Yenny Wahid menyebut tidak pernah menyodorkan dirinya sebagai cawapres dari bakal capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Anies Baswedan.
Pernyataan ini merespons cuitan Wasekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon yang tak sepakat Yenny jadi cawapres Anies.
"Saya enggak pernah nyodorin diri jadi cawapres Mas Anies lho. Saya cuma merespons lamaran yang datang," kata Yenny Wahid dalam cuitan di Twitter, dikutip pada Jumat (11/8/2023).
Yenny menambahkan, dirinya justru mendukung Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) jadi cawapres Anies.
"Justru saya mendukung mas AHY jadi cawapres Mas Anies," cuit putri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini.
"Kalau situ belum apa-apa udah menolak saya, pas boss mu butuh dukungan, saya emoh lho," pungkasnya diakhiri emoji tertawa.
Bagian dari Rezim
Melalui cuitannya, Jansen Sitindaon tak sepakat Yenny Wahid jadi cawapres Anies karena dinilainya sebagai bagian dari rezim pemerintahan saat ini.
"Mbak Yenny buat saya bagus. Bahkan lengkap sekali dengan segala atribusi yang melekat dalam diri beliau. Namun untuk posisi wapres di Koalisi Perubahan, buat saya beliau tidak pas, tidak cocok. Mungkin cocoknya di koalisi yang lain," kata Jansen.
Baca Juga: Temui Jokowi di Istana, Khofifah Bahas Isu Jadi Cawapres Anies?
Jansen menekankan KPP, yang dibesut Demokrat bersama NasDem dan PKS, mengusung perubahan dari pemerintahan saat ini.
Dengan demikian, ia menghendaki figur cawapres Anies merepresentasikan akan perubahan.
"Karena jika koalisi ini menang, sebagaimana namanya perubahan, banyak hal yang ingin kami ubah. Dan idealnya cawapres Perubahan ini memang yang selama ini wajahnya merepresentasikan hal itu," katanya.
Jansen menduga para pendukung Anies akan bingung bila figur cawapres tak sesuai dengan tagline poros koalisi.
Terlebih, kata Jansen, Yenny merupakan bagian dari rezim saat ini.
"Agar koalisi ini juga semakin kuat posisi dan branding-nya di rakyat yang ingin perubahan. Di mana semakin hari semakin besar dan luas dukungannya."