Politisi Demokrat Andi Arief membongkar tulisan tangan diduga miliki Anies Baswedan, bakal calon presiden (Bacapres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan. Tulisan ini berisi pinangan Anies kepada AHY untuk jadi cawapres di Pilpres 2024.
Anies dalam surat tertulis itu menyampaikan pesan keinginan agar AHY bisa menjadi pendampingnya untuk bertarung di Pilpres 2024.
"Melalui pesan singkat ini, kami bermaksud menyampaikan harapan, agar Mas AHY berkenan untuk menjadi pasangan dalam mengikuti Pilpres 2024," tulis isi pesan yang diunggah Andi Arief di akun Twitter miliknya.
Di akhir surat itu, Anies Baswedan juga membubuhkan tanda tangan dan surat itu dibuat pada 25 Agustus 2023 dan disaksikan oleh 2 orang.
Pada caption cuitannya itu, Andi Aried kemudian singgung soal kebohongan.
"Selama ini kita mengkritik pemimpin yang membohongi rakyat. Akan ada yang lebih dahsyat bohongnya?" tanya Andi.

Sebelumnya, Sekjen Partai Demokrat yang juga anggota koalisi tim 8, Teuku Riefky Harsya dalam keterangan tertulis pada hari ini, Kamis (31/8) mengatakan Cak Imin dipilih secara sepihak oleh Surya Paloh untuk dampingi Anies Baswedan.
"Capres Anies menghubungi pada 12 Juni 2023 dan mengatakan kepada Ketum AHY, “Saya ditelepon beberapa kali oleh Ibu saya dan guru spiritual saya, agar segera berpasangan dengan Capres-Cawapres Anies-AHY”." bunyi pertanyaan dari tim 8, Teuku Riefky.
Selanjutnya dalam proses politik, pada 14 Juni 2023, Capres Anies memutuskan untuk memilih Ketum AHY sebagai Cawapresnya.
Baca Juga: Cak Imin, Dulu Dituding Gulingkan Gus Dur, Ingin Jadi Ketum PSSI Sekarang Jadi Cawapres Anies
Meski sudah memilih AHY sebagai cawapres, namun Anies belum mendeklarasikan kepada publik.
Dalam pernyataan tertulis, Tengku Riefky menduga bahwa deklrasi itu tidak terwujud karena Capres Anies lebih patuh kepada Ketua Umum Nasdem Surya Paloh yang ingin terus menunda waktu deklarasi.
Lalu pada 25 Agustus 2023, Capres Anies menuliskan keputusannya itu dalam bentuk surat tulisan tangan yang ditandatangani kepada Ketum AHY.
"Inti dari surat tersebut ialah untuk meminta secara resmi agar Ketum AHY bersedia untuk menjadi Cawapresnya,"