Natal, Momentum Tepat bagi Jokowi Bicarakan Persoalan Papua

Ardi Mandiri

Sabtu, 13 Desember 2014 | 06:50 WIB
Natal, Momentum Tepat bagi Jokowi Bicarakan Persoalan Papua
Sejumlah mahasiswa Papua di Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/12), menggelar aksi unjuk rasa terkait tewasnya tujuh warga sipil yang tertembak aparat keamanan di Paniai, Papua. (Antara/Agus Bebeng)

Suara.com - Sekretaris Jenderal Presidium Dewan Papua Thaha Alhamid berpendapat bahwa Natal adalah saat yang tepat bagi Presiden Joko Widodo untuk membicarakan penyelesaian masalah Papua dengan damai.

"Presiden Jokowi jangan hanya meresmikan pasar, hadiri Natal atau lainnya. Ada masalah di Papua sejak 1961 hingga sekarang yang butuh penyelesaian," kata kata Thaha Alhamid di Kota Jayapura, Papua, Jumat (12/12/2014), menanggapi rencana kedatangan Presiden Jokowi untuk menghadiri Perayaan Natal Nasional 2014 di Papua.

Thaha mengatakan, pada Agustus lalu, di hadapan Ketua Sinode GKI Tanah Papua dan sejumlah pejabat serta orang dekatnya, Jokowi yang masih berstatus presiden terpilih mengeluarkan pernyataan yang sangat menyegarkan dan memberikan harapan bagi orang Papua.

"Satu pernyataan yang bikin saya kaget dari Pak Jokowi, yaitu dia sampaikan bahwa sebagian besar masalah Papua disebabkan karena cara pandang orang Jakarta (pemerintah pusat)," kata Thaha Alhamid.

"Ini pernyataan yang menarik. Disampaikan oleh seorang presiden terpilih. Kalau tidak percaya konfirmasi ke Ketua Sinode GKI Papua. Jadi, jika Presiden Jokowi mau Natal di sini, datang kepada rakyat, jangan dipolitisasi dengan berbagai macam alasan, apalagi telah punya pengalaman dua kali ke Papua," katanya.

Thaha menyampaikan bahwa pada kesempatan itu, ia mengusulkan agar jika nanti memimpin bangsa dan negara Indonesia, pertama kali yang harus diubah adalah cara pandang Jakarta kepada orang Papua.

"Jadi, selama pandang orang Papua sebagai musuh, separatis, bodoh, jahat, pemalas, dan pemabuk, maka hal itu tidak akan menyelesaikan masalah di Papua," katanya.

Sebagai presiden, kata dia, Jokowi berhak datang dan berkunjung ke mana saja di negara ini.

"Tapi, kalau Jokowi mau ke Papua, upayakan bertemu dengan rakyat secara alamiah, itu yang pertama. Kedua, ini suasana Natal penuh kedamaian, jangan taruh mobil lapis baja, penjagaan di mana-mana, beri ruang cukup bagi rakyat Papua bertemu dengan presiden mereka, Pak Jokowi," katanya.

Selain mengusulkan untuk penyelesaian masalah Papua secara damai dengan dialog atau komunikasi yang konstruktif, Thaha juga mengusulkan agar Presiden Jokowi membebaskan para tahanan atau narapidana politik, serta menghidupkan kembali UU Otsus terkait Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi.

"Jika ini dilakukan, baru orang Papua percaya bahwa Presiden Jokowi punya komitmen, ada perspektif penyelesaian damai yang baik. Tapi, kalau hanya janji, sama saja tidak menyelesaikan," katanya.

Presiden Joko Widodo direncanakan menghadiri Perayaan Natal Nasional 2014 di Lapangan Lanud Sentani, Kabupaten Jayapura, pada 27 Desember.

Presiden juga dijadwalkan meresmikan sejumlah pasar, berkunjung ke Wamena, dan bertemu sejumlah tokoh Papua. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Kritik Pelatihan BLK yang Ketinggalan Zaman

Jokowi Kritik Pelatihan BLK yang Ketinggalan Zaman

News | Jum'at, 12 Desember 2014 | 04:30 WIB

Terkini

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:52 WIB

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:36 WIB

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 23:03 WIB

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:39 WIB

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:31 WIB

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:14 WIB

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:54 WIB

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:16 WIB

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:35 WIB

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:24 WIB