- Ekonom CORE Indonesia mendesak Danantara membuktikan komitmen tata kelola global dengan menyajikan laporan keuangan 2025 secara transparan dan tepat waktu.
- Danantara saat ini sedang menyusun laporan keuangan konsolidasian yang akan dirilis kepada publik setelah seluruh proses audit resmi selesai.
- Konsolidasi laporan keuangan BUMN dinilai sebagai langkah positif untuk meningkatkan pengawasan, efisiensi, serta kredibilitas lembaga di mata para investor.
Suara.com - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Dipo Satria Ramli mengatakan bahwa Danantara perlu membuktikan komitmen pada standar tata kelola sovereign wealth fund (SWF) global dengan membuka laporan keuangan 2025.
Dipo menilai langkah Danantara laporan keuangan konsolidasian dapat menjadi pondasi penting bagi Danantara, terutama untuk membangun standar pengelolaan yang lebih terintegrasi, dan sejalan dengan praktik pengelolaan sovereign wealth fund (SWF) global.
"Tentu kita apresiasi langkah Danantara yang akhirnya (akan) merilis laporan keuangan. Namun,kalau kita bicara soal komitmen transparansi tata kelola, merilis laporan saja belum cukup," ujar Dipo sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Sebelumnya Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menjelaskan bahwa laporan keuangan konsolidasian Danantara Indonesia tahun buku 2025, saat ini masih berada dalam proses penyusunan sesuai tahapan audit yang berlaku.
Ia tak merinci kapan laporan keuangan itu akan dibuka ke publik. Hafas hanya memastikan bahwa laporan keuangan akan disampaikan setelah seluruh proses audit selesai dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dipo mengingatkan bahwa transparansi tata kelola yang baik tidak hanya diukur dari tersedia atau tidaknya laporan keuangan, namun perlu diperhatikan ketepatan waktu pelaporan.
Ia menyarankan Danantara untuk dapat menyampaikan laporan keuangan tepat waktu, serta memenuhi kelengkapan informasi mengenai pengelolaan aset serta proses audit oleh pihak independen.
Di sisi lain, Ia tidak memungkiri bahwa langkah Danantara dalam mengkonsolidasikan laporan keuangan seluruh BUMN menjadi langkah positif, karena menunjukkan adanya upaya membangun sistem pelaporan yang lebih terintegrasi dan komprehensif.
Menurutnya, langkah itu dapat menjadi landasan bagi penguatan pengawasan, peningkatan efisiensi, serta penciptaan nilai tambah yang lebih besar bagi negara.
"Ini langkah awal yang baik, tapi Danantara masih perlu membuktikan standar tata kelola yang lebih disiplin ke depannya," ujar Dipo.
Dipo berharap, konsistensi dalam penerapan prinsip tata kelola yang baik dapat membangun kepercayaan publik dan investor terhadap Danantara sebagai lembaga pengelola investasi strategis nasional.
“Oleh karena itu, keberlanjutan reformasi tata kelola serta peningkatan kualitas pelaporan keuangan perlu terus diperkuat agar kredibilitas lembaga semakin kokoh,” ujar Dipo.