Kelola KBS, Pemkot Surabaya Terhadang Surat Resmi dari Kemhut

admin, Doddy Rosadi

Kamis, 13 Februari 2014 | 11:31 WIB
Kelola KBS, Pemkot Surabaya Terhadang Surat Resmi dari Kemhut
Logo Kebun Binatang Surabaya. (foto: id.wikipedia.org)

Suara.com - Keterlambatan birokrasi dalam penyerahan izin pengelolaan Kebun Binatang Surabaya (KBS) sangat merugikan hidup satwa langka. Sudah hampir tiga minggu berlalu sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan mandat pengelolaan KBS kepada Pemerintah Kota Surabaya, namun surat resmi dari Kementerian Kehutanan terlambat datang. Dalam jangka waktu tersebut, sudah 3 hewan yang meregang nyawa di KBS, yaitu kijang betina, komodo, dan harimau putih.

Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) menyesalkan sikap Kementerian Kehutanan yang tidak bersikap responsif dan cepat dalam penyerahan izin pengelolaan KBS ini. Padahal sudah muncul tawaran dari tiga negara (Amerika, Inggris, dan China) kepada Walikota Surabaya untuk membantu mengelola kebun binatang tersebut.

“Kebun binatang memiliki peran yang sangat strategis dalam penyelamatan keanekaragaman hayati, dan oleh karenanya pengelolaan kebun binatang harus sinergi dengan konsep konservasi keanekaragaman hayati melalui pendidikan (education) dan penyadartahuan (awareness) pada publik. Dengan membiarkan pengelolaan KBS terbengkalai, maka hal tersebut menunjukkan ketidakseriusan Indonesia dalam penyelamatan keanekaragaman hayati ” ujar Direktur Program Yayasan KEHATI, Arnold Sitompul dalam siaran pers, Kamis (13/2/2014).

Persoalan tarik menarik izin di KBS sudah terjadi sejak lama. Pada 2010 silam, Kementerian Kehutanan pernah mencabut izin pengelolaan KBS karena kondisi memprihatinkan dari kebun binatang yang pernah menjadi yang terbesar di Asia Tenggara itu. Saat itu, selain pengelolaan kandang yang tidak memadai sehingga mengakibatkan terjangkitnya satwa terhadap penyakit, pengelolaan pakan serta perawatan satwa juga menjadi alasan pencabutan izin.

Polemik manusia ini justru meninggalkan penderitaan pada satwa-satwa yang menghuni KBS. Data dari media massa, disebutkan bahwa pada tahun 2011 hingga bulan September ada sekitar 245 ekor satwa yang mati, lalu di tahun 2010 mencapai 269 ekor, sedangkan di tahun 2009 sebanyak 319 ekor satwa mati, dan di tahun 2008 sebanyak 364 ekor yang meregang nyawa di KBS.

Kemudian dikabarkan pula pada Januari hingga September 2012 sudah ada 130 satwa yang mati, dan jumlahnya cenderung meningkat di bulan-bulan berikutnya. Konflik internal dan bobroknya sistem pengelolaan di KBS terus menerus menelan korban satwa, pada tahun 2013 dalam kurun Oktober hingga Desember sudah ada 30 satwa yang mati.

Lalu publik kembali dihebohkan dengan kematian Michael, singa jantan asal Afrika yang baru berumur 1,5 tahun pada awal Januari 2014. Berita kematian yang dianggap janggal ini kembali menggugah para pecinta satwa untuk mendorong pengelola KBS untuk berbuat lebih baik.

Hingga pada akhirnya Pemerintah Kota Surabaya melalui Walikotanya, Tri Rismaharini mendapatkan mandat dari Presiden untuk mengelola kebun binatang yang usianya sudah hampir 100 tahun itu. Namun, lagi-lagi birokrasi membuat proses menjadi sangat lambat. Hasilnya beberapa satwa lain kembali menghembuskan nyawanya.

“Kita seharusnya mau bertindak cepat untuk menyelamatkan KBS dengan melakukan restorasi management yang komprehensif ” kata Arnold.

Kebun binatang, selain memiliki peran strategis dalam pendidikan dan penyadartahuan, juga merupakan wadah untuk menyelamatan satwa yang hampir punah untuk dikembalikan ke alam dengan captive breeding program.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anggaran Pakan Hewan di Kebun Binatang Surabaya Dikorupsi Rp10,2 M, DPR Minta Semua Diperiksa!

Anggaran Pakan Hewan di Kebun Binatang Surabaya Dikorupsi Rp10,2 M, DPR Minta Semua Diperiksa!

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:12 WIB

Ketika Pakan Satwa Dikorupsi: Ironi Ketidakadilan Mahluk yang Tak Bersuara

Ketika Pakan Satwa Dikorupsi: Ironi Ketidakadilan Mahluk yang Tak Bersuara

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 10:00 WIB

Berapa Harga Tiket Masuk Kebun Binatang Surabaya? Eks Dirutnya Jadi Tersangka Korupsi

Berapa Harga Tiket Masuk Kebun Binatang Surabaya? Eks Dirutnya Jadi Tersangka Korupsi

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 16:19 WIB

Apa Saja Hewan di Kebun Binatang Surabaya? Kondisi Satwa Disorot usai Eks Dirut Korupsi

Apa Saja Hewan di Kebun Binatang Surabaya? Kondisi Satwa Disorot usai Eks Dirut Korupsi

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 15:45 WIB

Korupsi Pakan KBS: Saat Keserakahan Manusia Merampas Hak Satwa

Korupsi Pakan KBS: Saat Keserakahan Manusia Merampas Hak Satwa

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:59 WIB

Berapa Gaji Dirut Kebun Binatang Surabaya Chairul Anwar? Tersangka Korupsi Pakan Satwa Rp10 M

Berapa Gaji Dirut Kebun Binatang Surabaya Chairul Anwar? Tersangka Korupsi Pakan Satwa Rp10 M

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:41 WIB

Eks Dirut KBS Korupsi Pakan Hewan Rp10,2 Miliar: Saat Manusia Lebih Buas dari Predator

Eks Dirut KBS Korupsi Pakan Hewan Rp10,2 Miliar: Saat Manusia Lebih Buas dari Predator

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 17:15 WIB

Jejak Karier Chairul Anwar, Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Tersangka Korupsi Pakan Satwa Rp10 M

Jejak Karier Chairul Anwar, Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Tersangka Korupsi Pakan Satwa Rp10 M

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 13:29 WIB

Senangnya Bermain dan Mempelajari Ragam Satwa di Kebun Binatang Surabaya, Murah Meriah!

Senangnya Bermain dan Mempelajari Ragam Satwa di Kebun Binatang Surabaya, Murah Meriah!

Your Say | Rabu, 16 Oktober 2024 | 19:48 WIB

5 Tempat Wisata di Kota Surabaya yang Cocok untuk Menghabiskan Akhir Pekan

5 Tempat Wisata di Kota Surabaya yang Cocok untuk Menghabiskan Akhir Pekan

Your Say | Selasa, 18 Oktober 2022 | 13:29 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×