Struick ternyata merasa hal jauh berbeda, saat ia berada di Indonesia untuk membela timnas dan ketika pulang lagi ke Belanda. Struick merasa bahwa saat bela Timnas Indonesia, ia merasa jadi superstar.
"Ketika saya datang pada hari pertama ke Indonesia, mereka (suporter) langsung memanggil saya superstar," ucap Struick sambil tertawa seperti dilansir dari omroepwest.nl
Namun hal berbeda justru ia alami saat kembali ke Belanda dan bermain untuk ADO Den Haag. Struick merasa bahwa ia harus kembali berjuang demi bisa mendapatkan tempat utama.
Rafael Struick juga mengatakan saat di Belanda, tak banyak yang mengenalinya, sangat jauh berbeda dibanding saat berada di Indonesia.
"Ini jadi alasan untuk terus bekerja ekstra keras. Ini menunjukkan bahwa tidak semuanya jelas. Aku hanya harus tetap berdiri. Saya sebenarnya menyukai bahwa saya tidak dikenali begitu cepat di sini," sambungnya.
Struick mengaku tak pernah menyangka sambutan luar biasa yang ia terima pasca membela Timnas Indonesia begitu besar.
Ia bahkan memuji sambutan dari suporter Indonesia seperti berasa di rumah sendiri.
"Setelah pertandingan internasional pertama saya, semuanya langsung meledak," ucap Struick.
Rafael Struick mengaku bahwa sebenarnya pasca membela Timnas Indonesia melawan Palestina dan Argentina beberapa waktu lalu, ia ingin jalan-jalan ke pusat perbelanjaan dengan ayahnya.
Baca Juga: Pasca Bela Timnas Indonesia, Rafael Struick: Suporter Indonesia Gila!
"Kami sebenarnya igin berjalan-jalan di pusat perbelanjaan setelah pertandingan. Tetapi saya tidak bisa melakukan itu. Ketika saya pertama tiba di bandara, semua orang sudah mengenali saya," katanya.