Puskaptis Siap Bubar Bila Jokowi-JK Menang di Pilpres

Siswanto

Sabtu, 12 Juli 2014 | 14:00 WIB
Puskaptis Siap Bubar Bila Jokowi-JK Menang di Pilpres
Ilustrasi. [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Direktur Eksekutif Puskaptis, Husein Yazid, dilaporkan ke Mabes Polri oleh Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI) Jakarta terkait rilis hasil hitung cepat (quick count) penghitungan suara pemilu presiden, Sabtu (12/7/2014).

Menanggapi hal itu, Husein mengaku belum tahu dirinya dilaporkan ke polisi. "Saya tidak tahu, belum tahu. Saya tidak mendengarnya," kata Husein di Cikini, Jakarta Pusat.

PBHI melaporkan Puskaptis dan tiga lembaga survei lainnya, lantaran menilai hasil hitung cepat mereka tidak akurat dan bisa menyesatkan publik.

Menurut Husein, apa yang telah dilakukan lembaganya sudah benar dan yakin pasangan Prabowo Subianto - Hatta Rajasa menang di pilpres.

Dia bertaruh, lembaganya siap dibubarkan bila nanti -- berdasarkan pengumuman KPU -- yang menang Joko Widodo - Jusuf Kalla.

"Kita sangat yakin dengan hasil kita, dimana pasangan Prabowo - Hatta menang karena kita melakukannya di 33 provinsi dengan 1.250 responden dan margin error yang hanya 1 persen," kata Husein.

Husein mendukung audit yang dilakukan terhadap lembaga survei, apalagi bila dilaksanakan secara berkala.

"Saya berani untuk melakukan pengauditan, karena audit itu harus, tetapi harus secara berkala. Kita tidak boleh hanya pada saat tertentu saja, dan yang terpenting adalah kejujuran. Dan kalau Jokowi menang maka Puskaptis siap dibubarkan dan kalau Prabowo-Hatta menang maka lembaga survei yang memenangkan Jokowi harus bubar juga," kata Husein.

Audit lembaga survei dilakukan oleh Persepi. Audit dijalankan dengan apakah metode dan cara kerjanya sudah sesuai kaidah atau belum, termasuk juga sumber dananya.

Seperti diketahui, ada 11 lembaga yang merilis hasil quick count sesaat setelah pemungutan suara usai. Tujuh lembaga mengatakan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai pemenang.

Sedangkan empat lembaga survei lain menyebutkan pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa sebagai pemenang. Empat lembaga inilah yang dilaporkan PBHI.

Untuk menyikapi perbedaan hasil quick count, Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia pun memutuskan untuk mengaudit seluruh lembaga survei anggotanya, untuk memastikan apakah proses dan metodenya dapat dipertanggungjawabkan.

Hasil cuick count bukanlah hasil resmi pilpres. Hasil resmi baru akan dirilis KPU pada 22 Juli 2014.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sanksi Bagi Lembaga Survei Nakal Bisa Dikeluarkan dari Anggota Persepi

Sanksi Bagi Lembaga Survei Nakal Bisa Dikeluarkan dari Anggota Persepi

News | Sabtu, 12 Juli 2014 | 12:28 WIB

Empat Lembaga yang Rilis "Quick Count" Dilaporkan ke Mabes Polri

Empat Lembaga yang Rilis "Quick Count" Dilaporkan ke Mabes Polri

News | Sabtu, 12 Juli 2014 | 11:50 WIB

Menko Polhukam Minta Pers Jelaskan "Quick Count" Bukan Hasil Resmi

Menko Polhukam Minta Pers Jelaskan "Quick Count" Bukan Hasil Resmi

News | Sabtu, 12 Juli 2014 | 08:56 WIB

Terkini

Dugaan Pencatutan Nama Presiden Bayangi Muktamar NU, Klaim Transaksi Suara Capai Rp400 Miliar

Dugaan Pencatutan Nama Presiden Bayangi Muktamar NU, Klaim Transaksi Suara Capai Rp400 Miliar

Jatim | Senin, 28 September 2026 | 09:07 WIB

Peluang Emas Buat UMKM: Jangan Batasi Pasar 'Modest Fashion' Cuma di Segmen Muslim!

Peluang Emas Buat UMKM: Jangan Batasi Pasar 'Modest Fashion' Cuma di Segmen Muslim!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 09:05 WIB

Grace Natalie Buka Suara soal Rumor Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI

Grace Natalie Buka Suara soal Rumor Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI

News | Senin, 28 September 2026 | 09:02 WIB

BI Pertahankan BI-Rate 5,75 Persen di Tengah Tekanan Global

BI Pertahankan BI-Rate 5,75 Persen di Tengah Tekanan Global

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:00 WIB

WNI Terjebak di Hotel saat Banjir Besar di Bangkok

WNI Terjebak di Hotel saat Banjir Besar di Bangkok

News | Senin, 28 September 2026 | 08:51 WIB

OKX Ungkap Cadangan Kripto US$27,4 Miliar, Klaim Lindungi 690 Ribu Pengguna

OKX Ungkap Cadangan Kripto US$27,4 Miliar, Klaim Lindungi 690 Ribu Pengguna

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:51 WIB

5 Tips Memilih Sandal Outdoor yang Bagus dan Awet untuk Temani Petualangan

5 Tips Memilih Sandal Outdoor yang Bagus dan Awet untuk Temani Petualangan

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 08:49 WIB

7 Penyebab Cushion Menggumpal di Cuping Hidung dan Garis Senyum serta Solusinya

7 Penyebab Cushion Menggumpal di Cuping Hidung dan Garis Senyum serta Solusinya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 08:46 WIB

Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional

Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional

News | Senin, 28 September 2026 | 08:33 WIB

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif, Simak Rentang Proyeksi Harga Emas

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif, Simak Rentang Proyeksi Harga Emas

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:29 WIB

×