Jauh sebelum namanya menjadi buah bibir seperti sekarang, pemain Timnas Pratama Arhan rupanya melalui jalan cukup berliku untuk berkarier di kancah sepak bola Indonesia.
Pemuda asal Blora itu bahkan mengaku awalnya tak punya niat menjadi pesepak bola. Dulunya, ia bercita-cita untuk berprofesi sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Dilansir dari tayangan YouTube Grace Tahir yang diunggah pada awal 2022 lalu, Arhan awalnya hanya main bola seperti anak lainnya di desa.
Baru pada kelas 3 SD, sang kakak mendorongnya untuk berlatih lebih serius dengan masuk Sekolah Sepak Bola (SSB).
"Pertama saya menolak tapi saya berpikir juga di rumah mau ngapain dan akhirnya saya setuju untuk SSB. Tapi sempat juga kepikiran menjadi tentara," beber Arhan.
Di sana, minat Arhan pada sepak bola pun mulai muncul seiring dengan skill yang makin terasah.
Pada kelas 6 SD, sang pelatih pun menawarinya untuk ikut seleksi di akademi PSIS Semarang.
Tapi karena berasal dari kondisi ekonomi yang kurang mampu, perjalanan Arhan untuk mengikuti seleksi tidaklah mulus. Orangtuanya pun sampai utang ke tetangga agar bisa membiayai dirinya ke Semarang.
"Ibu sampai utang ke tetangga buat berangkat ke Semarang dan membelikan saya sepatu sepak bola," beber Arhan.
Baca Juga: Soleh Solihun Soroti Ketua KPK Diduga Memeras hingga MK Langgar Etika: Sabar Sekali Ya Kita
"Saya masih ingat harga sepatu sepak bola saya Rp 25 ribu, beli di pasar dan sekali pakai langsung rusak," sambungnya.
Kini Arhan mulai menuai hasil dari jerih payah dan dukungan orang tuanya. Nama Pratama Arhan sudah masuk dalam jajaran pemain top di usia yang masih muda, yakni 22 tahun.
Sejak Maret 2022, Arhan pun bergabung dengan salah satu klub kasta kedua Jepang, Tokyo Verdy. Ia dikontrak selama dua tahun sampai 2024 mendatang.