Empasan Gelombang Capai 40 Meter, Ratusan Nelayan Tidak Berani Melaut

Ruben Setiawan

Kamis, 01 Mei 2014 | 22:09 WIB
Empasan Gelombang Capai 40 Meter, Ratusan Nelayan Tidak Berani Melaut
Ilustrasi gelombang. (Shutterstock)

Suara.com - Gelombang pasang yang terjadi di pesisir Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat mengakibatkan ratusan nelayan tidak bisa melaut.

M Jon, salah seorang nelayan, Kamis (1/5/2014), mengatakan dirinya bersama nelayan lainnya sudah beberapa hari ini tidak melaut karena gelombang pasang.

"Kami tidak ada penghasilan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kami mengambil dari simpanan yang ada," katanya.

Namun sejumlah nelayan yang kemungkinan tidak memiliki simpanan, untuk sementara mencari pekerjaan lain seperti menjadi buruh bangunan, berjualan dan ada pula yang benar-benar menganggur.

"Kondisi gelombang pasang seperti ini sudah terjadi setiap tahun, dan ini dampak peralihan dari musim hujan ke kemarau. Kita memperkitakan paling lama 10 hari," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram HM Kemal Islam mengatakan, sejumlah lingkungan yang terkena gelombang pasang dengan ketinggian empat meter antara lain, Lingkungan Kampung Melayu, Bangsal, Kampung Bugis, Pondok Prasi, Bintaro dan Bagek Kembar.

Ia mengatakan, kendati ketinggian gelombang hanya mencapai tiga hingga empat meter, namun empasan air laut mencapai sekitar 30-40 meter, sehingga air masuk ke rumah penduduk.

Diakuinya, akibat gelombang pasang tersebut ratusan nelayan di kawasan pesisir belum berani melaut, kendati pada sekitar pukul 12.00 Wita, ketinggian gelombang sedikit menurun.

Kemal mengatakan, dari hasil pemantauan di lapangan, kondisi ekonomi masyarakat pesisir masih bisa ditanggani, meski hingga saat ini bantuan paket sembako belum diturunkan.

"Akan tetapi, jika sudah ada permintaan dari masyarakat terkait dengan bantuan sembako, kami siap menyalurkan," katanya.

Dikatakan, pihaknya masih menyiagakan puluhan anggota tim reaksi cepat (TRC), tagana, dan satuan tugas penanggulangan bencana PMI Kota Mataram.

Selain bertugas memantau dan melaporkan setiap perubahan kondisi di lapangan, tim tersebut juga siap memerima masukan dari warga sekitar pesisir terkait dengan langkah dan kebutuhan warga pesisir. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jakarta Diminta Waspadai Potensi Gelombang Pasang yang Berbarengan dengan Hujan Lebat

Jakarta Diminta Waspadai Potensi Gelombang Pasang yang Berbarengan dengan Hujan Lebat

Tekno | Sabtu, 15 Oktober 2022 | 03:05 WIB

Bulan Stroberi Super dan Purnama Rusa Akan Hiasi Langit Mulai 14 Juni

Bulan Stroberi Super dan Purnama Rusa Akan Hiasi Langit Mulai 14 Juni

Tekno | Senin, 13 Juni 2022 | 15:30 WIB

Terkini

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Semarang Suarakan Lima Tuntutan hingga Malam

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Semarang Suarakan Lima Tuntutan hingga Malam

Jawa Tengah | Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:03 WIB

Eks Kepala BBPJN Sumut Jadi Tersangka Korupsi, Diduga Terima Rp300 Juta

Eks Kepala BBPJN Sumut Jadi Tersangka Korupsi, Diduga Terima Rp300 Juta

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:54 WIB

7 Arti Mimpi Gempa Bumi Tapi Selamat Menurut Islam dan Primbon

7 Arti Mimpi Gempa Bumi Tapi Selamat Menurut Islam dan Primbon

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:50 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, 4 ASN Ogan Ilir Hendak Konsultasi ke BKN dan Kemendagri

KMP Batumandi Terbakar di Merak, 4 ASN Ogan Ilir Hendak Konsultasi ke BKN dan Kemendagri

Sumsel | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:44 WIB

Ketika Penyandang Disabilitas Tak Berjuang Sendiri, Akses Layanan dan Kesempatan Berkarya Dibuka

Ketika Penyandang Disabilitas Tak Berjuang Sendiri, Akses Layanan dan Kesempatan Berkarya Dibuka

Jabar | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:42 WIB

Perluasan Akses Pasar Internasional & Digitalisasi Domestik Kunci Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Perluasan Akses Pasar Internasional & Digitalisasi Domestik Kunci Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Fundamental Ekonomi Terjaga, Manfaat Kian Dirasakan Masyarakat

Fundamental Ekonomi Terjaga, Manfaat Kian Dirasakan Masyarakat

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:28 WIB

Polda Jateng Apresiasi Aksi Mahasiswa di Jalan Pahlawan, Massa Diimbau Bubarkan Diri Tertib

Polda Jateng Apresiasi Aksi Mahasiswa di Jalan Pahlawan, Massa Diimbau Bubarkan Diri Tertib

Jawa Tengah | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:26 WIB

Tetap Nyaman Meski Anak Aktif Bergerak, Ini Tips Memilih Activewear untuk Si Kecil

Tetap Nyaman Meski Anak Aktif Bergerak, Ini Tips Memilih Activewear untuk Si Kecil

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:23 WIB

IUP Kristalin Dicabut Demi Antam? Haris Azhar Kritik Klaim Pemulihan Hutan Satgas PKH

IUP Kristalin Dicabut Demi Antam? Haris Azhar Kritik Klaim Pemulihan Hutan Satgas PKH

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:19 WIB

×