Kabut Asap Makin Parah, Kota Jambi 'Menghilang'

Ardi Mandiri

Jum'at, 10 Oktober 2014 | 10:06 WIB
 Kabut Asap Makin Parah, Kota Jambi 'Menghilang'
Aktivitas di Sungai Batang Hari saat kabut asap menyelimuti Kota Jambi, Jambi, Jumat (19/9). [Antara/Wahdi Septiawan]

Suara.com - Kabut asap pekat dalam beberapa hari terakhir telah menyelimuti Kota Jambi, Jambi, dengan kategori tidak sehat dan jarak pandang hanya mencapai 500 meter.

Prakirawan BMKG Provinsi Jambi, Kurnianingsih, di Jambi Jumat (10/10/2014), mengatakan, untuk hari ini saja jarak pandang hanya sekitar setengah kilometer atau 500 meter atau di bawah normal pada pagi hari, sehingga belum ada aktivitas penerbangan di bandara setempat.

BMKG Jambi mencatat, pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang hanya di bawah 500 meter, kemudian pada pukul 07.00 WIB masih bertahan 500 meter dan pada pukul 08.00 WIB hingga 09.00 WIB jarak pandang naik mencapai 800 meter.

Pendeknya jarak pandang tersebut disebabkan kabut asap yang semakin pekat melanda Kota Jambi sehingga udara juga tercemar dengan kategori tidak sehat dan bisa menimbulkan infeksi saluran pernapasan atas.

Semakin tebalnya kabut asap di Jambi juga dikarenakan Provinsi Jambi sendiri juga sebagai penyumbang asap dengan jumlah titik panas yang tercatat satelit Terra dan Aqua sebanyak 17 titik panas yang tersebar di empat kabupaten.

Ke-17 titik panas itu ada di Kabupaten Muarojambi khususnya dikawasan Kumpeh ada dua titik panas, kemudian di Kabupaten Tanjung Jabung Barat terdapat tiga lokasi titik panas.

Kemudian di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tebo, BMKG mencatat ada sebanyak masing-masing enam lokasi titik panas dan jumlahnya terus bertambah dibandingkan sebelumnya.

Arah angin ke Jambi dan Jambi sendiri sebagai penghasil asap sehingga asap kiriman dari provinsi tetangga seperti Sumatera Selatan dan Riau, menyebabkab kabut asap di Jambi selama hampir beberapa pekan terakhir semakin pekat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

 Kabut Asap Makin Parah, Warga Pakai Masker dalam Rumah

Kabut Asap Makin Parah, Warga Pakai Masker dalam Rumah

News | Selasa, 07 Oktober 2014 | 07:27 WIB

Kabut Asap di Kalimantan

Kabut Asap di Kalimantan

Foto | Senin, 06 Oktober 2014 | 18:30 WIB

Ratusan Amunisi Ditemukan di Sungai Batanghari

Ratusan Amunisi Ditemukan di Sungai Batanghari

News | Senin, 06 Oktober 2014 | 02:15 WIB

 Ribuan Warga Kalimantan Utara Salat Id 'Berselimut' Kabut Asap

Ribuan Warga Kalimantan Utara Salat Id 'Berselimut' Kabut Asap

News | Minggu, 05 Oktober 2014 | 09:19 WIB

Kalimantan Utara Terima Kiriman Kabut Asap

Kalimantan Utara Terima Kiriman Kabut Asap

News | Sabtu, 04 Oktober 2014 | 15:57 WIB

Kabut Asap Semakin Rawan Picu Kecelakaan

Kabut Asap Semakin Rawan Picu Kecelakaan

News | Selasa, 30 September 2014 | 12:11 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×