Kabar buruk datang dari calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Jay Idzez. Pihak klub Jay, Venezia menyebutkan bahwa pemain keturunan Indonesia itu menderita penyakit Deep Vein Thrombosis (DVT).
"Venezia FC mengumumkan Jay Idzes terkena trombosis vena dengan mikro emboli paru. Intervensi staf medis klub memungkinkan untuk mencapai diagnosis cepat dan memberikan terapi yang tepat berkat rawat inapnya dalam beberapa hari terakhir di Giovanni XXIII Nursing Home di Monastier," bunyi pernyataan klub seperti dikutip Moots.Suara.com, Selasa (24/10).
Menurut pihak klub, Jay Idzez saat ini sudah keluar dari rumah sakit dan kondisi fisiknya cukup baik. Kabar ini tentu saja membuat heboh publik sepak bola Indonesia.
Seperti diketahui, Jay Idzez jadi salah satu pemain yang jadi prioritas pihak PSSI untuk dinaturalisasi. Jay sendiri beberapa waktu lalu sempat bertemu dengan ketum PSSI, Erick Thohir.
Lantas apa itu penyakit DVT yang diderita oleh Jay Idzez dan seberapa bahaya penyakit tersebut?
Melansir dari sejumlah sumber, DVT atau penyakit trombosis vena merupakan penggumpalan darah yang terjadi di dalam pembuluh darah vena bagian dalam.
Di kondisi normal, darah akan menggumpal apabila terjadi perdarahan sehingga pembuluh darah yang robek dapat menutup.
Namun, apabila Anda mengidap trombosis, darah akan menggumpal pada satu titik tertentu dalam pembuluh darah walaupun tidak terjadi perdarahan. Hal ini tentu akan mengakibatkan aliran darah menjadi terhambat.
Seseorang yang alami DVT akan mengakibatkan pembengkakan pada bagian yang mengalami sumbatan, umumnya lengan dan kaki. Walaupun terlihat seperti tidak seserius trombosis arteri, trombosis vena tetap berbahaya dan harus ditangani sesegera mungkin.
Ada sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang alami DVT, diantaranya, mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi, mengidap diabetes, berat badan berlebih, serta kelainan darah.
Faktor lainnya seperti gaya hidup tidak sehat, serta kelainan metabolisme lipid atau Dislipidemia. Penyakit ini juga dipengaruhi faktor karena usia lanjut.
Sementara gejala penyakit ini seperti, memar pada kulit muncul tanpa sebab, lengan atau kaki membengkak, daerah yang bengkak itu terasa sakit jika disentuh dan terasa hangat, lengan atau kaki seperti mati rasa atau kebas.