Publik sepak bola Indonesia saat ini sedang heboh membicarakan kontrak pelatih Timnas Shin Tae-yong.
Kontrak Shin Tae-yong tersisa beberapa bulan lagi namun sampai saat ini PSSI belum ada niat memperpanjang pelatih asal Korsel itu.
Orang dalam Shin Tae-yong yakni penerjemah Jeong Seok-seo alias Jeje mengaku sedih jika membicarakan kontrak dengan Timnas Indonesia yang akan segera berakhir.
Jeje mengaku sedih jika sampai kontrak pelatih asal Korea Selatan itu tidak diperpanjang oleh PSSI.
“Sedih serius [andai kontrak Shin Tae-yong tak diperpanjang PSSI]," kata Jeje dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Plus 26.
"Ya mungkin saya juga pasti ada waktunya sudah tidak di Timnas 'kan, dan kalau coach Shin dia cinta sepak bola dan senang juga tinggal di Indonesia. Cinta! cinta Indonesia dia, benar-benar suka,” tambahnya.
Jauh sebelum kontraknya akan berakhir nanti, Shin Tae-yong sudah ramai sebenarnya didesak untuk dipecat. Alasan utamanya perihal trofi.
Ya, faktanya Shin Tae-yong selama ini memang belum memberikan trofi untuk Timnas Indonesia. Dalam rentang waktu 2 tahun, proses perbaikan Timnas Indonesia nyata dilakukan oleh Shin Tae-yong.
'Prestasi' STY mampu membuat rangking FIFA Timnas Indonesia terus mengalami kenaikan.
Baca Juga: Kontrak di Timnas Indonesia Segera Berakhir, Ini 3 Sosok yang Inginkan Shin Tae-yong Dipecat
Pada September 2021, rangking Timnas ada di posisi ke-175, lalu naik menjadi posisi ke-165 pada Oktober 2021. Agustus 2022, STY bawa Timnas Indonesia duduki rangking 155.
Juli 2023, Timnas Indonesia berada di posisi ke-150 dan September 2023 berada di tempat ke-147. Artinya dalam waktu 2 tahun, STY mampu membawa Timnas Indonesia naik 28 peringkat.
Selain itu, faktanya Shin Tae-yong jadi pelatih pertama di sejarah Timnas Indonesia yang mampu membawa tiga tim lolos putaran final Piala Asia, tim U-20, tim U-23 dan tim senior.