Jokowi-JK: Yang Baik Pasti Dilanjutkan, Tapi Banyak yang Harus Diperbaiki

Arsito Hidayatullah

Senin, 09 Juni 2014 | 21:10 WIB
Jokowi-JK: Yang Baik Pasti Dilanjutkan, Tapi Banyak yang Harus Diperbaiki
Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) ketika bersiap ke RSPAD (22/5/2014). [Suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Dalam segmen kedua Debat Capres-Cawapres perdana yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Senin (9/6/2014) malam, di Balai Sarbini, Jakarta, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) menegaskan bahwa mereka siap melanjutkan apa-apa yang sudah baik di pemerintahan sebelumnya. Namun, mereka juga menegaskan bahwa ada banyak hal yang jelas-jelas harus diperbaiki.

Hal itu disampaikan Jokowi dan JK saat menjawab pertanyaan moderator, soal kesinambungan program pemerintahan, tepatnya lagi terkait evaluasi program pemerintahan saat ini dan rencana mereka ke depan. Berbicara lebih awal, Jokowi menegaskan bahwa perencanaan jangka panjang jelas penting artinya, karena tidak mungkin pembangunan terpotong-potong atau tergantung gaya pemimpinnya.

"Sehingga menurut saya, siapa pun presidennya, yang baik akan kita lanjutkan, yang tidak baik akan kita perbaiki," kata Jokowi. "Tetapi, ada hal-hal yang prinsip yang juga harus kita isikan. Juga hal-hal yang berkaitan dengan ideologi ke progam-program yang ingin kita kerjakan," sambungnya.

"Artinya, kita tidak ingin tinggalkan rencana jangka panjang, jangka menengah yang sudah ada, karena itu sebuah haluan. Tetapi yang berkaitan dengan ideologi, prinsip, tetap akan kita masukkan," tambah Jokowi lagi.

Mendapatkan kesempatan menambahkan, JK pun membenarkan bahwa tentunya ada yang berkaitan dengan target-target utama tujuan berbangsa, itu akan dilanjutkan. Dalam hal ini terutama menurutnya adalah terkait pemerintahan yang demokratis, pembangunan ekonomi, kesejahteraan rakyat, berpijak pada hukum, dan lain-lain.

"Tapi tentu pemerintah ke depan itu akan mengevaluasi. Contohnya, ekonomi yang merosot, defisit banyak, soal anggaran, dan lain-lain. Maka itu tentu ke depan kita evaluasi. Semua itu harus dikoreksi sehingga lebih baik lagi," ungkap JK.

"Bahwa itu harus dikoreksi, itu jelas. Itu gunanya pemerintahan (yang baru). Tanpa ada perubahan, tidak ada gunanya pemerintahan. Sistem. Sistem pemerintahan yang lebih baik itu adalah yang transparan, yang terbuka, yang bisa masyarakat mencermati programnya. Itu pemerintahan yang baik yang ingin kita capai," tambahnya pula.

"Menurut saya, rencana itu penting. Tapi yang paling penting adalah pelaksanaan, bagaimana eksekusinya di lapangan. Juga pengawasan dari rencana, program-program itu. Manajemen pengawasan dari detik ke detik, menit ke menit, hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan. Itu yang harus kita galakkan," timpal Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Panggil Menteri dan Wamen ke Istana, Prabowo Bahas Biaya Perjalanan Haji

Panggil Menteri dan Wamen ke Istana, Prabowo Bahas Biaya Perjalanan Haji

News | Senin, 28 September 2026 | 15:09 WIB

Jokowi Hanya Jadi Role Model Kader PSI, Pakar: Bukan Panutan Masyarakat Luas

Jokowi Hanya Jadi Role Model Kader PSI, Pakar: Bukan Panutan Masyarakat Luas

News | Senin, 28 September 2026 | 11:56 WIB

Greenpeace: BPGMN Akan Sia-sia Tanpa Komitmen Lindungi Gambut

Greenpeace: BPGMN Akan Sia-sia Tanpa Komitmen Lindungi Gambut

News | Senin, 28 September 2026 | 11:41 WIB

Jokowi Sesumbar PSI Jadi 'Ancaman', Pengamat: Tanda Pecah Kongsi dengan Prabowo

Jokowi Sesumbar PSI Jadi 'Ancaman', Pengamat: Tanda Pecah Kongsi dengan Prabowo

News | Senin, 28 September 2026 | 11:27 WIB

Jokowi Belum Beri Dampak Signifikan, PSI Dinilai Masih Jadi Partai Gurem

Jokowi Belum Beri Dampak Signifikan, PSI Dinilai Masih Jadi Partai Gurem

News | Senin, 28 September 2026 | 11:23 WIB

Peluang Gantikan Kaesang Terbuka Lebar, IPO: Akan Berbeda jika Jokowi Sendiri yang Memimpin PSI

