Pendukung Jokowi di Facebook Minta Pengamat Independen Turun Tangan

Siswanto

Kamis, 24 April 2014 | 10:43 WIB
Pendukung Jokowi di Facebook Minta Pengamat Independen Turun Tangan
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Barisan Relawan Jokowi Presiden yang mengelola grup Facebook dengan anggota 650.258 orang -- per Kamis (24/4/2014) pagi -- meminta pengamat independen untuk memantau.

"Silakan lihat sendiri bagaimana serangan terhadap Jokowi sangat gencar. Setiap hari sedikitnya 2.000 orang masuk menyusup, tetapi malah mempromosikan Prabowo Subianto," kata Sekretaris Jenderal Barisan Relawan Jokowi Presiden, Utje Gustaaf Patty, di Jakarta.

Menurut Utje keliru jika relawan Jokowi dianggap menyerang lawan. Sebab, katanya, doktrin pendukung Jokowi adalah jangan meninggikan Jokowi dengan merendahkan orang lain.

"Kami ini bukan bukan fans club, kami mendukung Jokowi dengan pemahaman yang jelas. Kami relawan, bukan orang bayaran," kata Utje.

Relawan Jokowi, kata Utje, tidak mampu membeli seragam untuk ribuan orang. Relawan, katanya, malah menyumbang gerakan. "Boro-boro beli seragam mewah, makan saja sudah," ujar Utje.

Menurut Utje, Bara JP jika penegak hukum memantau grup Barisan Relawan Jokowi Presiden, hasilnya nanti bisa diumumkan, siapa yang menyerang dan siapa yang diserang. "Sekarang yang terjadi, penyerang malah mengaku diserang. Lucu," katanya.

'Pasukan Nasi Bungkus'

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, meminta pemerintah menerapkan aturan soal kepemilikan akun di dunia maya atau jejaring sosial.

Menurut Fadli, sudah bukan saatnya lagi di Indonesia akun-akun fiktif bisa ada dan sembarangan membuat komentar atau pernyataan. Fadli menyebutnya sebagai istilah 'pasukan nasi bungkus' yang sering menyerang Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

"Saya kira sudah waktunya turun tangan pemerintah atau institusi yang berwenang dalam hal ini untuk mengatur. Sehingga orang tahu, sehingga demokrasi kita itu jelas. Di Singapura tidak bisa, di Malaysia tidak bisa orang dengan seenaknya membuat akun seperti itu, jadi ada kontrol," kata Fadli, Rabu (23/4/2014).

Fadli menilai Indonesia terlalu liberal, bahkan lebih dibandingkan dengan Amerika. Amerika saja, kata dia, kepemilikan akun media sosial dibatasi.

"Itu, kan keprihatinan terhadap maraknya dunia sosial media. Menurut saya, sekarang ini kita negara liberal, tetapi terlalu liberal. Di negara liberal seperti di Amerika itu sendiri dibatasi. Tidak boleh orang sembarangan bikin akun palsu dan memfitnah orang seperti itu," kata dia.

Sekadar informasi, untuk meredam serangan 'pasukan nasi bungkus' di dunia maya, Gerindra membuat tim online khusus. Tim tersebut bertugas untuk membuat perimbangan untuk melakukan kampanye positif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cawapres yang Bisa Berantas Mafia Ekonomi dan Hukum Jadi Dambaan Pendukung Jokowi

Cawapres yang Bisa Berantas Mafia Ekonomi dan Hukum Jadi Dambaan Pendukung Jokowi

News | Kamis, 24 April 2014 | 09:29 WIB

Wasekjen PKB: "Isyarat Langit" Jokowi Menang

Wasekjen PKB: "Isyarat Langit" Jokowi Menang

News | Rabu, 23 April 2014 | 21:08 WIB

Ini Dia Syarat Jadi Relawan Jokowi

Ini Dia Syarat Jadi Relawan Jokowi

News | Rabu, 23 April 2014 | 19:12 WIB

 PDI Perjuangan Pastikan Nasdem Tidak Minta Posisi Menteri

PDI Perjuangan Pastikan Nasdem Tidak Minta Posisi Menteri

News | Rabu, 23 April 2014 | 16:37 WIB

Terkini

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:13 WIB

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Harga HP Tecno RAM 8 GB Terbaru, Mulai Rp1 Jutaan Spek Menawan

Harga HP Tecno RAM 8 GB Terbaru, Mulai Rp1 Jutaan Spek Menawan

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 08:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 08:00 WIB

Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur

Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur

Bali | Minggu, 13 September 2026 | 07:58 WIB

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama, Pasokan Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Dekade

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama, Pasokan Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Dekade

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 07:53 WIB

Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Weton dan Primbon Jawa

Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Weton dan Primbon Jawa

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 07:45 WIB

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:25 WIB

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 07:18 WIB

×