Politisi Golkar: Tak Mungkin Demokrat Bisa Usung Sri Sultan

Siswanto

Kamis, 15 Mei 2014 | 07:56 WIB
Politisi Golkar: Tak Mungkin Demokrat Bisa Usung Sri Sultan
Debat Konvensi Capres Partai Demokrat di Puri Agung Ballroom Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta [suara.com/ Adrian Mahakam]

Suara.com - Partai Demokrat membidik politisi senior Partai Golkar, Sri Sultan Hamengku Buwono X, untuk diusung menjadi calon presiden (capres). Kemudian calon wakil presiden (cawapres) –nya berasal dari hasil konvensi yang diselenggarakan Partai Demokrat.

Wacana mengusung Raja Jawa muncul karena berdasarkan survei terakhir terhadap 11 peserta konvensi capres, tingkat elektabilitas mereka masih rendah atau kalah jauh bila dibandingkan elektabilitas yang dimiliki capres dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi). Untuk menyiasatinya, beberapa petinggi Demokrat kemudian menggagas untuk meminang Sultan karena tingkat elektabilitasnya, terutama di Pulau Jawa, sangat tinggi.

Menanggapi wacana tersebut, politisi senior Partai Golkar Anton Lesiangi mengaku pesimistis bakal menjadi kenyataan. Antara lain, karena perolehan suara Partai Demokrat di Pemilu Legislatif hanya 10,19 persen. Artinya, tidak memenuhi apa yang dipersyaratkan oleh UU. Yakni, dalam pengajuan pasangan capres dan cawapres, partai politik atau gabungan partai politik wajib memenuhi syarat minimal perolehan kursi sebanyak 20 persen dari jumlah kursi di DPR pada Pemilu Legislatif 2014, yaitu sebanyak 112 kursi, atau syarat minimal perolehan suara sah 25 persen dari jumlah suara sah nasional dalam Pileg 2014, yaitu sebanyak 31,243,123 suara.

“Partai Demokrat tidak bisa mendahului UU, karena peserta konvensi capres Demokrat itu semuanya pada dasarnya perorangan. Tidak datang dari partai. Partainya ya Demokrat. Perolehan suara partai itu kan dinomor empat, jumlahnya 10,19 persen. Berarti masih kurang 9,81 persen dan itu tidak sedikit. Lalu, siapa yang akan mengisi (kekurangan)?. Partai mana?, tidak ada, sehingga tidak bisa (mengusung Sultan),” kata Anton kepada suara.com, Kamis (15/5/2014).

Kemudian Anton mempertanyakan apakah kekurangan tersebut akan diisi Partai Demokrat dengan cara berkoalisi dengan Partai Golkar.

“Apa betul Golkar mau kerjasama (dengan Demokrat), kan tidak jelas. Jadi, kita juga jangan sembarangan, nanti kita kelihatan bodohnya kita,” kata Anton.

Menurut Anton, era Partai Demokrat bertengger di pemerintahan sudah selesai karena secara hitung-hitungan angka hasil Pemilu Legislatif 2014 tidak memungkinkan untuk itu.

“Apa dipikir Partai Demokrat dengan hasil 10,19 persen, dia lolos. Enggaklah, karena kurang,” ujar Anton.

Kemudian Anton mengandaikan nanti Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) bersedia berkoalisi dengan Partai Demokrat, tetap saja jumlahnya kurang. Pasalnya, Partai Hanura hanya meraih suara 5,26 persen suara di Pileg.

“Hanura bisa gabung, asal Golkar gabung. Masalahnya, Golkar tidak mau karena Ical (Aburizal Bakrie) tidak dapat apa-apa,” katanya.

Anton menilai wajar saja bila ada petinggi Partai Demokrat mewacanakan akan mengusung Sultan. Tapi, katanya, realitanya partai berlambang bintang mercy itu sulit. “Jadi, tidak mungkin. Kalau wacana sih bisa saja. Boleh saja. tapi kan tidak sampai (angkanya),” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sutan Bhatoegana Tersangka, Demokrat Siap Sediakan Pengacara

Sutan Bhatoegana Tersangka, Demokrat Siap Sediakan Pengacara

News | Kamis, 15 Mei 2014 | 07:02 WIB

Hari Ini, SBY Umumkan Hasil Konvensi Capres Demokrat

Hari Ini, SBY Umumkan Hasil Konvensi Capres Demokrat

News | Kamis, 15 Mei 2014 | 06:37 WIB

MS Hidayat: Golkar Buka Pintu Koalisi dengan Demokrat

MS Hidayat: Golkar Buka Pintu Koalisi dengan Demokrat

News | Rabu, 14 Mei 2014 | 19:40 WIB

Kemana Partai Demokrat Berlabuh?

Kemana Partai Demokrat Berlabuh?

News | Rabu, 14 Mei 2014 | 09:57 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×