Ketua MK: Quick Count Beda, Itu Normal

Doddy Rosadi

Kamis, 10 Juli 2014 | 16:46 WIB
Ketua MK: Quick Count Beda, Itu Normal
Ketua Mahkamah Konstitusi, Hamdan Zoelva (kiri). (Antara/M Risyal Hidayat)

Suara.com - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva menyatakan perbedaan hasil hitung cepat (quick count) pemilihan umum presiden dan wakil presiden (Pilpres) 2014 dari berbagai lembaga survei adalah hal yang normal.

"Itu mungkin saja, dimanapun tak selalu sama tergantung pendekatan dan metodenya, ada yang ambil sampel 1.000 TPS dengan 3.000 TPS tentu mungkin bisa berbeda. Itu hal normal," kata Hamdan di Jakarta, Kamis, (10/7/2014)

Dia berharap sebaiknya lembaga survei ini membuat satu metode yang sama dan harus disepakati, sehingga tidak berbeda-beda hasilnya.

"Jumlah sampelnya harusnya disamakan juga, karena ini menyangkut negara," kata Hamdan.

Dengan perbedaan ini, lanjut Hamdan, akan membuat sadar masyarakat bahwa hasil quick count bukan hasil resmi dan tidak bisa dijadikan pegangan siapa pemenang hasil pilpres.

Sebanyak 11 lembaga survei, tujuh di antaranya mengungulkan pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla, sedangkan empat diantaranya mengunggulkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Ketujuh lembaga itu adalah Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang menyebutkan Jokowi-JK memperoleh dukungan suara 52 persen dan Prabowo-Hatta 48 persen, Litbang Kompas menyebutkan Jokowi-JK 52,3 persen dan Prabowo-Hatta 47,6 persen, Saiful Mujani Research & Consulting Jokowi-JK 52,8 persen dan Prabowo-Hatta 47,2 persen, Indikator Politik Jokowi-JK 52,6 persen dan Prabowo-Hatta 47,3 persen.

Selanjutnya hitung cepat Radio Republik Indonesia RRI menyebut Jokowi-JK 52,5 persen dan Prabowo-Hatta 47,5 persen, Lingkaran Survei Indonesia Jokowi-JK 53,3 persen dan Prabowo-Hatta 46,7 persen, Populi Center juga mencatat kemenangan Jokowi - Jk 50,95 persen dengan 49,05 persen untuk Prabowo - Hatta.

Sedangkan lembaga yang mengunggulkan Prabowo - Hatta ada empat, yakni Puskaptis memberi perolehan suara 52,05 persen untuk Prabowo - Hatta sedangkan Jokowi - JK 47,95 persen. Kemudian Indonesia Research Center 51,11 persen berbanding, 48,89 persen, Lembaga Survei Nasional 50,56 berbanding 49,94 persen serta Jaringan Suara Indonesia 50,13 berbanding 49,87 persen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengamat: Lembaga Survei Perlu Diaudit

Pengamat: Lembaga Survei Perlu Diaudit

News | Kamis, 10 Juli 2014 | 16:12 WIB

Pakar Hukum: Hitung Cepat Haram Dijadikan Klaim Kemenangan

Pakar Hukum: Hitung Cepat Haram Dijadikan Klaim Kemenangan

News | Kamis, 10 Juli 2014 | 16:06 WIB

Dua Kubu Capres Rayakan Kemenangan, KPU: Silakan Saja

Dua Kubu Capres Rayakan Kemenangan, KPU: Silakan Saja

News | Kamis, 10 Juli 2014 | 15:53 WIB

Seruan Ahmad Dhani untuk Pendukung Prabowo-Hatta

Seruan Ahmad Dhani untuk Pendukung Prabowo-Hatta

Entertainment | Kamis, 10 Juli 2014 | 15:46 WIB

Jokowi: Jangan Ganggu Penghitungan Suara KPU

Jokowi: Jangan Ganggu Penghitungan Suara KPU

News | Kamis, 10 Juli 2014 | 15:43 WIB

Terkini

Stoikisme: Tetap Peduli Sesama tanpa Terjebak dalam Kecemasan, Apakah Bisa?

Stoikisme: Tetap Peduli Sesama tanpa Terjebak dalam Kecemasan, Apakah Bisa?

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 17:05 WIB

5 Masker Wajah untuk Mencerahkan Kulit Kusam Mengandung Niacinamide

5 Masker Wajah untuk Mencerahkan Kulit Kusam Mengandung Niacinamide

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 17:05 WIB

Desil Penyandang Disabilitas Naik ke 6-10, Pertuni Khawatir Bantuan Hilang

Desil Penyandang Disabilitas Naik ke 6-10, Pertuni Khawatir Bantuan Hilang

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:01 WIB

Apakah Boleh Memasukkan Makanan Panas Langsung ke Dalam Kulkas? Ini Penjelasannya

Apakah Boleh Memasukkan Makanan Panas Langsung ke Dalam Kulkas? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 17:00 WIB

Soto Mbak Mar Andalan Warga Nganjuk, Pencinta Kuliner Jawa Timur Merapat!

Soto Mbak Mar Andalan Warga Nganjuk, Pencinta Kuliner Jawa Timur Merapat!

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 17:00 WIB

El Nino Gerus PLTA, PLN Kehilangan 650 MW di Sulawesi

El Nino Gerus PLTA, PLN Kehilangan 650 MW di Sulawesi

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 17:00 WIB

Compang-camping Disikat Maling! JPO Kyai Maja Dekat Kantor Kejagung Ditutup Sementara

Compang-camping Disikat Maling! JPO Kyai Maja Dekat Kantor Kejagung Ditutup Sementara

News | Selasa, 22 September 2026 | 16:59 WIB

Ambisi Besar Kevin Diks di FIFA ASEAN Cup 2026, Ingin Tebus Kegagalan Piala AFF

Ambisi Besar Kevin Diks di FIFA ASEAN Cup 2026, Ingin Tebus Kegagalan Piala AFF

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 16:59 WIB

Dinding Rumah Lembab dan Berjamur? Ini Langkah Tepat Mengecat Ulang agar Tahan Lama

Dinding Rumah Lembab dan Berjamur? Ini Langkah Tepat Mengecat Ulang agar Tahan Lama

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 16:57 WIB

Dear Petani Swadaya, Harga Sawit Riau Pekan Ini Rp3.885 per Kg

Dear Petani Swadaya, Harga Sawit Riau Pekan Ini Rp3.885 per Kg

Riau | Selasa, 22 September 2026 | 16:57 WIB

×