Negara Barat Kritik Israel Atas Pembangunan Pemukiman Yahudi

Ruben Setiawan

Jum'at, 06 Juni 2014 | 11:08 WIB
Negara Barat Kritik Israel Atas Pembangunan Pemukiman Yahudi
Demonstran Palestina tersungkur dekat polisi Israel pada demo peringatan 47 tahun perang Timur Tengah. (Reuters/Ammar Awad)

Suara.com - Rencana Israel membangun sekitar 3.000 rumah baru bagi warga Yahudi di kawasan menuai kritik dari Amerika Serikat (AS), Inggris, Prancis, dan Uni Eropa. Pembangunan pemukiman di tanah Palestina yang diduduki Israel itu merupakan respon terhadap pembentukan pemerintahan baru Palestina.

Departemen Luar Negeri AS melalui juru bicaranya menyatakan langkah yang diambil Israel justru berpotensi meningkatkan ketegangan dengan Palestina.

"Seperti yang selalu kami utarakan, aksi-aksi semacam ini sangat tidak membantu dan kontraproduktif dalam mewujudkan kesepakatan bersama kedua negara... Kami masih memandang bahwa pemukiman-pemukiman tersebut tidak sah dan mendesak kedua belah pihak mengurangi tindakan-tindakan yang tidak membantu sehingga meningkatkan ketegangan serta mementahkan upaya pencarian solusi bersama," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Marie Harf.

"Sulit dipahami bagaimana pemukiman-pemukiman ini berkontribusi terhadap perdamaian," imbuhnya.

Senada dengan AS, Inggris dan Prancis juga melontarkan kritik kepada Israel. Menteri Luar Negeri Inggris William Hague menyesalkan langkah Israel tersebut, sementara pemerintah Prancis, melalui sebuah pernyataan mengatakan, pembangunan pemukiman adalah hambatan bagi pembicaraan damai Israel-Palestina.

"Pemukiman-pemukiman itu ilegal di mata hukum internasional dan merupakan hambatan bagi terciptanya solusi damai kedua negara," bunyi pernyataan tersebut.

Uni Eropa juga angkat bicara. Serikat ekonomi dan politik itu mengaku kecewa dengan apa yang dilakukan Israel.

"Kami menyerukan pada pemerintah Israel untuk mengurungkan keputusan yang telah diambil dan memusatkan segala daya upaya untuk memulai kembali perundingan damai," kata Uni Eropa melalui sebuah pernyataan di Brussel, Belgia.

Uni Eropa, sama seperti AS, juga sudah mengutarakan niatnya bekerja sama dengan pemerintah Palestina. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintahan Baru Palestina Terbentuk, Israel Akan Tambah Ribuan Rumah

Pemerintahan Baru Palestina Terbentuk, Israel Akan Tambah Ribuan Rumah

News | Jum'at, 06 Juni 2014 | 03:43 WIB

Dua Faksi Bertikai Palestina Bentuk Pemerintahan Baru

Dua Faksi Bertikai Palestina Bentuk Pemerintahan Baru

News | Selasa, 03 Juni 2014 | 06:58 WIB

Terkini

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:00 WIB

Rantai Hingga Alat Bor Jadi Bukti, Ini Sederet Alat Siksa Penyekapan di Percetakan Senen

Rantai Hingga Alat Bor Jadi Bukti, Ini Sederet Alat Siksa Penyekapan di Percetakan Senen

News | Senin, 29 Juni 2026 | 18:47 WIB

×