Peluang Gantikan Kaesang Terbuka Lebar, IPO: Akan Berbeda jika Jokowi Sendiri yang Memimpin PSI

News | Senin, 28 September 2026 | 10:52 WIB

Jokowi Sebut PSI Mulai Ditakuti, Grace: Jangan Ditakuti, Kami Masih Partai Kecil

Jokowi Sebut PSI Mulai Ditakuti, Grace: Jangan Ditakuti, Kami Masih Partai Kecil

News | Senin, 28 September 2026 | 09:30 WIB

Jokowi Tunjukkan KTA PSI, Analis: Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029

Jokowi Tunjukkan KTA PSI, Analis: Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029

News | Senin, 28 September 2026 | 09:15 WIB

Grace Natalie Buka Suara soal Rumor Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI

Grace Natalie Buka Suara soal Rumor Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI

News | Senin, 28 September 2026 | 09:02 WIB

Jokowi Tunjukkan KTA PSI, Grace Natalie Ungkap Pesannya untuk Pengurus dan Kader

Jokowi Tunjukkan KTA PSI, Grace Natalie Ungkap Pesannya untuk Pengurus dan Kader

News | Senin, 28 September 2026 | 07:46 WIB

Terkini

Bau Tak Sedap Antar Warga pada Temuan Pilu, Pria 64 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos

Bau Tak Sedap Antar Warga pada Temuan Pilu, Pria 64 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos

Jawa Tengah | Senin, 28 September 2026 | 16:46 WIB

Wajib Halal Oktober 2026 Bukan Lartas Impor, Kemendag Bilang Begini

Wajib Halal Oktober 2026 Bukan Lartas Impor, Kemendag Bilang Begini

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 16:46 WIB

5 Cara Menghilangkan Bau Ketiak di Baju yang Membandel, Praktis Modal Bahan Dapur

5 Cara Menghilangkan Bau Ketiak di Baju yang Membandel, Praktis Modal Bahan Dapur

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 16:44 WIB

Pertamina Dorong UMK Naik Kelas dan Siap Hadapi Buyer Global

Pertamina Dorong UMK Naik Kelas dan Siap Hadapi Buyer Global

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 16:44 WIB

Kondisi Emil Audero Jelang Timnas Indonesia vs Malaysia Bikin Rayo Vallecano Lega

Kondisi Emil Audero Jelang Timnas Indonesia vs Malaysia Bikin Rayo Vallecano Lega

Bola | Senin, 28 September 2026 | 16:43 WIB

Nandhur Srawung di Jogja: Ajang Jambore Nasional Pemilik Xpander se-Nusantara

Nandhur Srawung di Jogja: Ajang Jambore Nasional Pemilik Xpander se-Nusantara

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 16:40 WIB

VICI Borong Saham Asing, Bidik Target Ini

VICI Borong Saham Asing, Bidik Target Ini

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 16:39 WIB

Harga Bekas 3 Mobil Pabrikan Otomotif Jepang yang Sudah Disuntik Mati di Indonesia pada 2025

Harga Bekas 3 Mobil Pabrikan Otomotif Jepang yang Sudah Disuntik Mati di Indonesia pada 2025

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 16:35 WIB

Pakar Hukum Ingatkan RUU Perampasan Aset Jangan Berubah Jadi Alat Politik

Pakar Hukum Ingatkan RUU Perampasan Aset Jangan Berubah Jadi Alat Politik

News | Senin, 28 September 2026 | 16:34 WIB

Gibran Minta Hasil Investigasi Dugaan Keracunan MBG Batang Dibuka Transparan

Gibran Minta Hasil Investigasi Dugaan Keracunan MBG Batang Dibuka Transparan

News | Senin, 28 September 2026 | 16:31 WIB

×