Ditunjuk Jadi Penasihat, Hendropriyono Ingin Tim Kerja Efektif

Laban Laisila

Sabtu, 09 Agustus 2014 | 16:33 WIB
Ditunjuk Jadi Penasihat, Hendropriyono Ingin Tim Kerja Efektif
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara AM Hendropriyono (kiri) [Antara/Yudhi Mahatma]

Suara.com - Dewan Penasihat Tim Transisi Jokowi yang baru saja ditunjuk, AM Hendropriyono, ingin tim yang dipimpin Rini Soemarmo bisa bekerja efektif. Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini juga menyatakan siap menyampaikan nasihat, hanya terbatas jika tim membutuhkannya.

"Saya ditugaskan jadi penasihat, jadi saya segera menyiapkan diri untuk memberi nasihat. Nasihat itu diminta atau tidak, saya sampaikan," kata Hendropriyono di Rumah Transisi Jokowi-JK, Jalan Situbondo 10, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/8/2014).

Hendro tidak masalah misalnya nasihat berkaitan dengan dunia intelijen yang disampaikan kepada tim tidak dilaksanakan, karena hal itu merupakan kewenangan anggota tim. Namun dia menekankan bahwa tim harus bekerja efektif.

"Saya kira kita semua ingin supaya apa yang menjadi tujuan dari rumah transisi ini tercapai secara efektif dan efisien,"lanjutnya.

Hendropriyono, yang kini dipilih tim dan Jokowi ini memang punya pengalaman banyak di dunia intelijen dan militer.

Dia pernah bertugas sebagai Kepala Badan Intelijen (BIN) selama empat tahun pada periode tahun 2001-2004 di Kabinet Gotong Royong yang di bawah pemerintahan Megawati.

Lelaki kelahiran Yogyakarta, 7 Mei 1945 ini juga pernah tercatat sebagai Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan (PPH) dalam Kabinet Pembangunan VII serta Menteri Transmigrasi dan PPH dalam Kabinet Reformasi yang kemudian merangkap Menteri Tenaga Kerja.

Meskipun mentereng dengan sejumlah tugas militer dan pengalaman di pemerintahan, namanya juga disebut terlibat dugaan kasus pelanggaran HAM pembantaian di Talangsari Way Jepara, Lampung pada 1989.

Saat itu Hendropriyono yang masih berpangkat Kolonel ABRI, menjabat sebagai Danrem 043/Garuda Hitam. Pasukannya dituding terlibat membantai warga di Talangsari, komunitas Jemaah warga pimpinan Warsidi.

Jumlah korban tewas dalam kasus pembataian jemaah Warsidi hingga kini masih simpang siur. Versi pemerintah menyebut 30 korban, sedangkan masyarakat mengatakan 280 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ditanya Peran "OI" di Pilpres, Iwan Fals Malah Ajak Nonton Konser

Ditanya Peran "OI" di Pilpres, Iwan Fals Malah Ajak Nonton Konser

Entertainment | Sabtu, 09 Agustus 2014 | 16:32 WIB

Soal Presiden, Iwan Fals: Tunggu Saja Putusan Hukumnya

Soal Presiden, Iwan Fals: Tunggu Saja Putusan Hukumnya

News | Sabtu, 09 Agustus 2014 | 16:31 WIB

Ini Sosok Dewan Penasihat Intelijen Jokowi

Ini Sosok Dewan Penasihat Intelijen Jokowi

News | Sabtu, 09 Agustus 2014 | 15:16 WIB

Jokowi Tunjuk Hendropriyono Jadi Dewan Penasihat Tim Transisi

Jokowi Tunjuk Hendropriyono Jadi Dewan Penasihat Tim Transisi

News | Sabtu, 09 Agustus 2014 | 14:46 WIB

Terkini

674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan

674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:42 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi

Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:14 WIB

Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama

Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:08 WIB

Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?

Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:00 WIB

Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut

Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:57 WIB

Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?

Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:52 WIB

Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik

Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:39 WIB

Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau

Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:37 WIB

Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji

Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:29 WIB