Indeks kekuatan militer Indonesia ternyata masih terhitung tinggi di dunia. Berdasarkan laporan yang dirilis oleh situs Global Fire Power, peringkat militer Indonesia masih di atas beberapa negara kuat, termasuk Israel.
Menurut laporan tahunan yang dihimpun oleh Global Fire Power pada tahun 2023, posisi kekuatan militer Indonesia saat ini berada di peringkat ke-13. Kondisi ini ditentukan melalui skor PowerIndex suatu negara.
Beberapa kategori yang menjadi acuan penilaiannya ialah kuantitas unit militer, kondisi keuangan, hingga kemampuan logistik serta geografis. Dengan demikian, pemeringkatan ini tak hanya mengukur dari aspek kualitas alutsistanya saja.
Duduk di peringkat ini, Indonesia terhitung unggul atas beberapa negara elite lainnya. Sebab, di bawahnya masih ada Mesir (peringkat 14), Ukraina (peringkat 15), Australia (peringkat 16), Iran (peringkat 17), hingga Israel (peringkat 18).
Apabila mengacu pada situs GFP, Indonesia menjadi negara dengan indeks kekuatan terkuat di kawasan Asia Tenggara. Negara kepulauan ini unggul jauh atas Singapura yang berada di peringkat ke-29.
Negara terdekat di kawasan ini yang menempel Indonesia ialah Vietnam. Negeri Paman Ho berada di urutan ke-19 alias satu strip di bawah Israel.
Salah satu keunggulan kekuatan militer Indonesia dibandingkan negara-negara kuat seperti Australia dan Israel itu tak terlepas dari jumlah personel angkatan bersenjatanya yang diperkirakan mencapai 1.080.000.
Angka ini terdiri dari personel aktif sebesar 400 ribu, personel cadangan sebesar 400 ribu, dan paramiliter sebanyak 280 ribu. Apabila dibedah lagi, kekuatan angkatan darat (AD) sebesar 300 ribu, angkatan udara (AU) 40 ribu, dan angkatan laut (AL) 75 ribu.
Jumlah angkatan bersenjata ini menjadi salah satu kategori yang turut mempengaruhi indeks kekuatan militer yang dirilis oleh Global Fire Power.
Selain itu, jumlah penduduk tampaknya juga ikut mempengaruhinya. Sebab, faktor ini akan menentukan soal kemungkinan warga negara yang siap untuk dikerahkan ketika tenaganya dibutuhkan.
Dari data tersebut, saat ini peringkat empat teratas masih belum memperlihatkan perubahan. Amerika Serikat sebagai negara adikuasa menduduki urutan teratas, lalu disusul Rusia di peringkat kedua.
Adapun peringkat berikutnya ditempati negara-negara besar Asia. China bertengger di urutan ketiga disusul India di posisi keempat.