Turkmenistan jadi lawan Timnas Indonesia U-23 di match terakhir grup K babak kualifikasi Piala Asia U-23 2024. Anak asuh Shin Tae-yong sebenarnya hanya membutuhkan hasil imbang demi bisa lolos ke Qatar 2024.
Meski begitu, pasca kemenangan 9-0 atas Taiwan, publik sepak bola Indonesia berharap Marselino Ferdinan dkk bisa meraih kemenangan. Jika menilik dari rekor pertemuan dan lima laga terakhir kedua tim, ada kans bagi Timnas Indonesia U-23 meraih kemenangan.
Melihat penampilan kedua tim di laga melawan Taiwan, diprediksi laga eosk hari akan berlangsung ketat utamanya pertarungan di sisi sayap. Kedua tim akan memanfaatkan lebar lapangan untuk menyusun skema serangan.
Tim Garuda Muda sebenarnya memiliki kartu truf jika skema sayap dimatikan anak asuh Ahmet Agamyradov. Kartu truf itu ada di diri Iver Jenner.
Pemain naturalisasi ini mainkan permainan apik di lini tengah Timnas saat melumat 9-0 atas Taiwan. Ivar Jenner bisa jadi senjata pamungkas Timnas Indonesia U-23 untuk bisa bongkar pertahanan Turkmenistan.
Sementara Turkmenistan juga memiliki pemain berbahaya. Pelatih Shin Tae-yong sendiri sudah berikan catatan khusus untuk satu pemain Turkmenistan yakni Shamammet Hydyrow. Pemain berusia 22 tahun itu cetak hat-trick saat Turkmenistan melumat Taiwan 4-0.
Meski begitu, pelatih Shin sendiri cukup yakin bahwa Timnas Indonesia U-23 akan bisa mengatasi Turkmenistan untuk bisa meraih tiket ke Piala Asia U-23 2024 yang akan berlangsung di Qatar.
Perkembangan Sepak Bola Turkmenistan
Sama seperti di Indonesia, sepak bola merupakan olahraga populer di Turkmenistan. Bekas negara pecahan Uni Soviet ini tercatat memiliki 40 klub, 820 pemain profesional serta 30 wasit.
Saat masih menjadi bagian dari Uni Soviet, sepak bola sudah berkembang dan dimainkan orang Turkmenistan sejak 1920-an. Malah di tahun 1937, diadakan kompetisi sepak bola dengan nama SSR Turkmenistan Cup.
Sayangnya, dari catatan sejarah tidak ada satupun klub dari Turkmenistan yang berkompetisi di Liga Uni Soviet. Namun ada beberapa pemain asal Turkmenistan yang berkompetisi dan jadi bintang di Liga Uni Soviet seperti Kurban Berdyev, Sergey Agashkov, Ravshan Muhadov serta Valeri Broshin yang bahkan membela timnas Soviet di periode 80-an.
Setelah Uni Soviet bubar dan Turkmensitan jadi negara merdeka pada 1991, negara ini kemudian masuk FIFA dan AFC pada 1993. Di kawasan Asia Tengah, Turkmenistan cukup ditakuti negara lain.
Bahkan satu tahun sebelum jadi anggota FIFA, Timnas Turkmenistan mampu meraih juara Piala ECO denagn mengalahkan Iran 2-1. Periode 2000-an, sepak bola Turkmensitan tak bisa dilepaskan dari Rusia.
Bahkan tokoh sepak bola Turkmenistan merupakan sosok penting di klub Rusia, Rubin Kazan yakni Kurban Berdyev serta Rolan Gusev, mantan pemain Rusia yang kelahiran Ashgabat, ibu kota Turkmenistan.
PSSI-nya Turkmenistan, TFF dalam periode beberapa tahun ke belakang fokus pada perkembangan sepak bola negaranya. Bahkan Presiden FIFA Gianni Infantino baru-baru ini berikan apresiasi khusus untuk perkembangan sepak bola Turkmenistan.