Duel Hidup-Mati, Perempuan Ini Kalahkan Macan Tutul

Arsito Hidayatullah

Rabu, 27 Agustus 2014 | 01:50 WIB
Duel Hidup-Mati, Perempuan Ini Kalahkan Macan Tutul
Ilustrasi macan tutul, serta Kamla Devi saat dirawat (boks). [Shutterstock/BBC]

Suara.com - Seorang perempuan India yang hanya mengandalkan peralatan bertani, saat ini berada dalam kondisi stabil di rumah sakit, usai mengalahkan dan membuat tewas seekor macan tutul (leopard) yang tiba-tiba menyerangnya.

Sebagaimana dilaporkan BBC India, Selasa (26/8/2014), Kamla Devi, nama perempuan petani berusia 56 tahun itu, mendapatkan sejumlah luka gigitan, juga luka robek dan patah tulang, usai menjalani "duel maut" yang konon berdurasi setengah jam itu.

Disebutkan, Devi yang saat itu tengah bolak-balik mengambil air untuk ladangnya di wilayah utara negara bagian Uttarakhand, tiba-tiba saja diterkam oleh seekor macan tutul dari balik sesemakan. Tapi hebatnya, dia mampu melawan balik dengan hanya mengandalkan sebilah sabit pemotong rumput dan sekop kecil.

"Saya pikir saat itu saya sudah akan mati. Tapi saya tidak pernah kehilangan kesabaran dan keberanian," ungkap Devi kepada wartawan, saat berada di rumah sakit.

Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada Minggu (24/8) lalu, ketika Devi sibuk mengambil air untuk ladangnya, dekat Desa Sem Nauti di Distrik Rudraprayag. Diterkam tiba-tiba, Devi mengaku masih bisa berbalik dan berusaha sekuatnya melawan, bahkan sempat menghancurkan beberapa gigi binatang buas tersebut.

"Saya bertarung berhadap-hadapan dengannya selama kira-kira hampir setengah jam. Sampai kemudian saya baru sadar bahwa dia telah tewas," jelas Devi lagi, berbicara di rumah sakit yang berada di kota kecil Srinagar Garhwal.

Entah karena kekuatannya, atau mungkin juga merupakan sebuah keajaiban hingga Devi bisa selamat. Yang jelas, bahkan tim dokter di rumah sakit pun mengaku takjub melihat perempuan itu bisa selamat.

"Dia menderita dua tulang patah di tangan kanan, dan satu lagi di tangan kiri. Dia juga memiliki sejumlah luka dalam di bagian kepala dan kakinya. Sementara luka bekas gigitan ada di hampir seluruh tubuhnya," lapor Abdul Rahul, salah satu dokter yang merawatnya.

Bagi Pankaj Bist, salah seorang warga desa yang membantu membawa Devi ke rumah sakit, sosok perempuan itu pantas dikagumi karena keberaniannya.

"Waktu itu sekitar pukul 10 pagi, ketika dia berangkat ke ladang. Tiba-tiba saja seekor macan tutul menerkamnya," tuturnya.

"Dia benar-benar berani. Dia menyerang balik macan itu dan bertarung berhadapan dengannya hanya dengan mengandalkan sabitnya," sambung Bist.

Dilaporkan, dalam sepekan sebelumnya macan tutul juga telah menewaskan seorang perempuan di wilayah Uttarakhand, serta melukai satu orang lainnya di kawasan Rudraprayag. Menurut para penduduk, macan tutul belakangan kian sering muncul di sekitar perkampungan --yang berkemungkinan seiring dengan makin menyempitnya habitat mereka lantaran manusia.

Rudraprayag sendiri sebelumnya sempat cukup terkenal pada era 1920-a, berkat pemburu yang lantas jadi pecinta lingkungan, Jim Corbett. Lewat bukunya yang berjudul "Man Eater of Rudraprayag", Corbett berkisah tentang upayanya memburu dan menembak tewas seekor macan tutul tua yang telah menghantui warga bertahun-tahun dan membunuh lebih dari 125 orang saat itu. [BBC]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pagi Hari Nongkrong di Warkop, Mengapa Petani Bojonegoro Sering Dikira Pengangguran?

