PBNU: Kampanye Fitnah Hilangkan Kepercayaan kepada Pemimpin

Doddy Rosadi

Selasa, 24 Juni 2014 | 17:01 WIB
PBNU: Kampanye Fitnah Hilangkan Kepercayaan kepada Pemimpin
Para capres dan cawapres dalam deklarasai pemilu damai dan berintegritas.

Suara.com - Menjelang pemilu presiden 2014, masyarakat diminta mencermati setiap sumber informasi yang diterima. Karena, kata Rais Syuriah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, sejumlah media massa belakangan kerap menyebar fitnah yang menyudutkan salah satu pasangan.

“Warga mesti selektif dalam menerima informasi, entah dari media cetak, elektronik, atau lainnya. Carilah informasi dari sumber-sumber terpercaya,” imbau Ahmad Ishomuddin, seperti dilansir dari laman resmi NU, Selasa (24/6/2014).

Kiai Ishomuddin berharap masing-masing pasangan capres-cawapres, tim sukses, dan para pendukung untuk menghentikan setiap aksi kampanye fitnahyang bisa merusak keharmonisan antarsesama dan citra calon pemimpin yang diserang.

Menurut dia, kompetisi dalam meraih simpati dan dukungan seharusnya dilakukan dengan menjunjung tinggi kejujuran dan menunjukkan kelebihan, bukan dengan merendahkan pihak saingan.

Kampanye fitnah dapat menghilangkan kepercayaan. Hilangnya kepercayaan kepada pemimpin itu membahayakan negara,” ujarnya.

Pernyataan resmi PBNU terkait Pilpres 2014 yang diterbitkan akhir April lalu juga mengimbau kepada warga NU dan segenap anak bangsa pada umumnya untuk menjaga ikatan tali persaudaraan (ukhuwwah), kendati terjadi perbedaan pilihan dan dukungan di antara mereka.

“Kita wajib bersama-sama menciptakan iklim dan suasana damai, jauh dari hiruk pikuk provokasi dan agitasi yang mengancam keutuhan bangsa dan negara,” bunyi pernyataan yang ditandatangani Pejabat Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi-JK Diminta Klarifikasi Kekayaan

Jokowi-JK Diminta Klarifikasi Kekayaan

News | Selasa, 24 Juni 2014 | 17:18 WIB

Sebut Nama SBY, Ruhut Dilaporkan ke Dewan Kehormatan Partai Demokrat

Sebut Nama SBY, Ruhut Dilaporkan ke Dewan Kehormatan Partai Demokrat

News | Selasa, 24 Juni 2014 | 14:47 WIB

Buntut Konferensi Pers Soal DKP, Wiranto Dipanggil Bawaslu

Buntut Konferensi Pers Soal DKP, Wiranto Dipanggil Bawaslu

News | Selasa, 24 Juni 2014 | 14:00 WIB

Timses Prabowo Sudah 13 Kali Laporkan Kampanye Jokowi ke Bawaslu

Timses Prabowo Sudah 13 Kali Laporkan Kampanye Jokowi ke Bawaslu

News | Selasa, 24 Juni 2014 | 12:42 WIB

Terkini

Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau

Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:57 WIB

Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi

Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:43 WIB

Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri

Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:34 WIB

Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya

Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:12 WIB

Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi

Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:06 WIB

Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi

Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:55 WIB

3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan

3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:50 WIB

Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa

Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:47 WIB

Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?

Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:33 WIB

Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto

Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:00 WIB