Kasus Kematian Murid SDN 09 Jakarta Timur, Polisi Periksa Kakak Kelas

Siswanto | Suara.com

Senin, 05 Mei 2014 | 16:11 WIB
Kasus Kematian Murid SDN 09 Jakarta Timur, Polisi Periksa Kakak Kelas
Wakil Kadisdik Pemprov Jakarta Iis Istaryatiningtyas (merah) dan ibu angkat Renggo, Yosi Puspa Dewi (suara.com/Bowo Raharjo)

Suara.com - Polisi baru menetapkan status SY (13) dan dua temannya sebagai saksi dalam kasus penganiayaan terhadap adik kelasnya di SDN 09 Makassar, Jakarta Timur, Renggo Khadafi (11). Kasus ini jadi sorotan setelah murid kelas 5 itu meninggal dunia di RS Kramatjati, Jakarta Timur, pada Minggu (4/5/2014) dini hari. Penyebabnya, diduga kuat karena kekerasan fisik yang diterima korban.

"Masih diperiksa sebagai saksi, tunggu hasil visum," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto kepada suara.com, Senin (5/5/2014).

Status SY akan meningkat menjadi tersangka apabila hasil autopsi terhadap jenazah Renggo membuktikan bocah ini meninggal karena penganiayaan.

Selama ini, Renggo dirawat oleh ibu angkat bernama Yosi Puspa Dewi (31). Yosi merawat Renggo sejak usia enam tahun di rumahnya, Gang Raban, RT 5, RW 5, Kelurahan Halim Perdanakusuma, Kecamatan Makassar.

Kejadian naas ini berawal dari masalah sepele. Sehabis olahraga, Renggo menyenggol es pisang seharga Rp1.000 yang dipegang SY. Setelah itu, korban meminta maaf, bahkan menggantinya. Namun, SY tetap tak mau terima. Lalu, SY membuntuti Renggo hingga ruangan kelas. Yang terjadi kemudian, Renggo dipukuli SY dan dua temannya di bagian perut, dada, dan bokong.

Keesokan harinya, Selasa (29/4/2014), Renggo tidak masuk sekolah karena demam dan muntah-muntah. Pada Sabtu(3/5/2014) jam 23.00 WIB, Renggo kejang-kejang dan hidung serta mulutnya keluar darah sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Polri Sukanto Kramatjati.

Minggu (4/5/2014) jam 01.00 dini hari, Renggo menghembuskan nafas yang terakhir. Renggo dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum(TPU) Kampung Asem.

Kasus Renggo kemudian ditangani polisi. Untuk keperluan autopsi, liang lahat Renggo digali lagi. Hingga saat ini, hasilnya autopsi belum diumumkan polisi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Makam Murid SDN 09 Jakarta Timur Korban Kakak Kelas Digali Lagi untuk Autopsi

Makam Murid SDN 09 Jakarta Timur Korban Kakak Kelas Digali Lagi untuk Autopsi

News | Senin, 05 Mei 2014 | 15:57 WIB

Ibu Korban: Yang Memukul Renggo Khadafi Tiga Kakak Kelas

Ibu Korban: Yang Memukul Renggo Khadafi Tiga Kakak Kelas

News | Minggu, 04 Mei 2014 | 17:45 WIB

Kasus Anak SDN 09 Tewas Usai Dikeroyok Kakak Kelas akan Dilaporkan ke Jokowi

Kasus Anak SDN 09 Tewas Usai Dikeroyok Kakak Kelas akan Dilaporkan ke Jokowi

News | Minggu, 04 Mei 2014 | 17:25 WIB

Permintaan Terakhir Bocah Kelas 5 SDN Itu yang Bikin Orang Tua Nangis

Permintaan Terakhir Bocah Kelas 5 SDN Itu yang Bikin Orang Tua Nangis

News | Minggu, 04 Mei 2014 | 17:00 WIB

Tragis, Murid SDN 09 Jakarta Timur Tewas Usai Dikeroyok Kakak Kelas

Tragis, Murid SDN 09 Jakarta Timur Tewas Usai Dikeroyok Kakak Kelas

News | Minggu, 04 Mei 2014 | 16:26 WIB

Terkini

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:37 WIB

Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG

Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:56 WIB

'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar

'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:48 WIB

SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!

SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:35 WIB

Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026

Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:52 WIB

Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum

Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:52 WIB

Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik

Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44 WIB

Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global

Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas

Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:23 WIB

Polda Metro Jaya Kini Dijabat Jenderal Bintang 3, Asep Edi Suheri Naik Pangkat Jadi Komjen

Polda Metro Jaya Kini Dijabat Jenderal Bintang 3, Asep Edi Suheri Naik Pangkat Jadi Komjen

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:19 WIB