Suara Jokowi-JK Naik di "Real Count" Internal Prabowo-Hatta

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Jum'at, 11 Juli 2014 | 22:37 WIB
Suara Jokowi-JK Naik di "Real Count" Internal Prabowo-Hatta
Prabowo nyoblos di TPS 02 Bojong Koneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu, (9/7). [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Tim kampanye nasional Prabowo-Hatta, Jumat (11/7/2014), kembali merilis update hasil real count yang dilaksanakannya. Namun yang menarik, kali ini suara pasangan Jokowi-JK terus merangkak naik, sementara suara Prabowo-Hatta cenderung menurun.

Disebutkan bahwa dari 67% suara nasional yang sudah masuk dengan jumlah pemilih 88.529.510 orang, Prabowo-Hatta meraup 51,58% dengan 45.663.399 suara, sedangkan Jokowi-JK meraup 48,42% dengan 42.866.111 suara. Dalam hal ini, pihak Prabowo-Hatta mengaku tetap yakin menang, karena suara yang masuk sudah lebih dari 60 persen.

"Suara Prabowo-Hatta mengalami penurunan sekitar 0,1%, sementara Jokowi mengalami kenaikan 0,1%. Kemarin (Kamis) Prabowo-Hatta meraup suara 51,67%, sekarang menurun. Sedangkan pasangan nomor urut 2 meraup suara 48,33%, sekarang naik 0,1% dari total suara yang masuk, dengan total 67%," jelas Fadli Zon dari tim pemenangan Prabowo-Hatta, dalam konferensi pers di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Jumat (11/7).

"Kita yakin kita tetap menang, karena suara yang sudah masuk sudah di atas 60 persen," sambungnya pula.

Seperti diberitakan, dalam penjelasannya kemarin di Rumah Polonia, politisi PKS, Taufik Ridho mengatakan bahwa real count yang diambil pihaknya tersebut bersumber dari dokumen C1.

"Apa yang kami lakukan berbasis saksi yang kami miliki di TPS-TPS. Jadi basisnya adalah C1. Posisinya sekarang kita unggul daripada capres nomor 2," kata Ridho, Kamis (10/7).

Meski begitu, hasil real count ini menurut Ridho, bukanlah sebagai rujukan untuk KPU, melainkan hanyalah dokumen internal pihaknya. Namun dokumen itu menurutnya bisa dijadikan sebagai data pembanding bagi data KPU, sehingga dapat ditemukan perbedaannya jika diperlukan.

"Ini bukan untuk rujukan bagi KPU. Tetapi ini hanya untuk kepentingan internal, dan nantinya sebagai pembanding dengan data KPU," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prabowo Tuding Jokowi Pura-pura Rendah Hati

Prabowo Tuding Jokowi Pura-pura Rendah Hati

News | Sabtu, 12 Juli 2014 | 03:17 WIB

Tim Prabowo-Hatta Kumpulkan Laporan Kecurangan Pilpres

Tim Prabowo-Hatta Kumpulkan Laporan Kecurangan Pilpres

News | Jum'at, 11 Juli 2014 | 21:17 WIB

Tim Prabowo-Hatta Akan Laporkan Direktur Lembaga Survei ke Polisi

Tim Prabowo-Hatta Akan Laporkan Direktur Lembaga Survei ke Polisi

News | Jum'at, 11 Juli 2014 | 20:44 WIB

Koalisi Merah-Putih Akui Kemenangan Jokowi-JK di Surabaya

Koalisi Merah-Putih Akui Kemenangan Jokowi-JK di Surabaya

News | Jum'at, 11 Juli 2014 | 20:12 WIB

Terkini

Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!

Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:34 WIB

Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi

Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan

Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:23 WIB

Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok

Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran

Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:52 WIB

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:51 WIB

Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia

Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:42 WIB

Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut

Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:40 WIB

Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan

Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:33 WIB

Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM

Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:28 WIB