Di Betlehem, Paus Fransiskus Mohon Perdamaian Israel - Palestina

Liberty Jemadu

Minggu, 25 Mei 2014 | 16:33 WIB
Di Betlehem, Paus Fransiskus Mohon Perdamaian Israel - Palestina
Paus Fransiskus berdoa di tembok yang memisahkan Tepi Barat, Palestina dengan Israel, Minggu (25/5) [Reuters/Osservatore Romano].

Suara.com - Paus Fransiskus membuat permohonan pada Minggu (25/5/2014) di Betlehem, Tepi Barat, Palestina, meminta agar perdamaian antara Palestina dan Israel segera terwujud dan bahwa konflik berkepanjangan antara dua negara tidak bisa diterima.

Di hari kedua kunjungan di Timur Tengah, Fransiskus berkunjung ke Betlehem, tempat yang diyakini sebagai desa kelahiran Yesus. Dia tiba dari Yordania menggunakan helikopter dan menjadi paus pertama yang datang ke Tepi Barat tanpa melewati Israel.

"Demi kebaikan semua pihak, dibutuhkan upaya intensif dan inisiatif untuk melahirkan syarat-syarat terciptanya perdamaian yang stabil berdasarkan keadilan, di atas dasar pengakuan hak setiap individu dan keamanan bersama," kata Fransiskus dalam pidato penerimaan resmi oleh Presiden Palestina, Mahmoud Abbas.

Setelah itu, dalam perjalanan meninjau kamp pengungsi dekat Betlehem, Paus secara tidak terduga berhenti dan keluar dari mobil kepausan di bawah sebuah tembok yang memisahkan Betlehem dari Yerusalem, yang diduduki Israel.

Paus menghabiskan beberapa menit di bawah tembok yang dibangun Israel 10 tahun silam itu. Di tempat itu dia berdoa, menempelkan kepala ke tembok yang menjadi simbol penjajahan atas Palestina, di bawah pengawasan tentara-tentara Israel.

Di tembok yang sama ada sebuah graffiti berbunyi "Bebaskan Palestina".

Sementara itu, pada hari yang sama, di Yerusalem polisi Israel menangkap 26 orang anggota kelompok nasionalis Yahudi, yang berdemonstrasi di salah satu tempat suci Kristiani. Tempat itu diyakini sebagai lokasi Yesus menggelar perjamuan terakhir sebelum wafat disalib.

Kelompok demonstran itu memprotes, menuding pemerintah Israel akan menyerahkan situs itu kepada Gereja Katolik. Padahal mereka yakin situs itu adalah makam Raja Daud. Pemerintah Israel sendiri membantah adanya perjanjian seperti itu.

Adapun negosiasi perdamaian antara Palestina dan Israel yang dimotori oleh Amerika Serikat terhenti bulan lalu. Israel menuding Abbas mensabotase perundingan dengan sepakat untuk bersatu dengan Hamas, kelompok yang menguasai Jalur Gaza.

Fransiskus sendiri memuji Abbas sebagai "pembawa damai", sebelum dia bertolak ke Lapangan Manger untuk menggelar misa. Lapangan Manger berada di dekat situs yang diyakini sebagai tempat kelahiran Yesus.

Di belakang Altar, tempat Fransiskus akan memimpin misa, terdapat sebuah mural yang menunjukkan Yesus mengenakan kafiya, kain bermotif hitam putih khas Palestina. Kain itu populer berkat mendiang Yasser Arafat, yang saat hidupnya selalu mengenakan kain tersebut.

Setelah enam jam di Palestina, Fransiskus baru bertolak ke Israel untuk melanjutkan kunjungannya yang rencananya berlangsung selama tiga hari. Fransiskus mengawali kunjungannya dengan mendarat di Yordania pada Sabtu (24/5/2014). (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kunjungi Palestina, Paus Fransiskus Langkahi Israel

Kunjungi Palestina, Paus Fransiskus Langkahi Israel

News | Minggu, 25 Mei 2014 | 14:34 WIB

Paus Tolak Gunakan Mobil Antipeluru dalam Kunjungan ke Timur Tengah

Paus Tolak Gunakan Mobil Antipeluru dalam Kunjungan ke Timur Tengah

News | Kamis, 15 Mei 2014 | 20:52 WIB

Terkini

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Entertainment | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:42 WIB

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:41 WIB

×