Mantan PM Malaysia: MH370 Hilang, Tanyakan Pada Boeing dan CIA

Ruben Setiawan Suara.Com
Senin, 19 Mei 2014 | 13:24 WIB
Mantan PM Malaysia: MH370 Hilang, Tanyakan Pada Boeing dan CIA
Mantan Pendana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad berkunjung ke kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di jalan Teuku Umar Jakarta, Senin (14/4). [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Produsen pembuat pesawat Boeing dan Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) adalah dua pihak yang seharusnya ditanyai soal hilangnya pesawat MH370. Pendapat tersebut dikemukakan oleh mantan Perdana Menteri Malaysia Dr. Mahathir Muhammad.

"Seseorang menyembunyikan sesuatu. Tidak adil jika maskapai Malaysia Airlines (MAS) dan Malaysia yang dipersalahkan," kata Mahathir melalui blognya, Chedet.cc.

Dalam 11 paragraf tulisannya, Mahathir mengungkapkan sudut pandang dan teorinya terkait situasi yang terjadi. Mahathir juga mengatakan ada sesuatu yang luput dari perhatian. Media pun tidak memuat apapun tentang Boeing atau CIA.

"Mereka dapat mendarat dengan selamat atau bisa pula jatuh, tapi pesawat tidak mungkin hilang begitu saja. Hal itu tidak mungkin terjadi di era sekarang ini dengan sistem komunikasi serba canggih dan kapasitas penyimpanan besar dan hampir tidak terbatas," kata Mahathir.

Menurut Mahathir, sistem pelacakan pesawat sengaja dinonaktifkan. Mahathir cukup yakin bahwa data pesawat tersebut direkam oleh satelit.

"MH370 adalah sebuah pesawat Boeing 777. Pesawat itu dibuat dan diperlengkapi oleh Boeing, dengan demikian, semua komunikasi dan peralatan GPS telah dipasang oleh Boeing," kata Mahathir.

"Jika mereka rusak atau memang dinonaktifkan, Boeing pasti tahu bagaimana caranya dan tentu Boeing akan membuatnya tidak mudah dinonaktifkan karena perangkat tersebut sangatlah vital untuk keselamatan dan operasi pesawat tersebut," imbuhnya.

Selain itu, Mahathir menambahkan pula bahwa pada tahun 2006, Boeing telah mendapat hak paten untuk sebuah sistem canggih. Sistem itu dapat mengambil alih kendali pilot, sehingga pesawat bisa diterbangkan ke lokasi lain yang diinginkan.

Apa yang diungkap Mahathir bukan tanpa dasar. Dia mengutip sebuah tulisan John Croft tertanggal 1 Desember 2006 yang dimuat di Flightglobal.com. Croft menyebutkan tentang sebuah sistem autopilot yang bisa diaktifkan, baik oleh pilot, sensor, atau badan pemerintah seperti Badan Intelijen Amerika (CIA), jika ada teroris yang mencoba mengambil alih pesawat. (Asia One)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI