Ini Peta Dukungan dan Adu Kuat Dua Kubu di Pengesahan RUU Pilkada

Laban Laisila

Kamis, 25 September 2014 | 07:13 WIB
Ini Peta Dukungan dan Adu Kuat Dua Kubu di Pengesahan RUU Pilkada
Ruang sidang Paripurna DPR-RI. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Dua kubu pendukung dan penolak Pilkada langsung akan bertarung habis-habisan saat Paripurna pengesahan RUU Pilkada langsung yang akan digelar hari ini, Kamis (25/9/2014).

Kubu penolak yang berada di bawah barisan partai politik dalam Koalisi Merah Putih (KMP), yang terdiri dari Golkar, Gerindra, PPP, PAN dan PKS mengklaim tetap optimistis bisa memenangkan pertempuran melawan kubu pendukung di gerbong PDI Perjuangan yang mendukung penuh Pilkada langsung.

PDI Perjuangan bersama Hanura dan PKB rupanya tak mau kalah, meski sempat kalah dalam hitungan kursi, tapi belakangan kemungkinan jumlah kursi saat pemungutan suara nanti akan terbantu kekuatan baru dari suara Fraksi Demokrat, yang belakangan sikapnya berbalik menjadi pendukung Pilkada langsung.

Sebelum Fraksi Partai Demokrat berubah sikap, jumlah suara di DPR antara yang mendukung Pilkada langsung dan yang menolak beda jauh. Tiga fraksi yang mendukung, PDI Perjuangan, PKB, dan Hanura jumlah suaranya hanya 139 orang. Sedangkan fraksi-fraksi penolak pilkada langsung mencapai 421 kursi.

Apabila di sidang nanti dilakukan voting, kecil kemungkinan pendukung Pilkada langsung menang tanpa Demokrat.

Tapi, setelah SBY mengarahkan Demokrat mendukung Pilkada langsung, jumlah pendukung Pilkada langsung bertambah 148 suara dari Fraksi Partai Demokrat.

Jumlah total pendukung Pilkada langsung menjadi 287 kursi. Sedangkan fraksi yang tergabung di Koalisi Merah Putih berkurang menjadi 273 kursi.

Tapi itu baru hitung-hitungan di atas kertas. Banyak hal bisa terjadi karena masing-masing kubu punya usaha untuk menyukseskan agendanya.

Belum lagi ditambah kemungkinan ada anggota dari masing-masing kubu yang membelot. Cara yang umum dilakukan adalah dengan tidak hadir dalam sidang.

Cara itulah yang mungkin jadi senjata ampuh buat musuh internal fraksi. Hal itu persis seperti diperkirakan salah seorang anggota Fraksi Golkar Agus Gumiwang yang menyatakan kemungkinan besar akan dilakukan oleh Anggota Fraksi Golkar, meski sudah ada ancaman pemecatan.

“Tidak semua berani (terbuka), tapi kemungkinan mereka tidak hadir bisa saja,” kata Agus kepada suara.com kemarin, Rabu (24/9/2014).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DPR Gelar Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

DPR Gelar Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

News | Kamis, 25 September 2014 | 07:10 WIB

 Pilkada Tak Langsung Belum Tentu Lebih Murah

Pilkada Tak Langsung Belum Tentu Lebih Murah

News | Kamis, 25 September 2014 | 02:04 WIB

 RUU Pilkada Topik Terhangat di Seluruh Media Online Indonesia

RUU Pilkada Topik Terhangat di Seluruh Media Online Indonesia

Tekno | Kamis, 25 September 2014 | 00:28 WIB

Golkar Ancam Pecat Kader yang Tak Hadir saat Pengesahan RUU Pilkada

Golkar Ancam Pecat Kader yang Tak Hadir saat Pengesahan RUU Pilkada

News | Rabu, 24 September 2014 | 18:51 WIB

Terkini

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:52 WIB

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:36 WIB

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 23:03 WIB

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:39 WIB

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:31 WIB

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:14 WIB

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:54 WIB

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:16 WIB

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:35 WIB

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:24 WIB