Rubah Berkepala Perempuan Jadi Tontonan Menarik di Pakistan

Ruben Setiawan

Kamis, 26 Juni 2014 | 06:30 WIB
Rubah Berkepala Perempuan Jadi Tontonan Menarik di Pakistan
Mumtaz Begum, rubah berkepala perempuan yang menjadi tontonan menarik di Pakistan. (Reuters/khtar Soomro)

Suara.com - Seekor rubah berkepala perempuan manusia menjadi tontonan warga di Kebun Binatang Karachi, Pakistan. Rubah bernama Mumtaz Begum itu pandai bicara dan ramah pada siapapun yang mengunjunginya.

Mumtaz Begum, si rubah berkepala perempuan itu berbaring di atas peraduan yang terbuat dari kayu. Tempat tidur itu ditempatkan dalam sebuah kandang khusus. Sebagian kepalanya ditutupi dengan kerudung berwarna merah jambu.

Pengunjung yang datang, biasanya menyampaikan beragam pertanyaan. Semuanya berkaitan dengan masa depan, karena konon, Mumtaz adalah peramal yang ulung. Tak sedikit anak-anak sekolah yang bertanya tentang hasil ujian sekolah yang baru saja mereka ikuti. Banyak pula ibu-ibu yang menanyakan kapan putri-putri mereka akan menikah.

"Saya senang berbicara dengannya, Saya sangat bahagia. Saya senang datang ke sini," tutur Mohammad Osama, seorang anak kelas enam yang baru saja menemui Mumtaz.

Ketika ditanyai soal bagaimana Mumtaz bisa begitu sabar meladeni para pengunjung, si rubah berkepala perempuan mengaku senang puas melakukan hal itu.

"Orang-orang yang datang ke sini, selalu pulang membawa kebahagiaan. Mengetahui mereka senang, saya jadi ikut senang," kata Mumtaz.

"Ada ikatan antara saya dan mereka. Hidup sangat singkat, maka harus dimanfaatkan untuk berbagi kebahagiaan," sambungnya.

Sebenarnya, Mumtaz bukanlah mahluk jadi-jadian. Adalah Murad Ali, lelaki berusia 33 tahun yang ada di balik sosok Mumtaz. Dia duduk di bahwa tempat tidur itu dan menyembulkan kepalanya saja keluar. Disampingnya dipasang tiruan badan rubah, sehingga nampak seolah-olah menyatu dengan kepalanya.

Mumtaz Begum adalah mahluk mitos berupa rubah berkepala perempuan. Maka Murad sengaja berdandan bak perempuan dan memakai kerudung. Setiap harinya, Murad berakting selama 12 jam. Pekerjaan itu ia wariskan dari ayahnya.

Menurut direktur kebun binatang, Mohammad Fahim Khan, tidak sembarang orang bisa berperan menjadi Mumtaz. Menurutnya, Murad dipilih karena memang punya talenta yang sesuai. Lelaki itu menguasai beragam bahasa setempat dan pandai berakting. Untuk berkunjung dan berbicara langsung dengan Mumtaz, setiap pengunjung diminta untuk membayar tiket seharga 10 Rupee atau setara dengan Rp1250. (Reuters/Dailymail)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hakim dan Jaksa Minta Maaf di Kuburan Terdakwa, Ternyata Bukan Koruptor

Hakim dan Jaksa Minta Maaf di Kuburan Terdakwa, Ternyata Bukan Koruptor

News | Selasa, 26 Agustus 2025 | 19:18 WIB

Geger! Ketahuan Selingkuh, Pria di Bogor Nekat Lempar HP ke Danau, Ending-nya Malah Begini

Geger! Ketahuan Selingkuh, Pria di Bogor Nekat Lempar HP ke Danau, Ending-nya Malah Begini

News | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 22:29 WIB

Terkini

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:55 WIB

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:36 WIB

KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik

KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:50 WIB

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:18 WIB

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:31 WIB

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB