Nama Jack Soumeru mungkin terdengar asing bagi publik sepak bola Indonesia. Tapi tidak bagi publik Assen, Belanda. Jack dianggap sebagai mutiara Assen yang memiliki bakat sepak bola hebat.
Jack Soumeru adalah mantan pemain FC Assen dan ACV Assen. Meski bermain di klub gurem, Jack ternyata jadi pemain idola bagi legenda Ajax keturunan Maluku, Simon Tahamata.
Yang menarik, Jack juga sama dengan Simon Tahamata yakni keturunan Maluku. Jack Soumeru bahkan lahir di Makassar, Sulawesi Selatan pada 1947.
Pada usia 4 tahun, Jack dibawa orang tuanya ke Belanda. Di Belanda, keluarga Jack tinggal di kawasan pemukiman Schattenberg--dulu di kenal sebagai Kamp Westerbrok.
Sebagai informasi, kamp Westerbrok merupakan kamp transit, detensi, pengungsian Nazi saat Perang Dunia II di Hooghalen, sepuluh kilometer dari utara Westerbork, di timur laut Belanda.
Jack Soumeru jadi pemain berdarah Maluku pertama yang bermain di klub Belanda. Jack Soumeru bermain di FC Assen pada 1 Juli 1970. Di tahun itu juga, Simon Tahamata baru masuk ke akademi Ajax.
Jack Soumeru beberapa waktu lalu tepatnya pada 12 Agustus 2023 hembuskan nafas terakhir pada usia 76 tahun setelah lama mengalami sakit.
Cerita soal Jack Soumeru dituliskan salah satu media Belanda, de Volkskrant. Dalam artikelnya, media Belanda itu menceritakan soal saat-saat terakhir Jack dan pertemuannya dengan Simon Tahamata.
Menurut laporan media Belanda berdasarkan wawancara dengan istri Jack, Francien serta keluarganya yang lain, bakat Jack di sepak bola bahkan membuat pelatih Ajax Stefan Kovacs sempat merekrutnya.
Baca Juga: Apa Kabar Singo Deny, Pemain Indonesia Pertama Jebolan PSIS di Klub Arjen Robben?
"Dia (Jack Soumeru) sempat tinggal di Amsterdam selama beberapa minggu namun kemudian dipanggil pulang ke Assen oleh ibunya untuk menjadi pendeta," tulis media Belanda itu.
Sang istri Francie mengatakan bahwa hal itu adalah titik balik kehidupan Jack Soumeru dan hingga akhirnya hayat hal itu tidak pernah disesali.
"Jangan lupa bahwa keimanan menempati tempat yang penting dalam masyarakat dan budaya Maluku," ucap Francie.
Sementara itu, Simon Tahamata mengaku bahwa sosok Jack Soumeru adalah salah satu idolanya. Jack di mata Simon merupakan pemain tengah dengan bakat alami.
Beberapa minggu sebelum hembuskan nafas terakhir, Simon Tahamata sempat berbincang dengan Jack Soumeru. "Kamu selalu kesulitan saat melawan kami, bukan?" begity kata Simon kepada Jack.
Soumeru menjadi pemain amatir terkenal di Assen yang memainkan beberapa pertandingan internasional melawan klub Belanda, termasuk satu pertandingan di depan 70ribu orang di Cina pada periode 1970-an.