Persoalan Pilpres yang Digugat Ada Pada Peserta Pemilu Sendiri

Siswanto

Senin, 04 Agustus 2014 | 08:04 WIB
Persoalan Pilpres yang Digugat Ada Pada Peserta Pemilu Sendiri
Segel kotak suara Pemilu Legislatif 2014. (Antara/Irwansyah Putra)

Suara.com - Ketua DPP Partai Nasional Demokrat Ferry Mursidan Baldan mengatakan proses Pilpres 2014 merupakan ujian pembuktian kematangan sikap para elite politik pada proses kontestasi pemilihan umum.

"Ujian itu datang pada saat yang bersamaan dengan meningkatnya animo rakyat untuk terlibat dalam proses penentuan calon presiden pilihannya serta keterlibatan untuk mengawal dan memastikan bahwa pemilu presiden berjalan fair dan bersih mulai dari TPS (tempat pemungutan suara) sampai rekapitulasi suara tingkat nasional di KPU," kata Ferry Mursidan Baldan dalam pernyataan pers, Senin (4/8/2014).

Ferry menambahkan pemilu presiden bagi masyarakat sesungguhnya sudah selesai pada saat TPS ditutup pada 9 Juli lalu karena saat itulah kesempatan mereka menyampaikan pilihannya.

Sedangkan bagi penyelenggara, yakni KPU dan Bawaslu, menurut Ferry, sesuai dengan otoritas yang diberikan oleh Konstitusi dan UU, sudah menyelesaikan tugasnya pada 22 Juli 2014 dengan kinerja yang jauh lebih baik dari pemilu legislatif pada 9 April 2014.

"Pada saat itu rapat pleno KPU sudah menetapkan hasil pemilu presiden melalui proses yang transparan pada semua tingkatan," katanya.

Juru bicara tim kampanye nasional pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla ini menjelaskan persoalan hasil pemilu presiden yang digugat ke Mahkamah Konstitusi, justru ada pada peserta pemilu presiden sendiri, yang tak kunjung menerima hasil penetapan oleh KPU.

Meski UU No 42 tahun 2008 tentang Pemilu Presiden memberi ruang adanya upaya hukum untuk mengajukan sengketa hasil pemilu presiden ke Mahkamah Konstitusi, ada hal yang harus tetap dipertimbangkan.

"Apakah terhadap sengketa hasil yang diajukan, jika nantinya terbukti akan memengaruhi hasil akhir pemilu presiden yang sudah ditetapkan? Apalagi selisih perolehan suaranya sekitar 8,4 juta suara," katanya.

Ferry Mursidan menambahkan menjadi lebih menarik lagi untuk direnungkan yakni adanya 'pengunduran diri dari proses penghitungan suara' salah satu pasangan capres-cawapres seperti yang disampaikan saksi pasangan capres-cawapres nomor urut satu, pada proses rekapitulasi suara tingkat nasional di KPU sedang berjalan, dan KPU sudah mengesahkan rekapitulasi suara di 29 provinsi.

Pada saat itu, kata dia, tinggal beberapa provinsi lagi yang belum direkapitulasi dan disahkan suaranya, yakni Jawa Timur, Maluku Utara, Papua, Sumatera Utara, dan Hasil Luar Negeri (PPLN).

"Pertanyaan kita adalah tentang posisi legal pasangan capres-cawapres nomor urut satu terhadap hasil pilpres," katanya.

Pertanyaan tersebut, menurut dia, pertama, jika mundur dari tahapan pilpres yang sedang berjalan, maka pasangan calon akan terancam pasal 246 UU Pilpres yang mengatur mengenai sanksi pidana dan denda.

Kedua, jika mengajukan sengketa terhadap hasil pilpres, maka yang diajukan harus terhadap keseluruhan hasil (33 provinsi dan 1 luar negeri) yang telah ditetapkan pada 22 Juli 2014.

Sedangkan pasangan capres-cawapres nomor urut satu, kata dia, mengundurkan diri saat penetapan hasil baru berlangsung untuk 29 provinsi, belum keseluruhan, yakni masih minus empat provinsi dan satu luar negeri.

