Beredar viral detik-detik calon presiden dari partai koalisi tewas tertembak saat kampanye. Peristiwa berdarah ini terjadi di Ekuador.
Calon presiden (capres) dari Movimiento Construye, partai oposisi Ekuador, Fernando Villavicencio tewas tertembak saat kampanye di ibu kota Ekuador, Quito.
Pada video yang beredar viral di laman sosial media itu terlihat, Villavicencio tengah dikawal keluar dari sebuah gedung pertemuan.
Ia kemudian masuk ke dalam mobil. Tak berselang lama terdengar suara letusan senjata. Kondisi pun terlihat panik setelah suara tembakan tersebut.
Mengutip dari berbagai sumber, pembunuhan terhadap Villavicencio terjadi pada 9 Agustus 2023 sekitar pukul 18:20 waktu setempat. Korban disebut tewas setelah ditembak di bagian kepala.
Sebelum peristiwa penembakan itu, Villavicencio baru saja melakukan kampanye di salah satu sekolah di bagian utara Quito.
Tidak hanya menembak calon presiden dari partai koalisi, pelaku penembakkan juga disebutkan sempat melempar granat dan untungnya tidak meledak.
Dari laporan AP disebutkan bahwa akibat penembakan tersebut, sembilan orang lainnya huga mengalami luka-luka, termasuk satu orang petugas polisi.
Pelaku penembakan sendiri disebutkan telah tewas saat kontak senjata dengan aparat kepolisian.
Baca Juga: PAN Gabung Koalisi Perubahan, Dukung Anies Baswedan Sebagai Capres 2024, Benarkah?
Pembunuhan terhadap Fernando Villavicencio terjadi kurang dari dua minggu sebelum hari pemilihan umum di Ekuador.
Satu hari sebelum kematian, Fernando Villavicencio disebut melapor ke Kementerian Kehakiman Ekuador terkait kartel minyak di negara tersebut.
The Washington Post menyebut bahwa korban sebelum hari nahas beberapa kali mendapat ancaman pembunuhan, termasuk ancaman dari kartel narkoba, kartel Sinaloa, satu minggu sebelum pembunuhan.