Bengkulu Harap Kunjungan Jokowi Lepas Isolasi

Tomi Tresnady

Kamis, 27 November 2014 | 07:07 WIB
Bengkulu Harap Kunjungan Jokowi Lepas Isolasi
Presiden Joko Widodo berkunjung ke lahan persawahan di Lampung, Selasa (25/11). [Antara/Agus Setyawan]

Suara.com - Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Provinsi Bengkulu dinantikan banyak pihak di daerah tersebut, terutama untuk segera membantu pembangunan beragam bidang guna terlepas dari "isolasi".

Infrastruktur terutama jalan dari dan ke provinsi lain kurang memadai sehingga membuat orang enggan berkunjung ke Bengkulu. Kedatangan Presiden beserta istri dan rombongan disambut antusias warga setempat yang tiba di Bandara Fatmawati pada Selasa (25/11/2014) malam pukul 20.30 WIB, dalam rangka kunjungan selama dua hari.

Pengamat politik sekaligus akademisi Universitas Bengkulu, Dr. Panji Suminar, MA, mengungkapkan, kedatangan Presiden Joko Widodo cukup strategis bagi pemerintah daerah untuk membangun komunikasi yang baik dengan pemerintahan pusat.

"Bengkulu (pemerintah daerah) jangan 'tidur', harus aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat, tidak hanya dalam bentuk seremonial saja, lebih dari itu, pemerintah pusat harus tertarik memberikan perhatian bagi Bengkulu," kata Panji.

Menurut Panji, pemerintah pusat tidak akan memahami secara detail permasalahan di setiap daerah, oleh sebab itu, sudah semestinya tugas pemerintah daerah yang menjelaskan kebutuhan Provinsi Bengkulu guna percepatan pertumbuhan di berbagai sektor.

"Selama ini kita lihat, sudah berapa kali pemerintah pusat yang datang, seperti Presiden SBY, Wakil Presiden Boediono, namun tidak terlihat dampak pascakedatangan beliau ke Bengkulu, karena kurangnya tindak lanjut dari pemerintah daerah," katanya.

Panji menilai, seharusnya dari sisi politis, kunjungan presiden atau wakil presiden sangat menguntungkan bagi daerah yang dikunjungi.

"Sekali pun presiden hanya berkunjung satu jam, itu sudah cukup untuk tahu keadaan daerah, kunjungan tersebut membuka peluang, komunikasi politik guna percepatan pembangunan infrastruktur, perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.

Apalagi untuk Provinsi Bengkulu, katanya, masih tertinggal di berbagai sektor, layaknya daerah timur yang berada di Indonesia bagian barat.

"Dibandingkan dengan Bangka Belitung saja kita sudah tidak layak. Kita salah satu provinsi terburuk di Indonesia, Bangka Belitung walaupun baru, tapi sudah terlihat geliat percepatan pembangunan, sementara kita seperti tertidur," katanya.

Pendapatan daerah, sekelas provinsi, kata dirinya, Bengkulu bisa dikatakan sangat kecil sekali dengan pendapatan Rp1,7 triliun.

"Seharusnya bisa tiga atau empat kali lebih besar dari itu, oleh sebab itu, kita berharap dengan kunjungan presiden dapat membawa perubahan terhadap Provinsi Bengkulu," ujarnya.

Sementara Rektor Universitas Bengkulu Dr Ridwan Nurazi SE MSc mengungkapkan tidak hanya dampak jangka panjang, kehadiran Presiden Joko Widodo, juga diharapkan berdampak pada kesejahteraan jangka pendek.

"Masyarakat Bengkulu, termasuk masyarakat miskin, terbatas dalam berusaha, dengan kehadiran presiden, diharapkan ada yang dibawa untuk bantuan, meningkatkan kesejahteraan jangka pendek, sehingga kehadiran di Bengkulu, terasa bagi masyarakat," kata rektor itu.

Menurutnya, masyarakat di Bengkulu mayoritas bekerja sebagai buruh tani dan nelayan, dan tidak memiliki modal untuk membangun usaha sendiri di sektor tersebut.

"Dengan kedatangan Presiden Jokowi, hendaknya ada yang dibawa, seperti bibit unggul stimulan untuk masyarakat, dan juga presiden sedang 'concern' pada bidang maritim, kita harapkan ada bantuan kapal bagi nelayan kecil," katanya.

Menurut Ridwan, sebelum penguatan pembangunan jangka panjang yang diprogramkan pemerintah pusat, perekonomian masyarakat bisa terbantu serta mengurangi jumlah pengangguran dengan pemberian stimulan saat presiden berkunjung ke Bengkulu.

Ridwan mengatakan kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Provinsi Bengkulu 25-26 November tersebut diharapkan juga membawa dampak positif pada perekonomian daerah itu.

"Kita berada Indonesia bagian barat, namun status perekonomian layaknya daerah bagian timur, dengan kedatangan presiden, diharapkan ada kepastian percepatan pembangunan daerah yang akan memberikan dampak positif pada perekonomian," kata dia.

Permasalahan Bengkulu, kata rektor cukup kompleks, jika dibiarkan, dicemaskan daerah tersebut semakin jauh tertinggal oleh provinsi lain, apalagi pada 2015 Indonesia sudah memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN.

"Banyak yang perlu dibenahi, sektor pertanian, perkebunan, maritim, infrastruktur serta listrik. Pemerintah pusat diharapkan bisa membuat regulasi dan intervensi terhadap daerah seperti Bengkulu, tidak bisa dilepas saja seperti provinsi lain yang sudah maju," katanya.(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Blusukan, Presiden Jokowi Gunakan Super Puma

Blusukan, Presiden Jokowi Gunakan Super Puma

News | Rabu, 26 November 2014 | 14:24 WIB

Presiden ke Pekanbaru, Pengamanan Bandara Ketat

Presiden ke Pekanbaru, Pengamanan Bandara Ketat

News | Rabu, 26 November 2014 | 14:01 WIB

Presiden Jokowi Dianggap Gagah-gagahan

Presiden Jokowi Dianggap Gagah-gagahan

News | Selasa, 25 November 2014 | 12:15 WIB

Jokowi Tembus Tujuh Besar Tokoh Dunia Versi TIME

Jokowi Tembus Tujuh Besar Tokoh Dunia Versi TIME

News | Selasa, 25 November 2014 | 11:02 WIB

Jokowi Foto Bersama Gubernur

Jokowi Foto Bersama Gubernur

Foto | Senin, 24 November 2014 | 15:41 WIB

Presiden Sinkronkan Pembangunan Pusat dan Daerah

Presiden Sinkronkan Pembangunan Pusat dan Daerah

News | Senin, 24 November 2014 | 14:42 WIB

Presiden Beri Arahan Gubernur Se-Indonesia

Presiden Beri Arahan Gubernur Se-Indonesia

News | Senin, 24 November 2014 | 12:01 WIB

Jokowi Makan Nasi Lemak Bareng PM Singapura

Jokowi Makan Nasi Lemak Bareng PM Singapura

News | Minggu, 23 November 2014 | 02:59 WIB

Jokowi Diajak Selfie

Jokowi Diajak Selfie

Foto | Sabtu, 22 November 2014 | 10:46 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×