"Itulah sebabnya mengapa Pemilu Presiden 2014 adalah ujian bagi elite-elite partai soal makna demokrasi. Demokrasi, sejatinya adalah jalan yang kita pilih dalam kontestasi politik," katanya.

Anggota DPR RI periode 2004-2009 ini menegaskan demokrasi tidak boleh diartikan baik hanya jika membawa kemenangan bagi diri sendiri dan kalau tidak menang menilai tidak demokratis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hadapi Gugatan Prabowo, 189 Pengacara Siap Kawal Jokowi

Hadapi Gugatan Prabowo, 189 Pengacara Siap Kawal Jokowi

News | Senin, 04 Agustus 2014 | 07:36 WIB

Putra-Putri Papua Layak Masuk Kabinet Jokowi

Putra-Putri Papua Layak Masuk Kabinet Jokowi

News | Senin, 04 Agustus 2014 | 06:37 WIB

Ini 6 Pernyataan Sikap Kubu Prabowo Jelang Sidang MK

Ini 6 Pernyataan Sikap Kubu Prabowo Jelang Sidang MK

News | Minggu, 03 Agustus 2014 | 23:55 WIB

KPU Bongkar Kotak Suara, Fadli Zon: Ini Tindakan Grasak-grusuk

KPU Bongkar Kotak Suara, Fadli Zon: Ini Tindakan Grasak-grusuk

News | Minggu, 03 Agustus 2014 | 22:56 WIB

Terkini

Garena Tomb Busters Buka CBT November 2026, Ada La Llorona sampai Pocong

Garena Tomb Busters Buka CBT November 2026, Ada La Llorona sampai Pocong

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 11:47 WIB

Persib Bandung Ukir Prestasi di Asia, Ferry Paulus Acungi Jempol

Persib Bandung Ukir Prestasi di Asia, Ferry Paulus Acungi Jempol

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 11:45 WIB

7 E-Reader Terbaik untuk Mencegah Mata Lelah, Andalan Pencinta Buku

7 E-Reader Terbaik untuk Mencegah Mata Lelah, Andalan Pencinta Buku

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 11:43 WIB

Jadi Polemik di Sidang Ijazah Palsu Jokowi, Sejak Kapan Sebenarnya Font Times New Roman Ada?

Jadi Polemik di Sidang Ijazah Palsu Jokowi, Sejak Kapan Sebenarnya Font Times New Roman Ada?

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 11:40 WIB

Mako Brimob dan Jejak Jenderal yang Ditahan: Dulu Ferdy Sambo, Kini Listyo Sigit

Mako Brimob dan Jejak Jenderal yang Ditahan: Dulu Ferdy Sambo, Kini Listyo Sigit

News | Jum'at, 06 November 2026 | 11:37 WIB

Wacana Pemakzulan Gibran Menguat, Tapi Elite Parpol Masih Main di Balik Layar

Wacana Pemakzulan Gibran Menguat, Tapi Elite Parpol Masih Main di Balik Layar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 11:36 WIB

Cara Cek NIK Termasuk Penerima PKH atau Bukan, Bisa Dilakukan Lewat HP!

Cara Cek NIK Termasuk Penerima PKH atau Bukan, Bisa Dilakukan Lewat HP!

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 11:35 WIB

Presiden Mundur di Tengah Krisis Perbankan Paraguay, Ini Profil Santiago Pena

Presiden Mundur di Tengah Krisis Perbankan Paraguay, Ini Profil Santiago Pena

News | Jum'at, 06 November 2026 | 11:34 WIB

Rangkuman Lengkap Penyadapan Presiden Prabowo: Penangkapan Jenderal hingga Tersangka Baru

Rangkuman Lengkap Penyadapan Presiden Prabowo: Penangkapan Jenderal hingga Tersangka Baru

News | Jum'at, 06 November 2026 | 11:32 WIB

BPS Ungkap Tingkat Pengangguran RI Didominasi Kalangan Perempuan

BPS Ungkap Tingkat Pengangguran RI Didominasi Kalangan Perempuan

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 11:32 WIB

×