Ayah Gorok Leher Putrinya yang Menikah Tanpa Izin

Arsito Hidayatullah

Minggu, 29 Juni 2014 | 16:21 WIB
Ayah Gorok Leher Putrinya yang Menikah Tanpa Izin
Ilustrasi. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang ayah tega membunuh putrinya yang berusia remaja beserta suami yang baru saja dinikahinya, dengan menyembelih leher mereka. Berdasarkan keterangan polisi setempat, pembunuhan itu dilakukan karena pasangan tersebut menikah tanpa persetujuan keluarga.

Sebagaimana keterangan polisi setempat di sebuah desa di Pakistan, awalnya remaja putri berusia 17 tahun dan suaminya (31) itu dibujuk pulang oleh ayah-ibu si perempuan. Mereka dipanggil ke rumah dengan janji akan ada penyampaian persetujuan dari pihak keluarga.

Hanya saja ternyata, begitu keduanya sampai di rumah itu, mereka langsung diserang dan kemudian dibunuh.

"Ketika pasangan itu sampai di rumah, mereka diikat dengan tali. Lalu dia (ayah si perempuan) langsung menggorok leher mereka," ungkap petugas polisi setempat, Rana Zashid, seperti dikutip situs Mirror.co.uk, Sabtu (28/6/2014).

Pasangan itu diketahui baru saja menikah pada 18 Juni lalu, tanpa persetujuan keluarga mereka, di Satrah, sebuah desa masyarakat Punjab di wilayah timur Pakistan.

Polisi dilaporkan sudah menahan keluarga tersebut. Pihak keluarga sendiri mengaku alasan pembunuhan itu adalah karena mereka malu dengan pernikahan Muafia Hussein, nama sang putri, dengan lelaki dari suku yang kurang terhormat.

Untuk diketahui, tradisi di banyak wilayah di Pakistan memang masih menunjukkan dapat diterimanya pembunuhan seorang putri karena dianggap berperilaku tidak pantas. Perilaku "tak pantas" itu sendiri pun bervariasi, mulai dari bernyanyi, melongok ke luar jendela rumah, hingga berbicara dengan lelaki yang bukan keluarga. Menikahi lelaki pilihan sendiri, kerap dianggap sebagai sebuah penghinaan besar oleh seorang perempuan pada keluarganya.

Pihak Komnas HAM Pakistan mencatat, setidaknya sebanyak 869 "pembunuhan demi kehormatan" terjadi pada sepanjang tahun lalu saja, yang berarti ada beberapa pembunuhan dalam sehari. Ini berdasarkan data dari laporan media massa, yang dengan demikian angkanya berpotensi jauh lebih tinggi karena banyak yang tak dilaporkan.

Pemerintahan yang lemah di Pakistan, yang sejauh ini masih kesulitan mengurusi perekonomian selain juga penentangan dari Taliban, tidak bisa berbuat apa-apa terhadap masalah ini. Mereka tidak bisa menghimpun dan memiliki data statistik mengenai itu, serta belum punya strategi apa pun guna mengatasinya.

Hukum di Pakistan juga mengatur bahwa jika pembunuh seorang perempuan telah divonis pun, dia bisa saja dimaafkan oleh keluarga si perempuan (korban). Dalam kasus serupa, banyak keluarga bahkan sengaja mengajukan satu nama dari mereka sebagai pembunuh, sebelum lantas memberikan maaf untuknya.

Setidaknya, seperti catatan Zia Kiyyani, seorang pengacara di daerah Muzaffargarh, itu pulalah yang terjadi pada awal pekan lalu. Seorang perempuan muda saat itu dibunuh keluarganya, sebelum suaminya yang juga hendak dibunuh kemudian lari. Tak lama, sang ayah pun melaporkan pembunuhan itu ke aparat hukum, sebelum kemudian mengampuni tersangka pembunuhnya. Kasusnya pun selesai. [Mirror]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penangkapan Massal di Pakistan, 200 Orang Ditahan

Penangkapan Massal di Pakistan, 200 Orang Ditahan

News | Rabu, 25 Juni 2014 | 20:38 WIB

Polisi Keringkan Danau Cari Senjata Pembunuh Perempuan Berhijab

Polisi Keringkan Danau Cari Senjata Pembunuh Perempuan Berhijab

News | Senin, 23 Juni 2014 | 16:12 WIB

Gadis Pakistan Diperkosa dan Digantung di Pohon

Gadis Pakistan Diperkosa dan Digantung di Pohon

News | Sabtu, 21 Juni 2014 | 02:04 WIB

Terkini

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

×