Mees Hilgers mengakui bahwa ia siap 100 persen untuk membela FC Twente di babak play off UEFA Europa Conference League. FC Twente akan hadapi Fenerbahce di leg pertama pada 25 Agustus 2023.
Yang menarik, pada pertandingan Fenerbahce vs Twente, dua pemain berdarah Indonesia akan saling mengalahkan. Di FC Twente ada Mees Hilgers, sementara di Fenerbache diperkuat Jayden Oosterwolde.
Dikatakan oleh Hilgers bahwa Oosterwolde sudah menghubungi dirinya sebelum pertandingan dimulai. Ditegaskan oleh Hilgers ia siap membuat Fenerbahce tersingkir di babak play off Europa Conference League.
"Jayden Oosterwolde yang bermain di Fenerbache telah menghubungi saya beberapa kali. Dia berkata, sampai jumpa lagi. Saya mengenalnya dengan baik secara pribadi, karena saya selalu bermain melawan timnya," ucap Hilgers, seperti dikutip Rabu (23/8).
"Jadi saya tahu bahkan sebelum kami bermain melawan dia. Saya tidak terlalu tegang menghadapinya nanti," tambah Hilgers.
Menurut bek berdarah Indonesia tersebut, saat ini ia fokus untuk memberikan yang terbaik untuk FC Twente. Apalagi sebelum melawan Fenerbahce, Mees Hilgers tak dapat membantu timnya terhindar dari kekalahan 1-3 dari PEC.
"Hasil di laga akhir pekan lalu membuat kami belajar soal bertahan dengan baik. Kami harus kembali menjalani pertandingan demi pertandingan di musim ini," jelasnya.
"Setidaknya begitulah cara kami melakukannya sebagai sebuah tim. Banyak orang jagokan Fenerbahce, itu logis. Tapi kami siap memberikan yang terbaik," sambungnya.
Sebelumnya, Mees Hilgers digadang-gadang bakal dinaturalisasi oleh PSSI. Rumor ini makin menguat setelah ibu dan saudari dari Hilgers pulang kampung ke Sulawesi Utara.
Baca Juga: Media Vietnam Soroti Reaksi Fans Timnas Indonesia U-23 Usai Lolos Semifinal Piala AFF U-23 2023
Berdasarkan unggahan ibu Mees Hilgers di akun Instagramnya, @linda.tombeng, mereka diketahui tengah pulang kampung ke Sulawesi Utara. Sebagai informasi, leluhur keluarga ini memang berasal dari sana.
Dalam foto yang diunggah ibu Mees Hilgers tersebut, mereka tampak menyusuri jalanan di sebuah kampung. Tak hanya itu, Linda juga menyertakan sebuah keterangan berbunyi ‘Minahasa Life’.