Pagi Hari Nongkrong di Warkop, Mengapa Petani Bojonegoro Sering Dikira Pengangguran?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 11:58 WIB

Mulsa Perak Jadi Senjata Petani Lawu Hadapi Musim Kemarau

Mulsa Perak Jadi Senjata Petani Lawu Hadapi Musim Kemarau

Foto | Selasa, 22 September 2026 | 18:22 WIB

Bukan Cuma Jual TBS, Petani Sawit Didorong Punya Pabrik CPO Sendiri

Bukan Cuma Jual TBS, Petani Sawit Didorong Punya Pabrik CPO Sendiri

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 09:51 WIB

Review Best of the Best: Film Tari yang Lupa Memberi Ruang pada Tariannya

Review Best of the Best: Film Tari yang Lupa Memberi Ruang pada Tariannya

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 08:25 WIB

Prabowo Mau Perberat Sanksi Pelaku Karhutla

Prabowo Mau Perberat Sanksi Pelaku Karhutla

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 10:54 WIB

Sinopsis Vibe, Film India yang Dibintangi Kunal Kemmu dan Preity Zinta

Sinopsis Vibe, Film India yang Dibintangi Kunal Kemmu dan Preity Zinta

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 18:50 WIB

Debit Air Menyusut, Waduk Saradan Disulap Jadi Lahan Padi

Debit Air Menyusut, Waduk Saradan Disulap Jadi Lahan Padi

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 10:00 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Petani Milenial di Pulau Obi Panen 8,3 Ton Padi per Hektare

Petani Milenial di Pulau Obi Panen 8,3 Ton Padi per Hektare

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 12:30 WIB

Petani di Daerah Belum Dilibatkan Bahas RUU Reforma Agraria, YLBHI: Jangan Cuma NGO di Jakarta

Petani di Daerah Belum Dilibatkan Bahas RUU Reforma Agraria, YLBHI: Jangan Cuma NGO di Jakarta

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:15 WIB

Terkini

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 21:34 WIB

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:32 WIB

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:26 WIB

6 Rekomendasi Vitamin Terbaik untuk Daya Tahan Tubuh, Biar Nggak Gampang Drop!

6 Rekomendasi Vitamin Terbaik untuk Daya Tahan Tubuh, Biar Nggak Gampang Drop!

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 21:23 WIB

Siasati Pipa Uzur Ibu Kota, PAM JAYA Berburu Skema Pendanaan Kreatif di Pentas Global

Siasati Pipa Uzur Ibu Kota, PAM JAYA Berburu Skema Pendanaan Kreatif di Pentas Global

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:11 WIB

KPU Bantah Syarat Pendidikan Gibran Cacat Hukum

KPU Bantah Syarat Pendidikan Gibran Cacat Hukum

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:09 WIB

Laba Operasional BABY Meledak 271%, Integrasi MTI-EGI Baru 56%

Laba Operasional BABY Meledak 271%, Integrasi MTI-EGI Baru 56%

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 21:05 WIB

Ombudsman Temukan Bangunan Khusus di Lapas Cibinong, Fasilitas Disebut seperti Apartemen

Ombudsman Temukan Bangunan Khusus di Lapas Cibinong, Fasilitas Disebut seperti Apartemen

Video | Rabu, 23 September 2026 | 21:05 WIB

Gugatan Soal Ijazah Gibran ke MK Disebut Masuk Kategori Permohonan Pemakzulan

Gugatan Soal Ijazah Gibran ke MK Disebut Masuk Kategori Permohonan Pemakzulan

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:01 WIB

DPR Restui KAI Impor Kereta Bekas untuk KRL Jabodetabek

DPR Restui KAI Impor Kereta Bekas untuk KRL Jabodetabek

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:52 WIB

×