IPW: Isu Rekening Gendut Calon Kapolri sudah Tuntas

Siswanto

Selasa, 16 Desember 2014 | 10:40 WIB
IPW: Isu Rekening Gendut Calon Kapolri sudah Tuntas
Kapolri Jenderal Pol Sutarman (kanan) berbincang dengan Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (kiri) di Kantor Presiden, Rabu (17/9). [Antara/Andika Wahyu]

Suara.com - Isu rekening gendut yang sempat menerpa dua calon Kapolri pengganti Jenderal Sutarman, Komjen Badroeddin Haiti dan Komjen Budi Gunawan, ternyata sudah dituntaskan pada Oktober 2010 lalu. Dengan demikian, pencalonan kedua kandidat sebagai Kapolri tidak ada masalah dan akan berjalan lancar.

Indonesia Police Watch belum lama ini melakukan penelusuran terhadap rekam jejak lima perwira tinggi Polri yang disebut-sebut sebagai calon Kapolri. Mereka adalah Komjen Badroeddin Haiti, Komjen Budi Gunawan, Irjen Safruddin, Irjen Pudji Hartanto, dan Irjen Unggung Cahyono.

"Haiti dan Budi sempat diisukan terkena kasus rekening gendut. Ternyata melalui surat tertanggal 20 Oktober 2010 yang dikeluarkan Bareskrim Polri telah dilaporkan kepada PPATK bahwa tidak ada masalah dengan transaksi kedua jenderal polisi itu dan transaksinya dianggap wajar. Dengan adanya surat ini Haiti pun saat itu mulus menjadi Wakapolri," kata Komjen Budi Gunawan, Selasa (16/12/2014).

Dari rekam jejaknya, Haiti cukup berpengalaman karena pernah empat kali menjadi kapolda, di Banten, Sulteng, Sumut, dan Jatim. Sedangkan Komjen Budi Gunawan juga tergolong sebagai perwira tinggi intelektual, memiliki pemikiran dan inovasi serta banyak membuat konsep pembenahan Polri. Ia pernah dua kali menjadi kapolda, di Jambi dan Bali.

Neta mengatakan pada 18 Juni 2010, Kapolri pernah mengeluarkan surat No: B/1538/VI/2010/Bareskrim yang menyatakan hasil penyelidikan transaksi keuangan mencurigakan perwira tinggi Polri atas nama Budi Gunawan sudah selesai karena dianggap wajar dan surat itu dikirimkan juga ke PPATK.

Masih menurut catatan IPW, Irjen Syafruddin adalah pati yang tegas dan banyak melakukan inovasi di bidang pengawasan serta beberapa kali melakukan Operasi
Tangkap Tangan di institusi Polri serta pernah menjadi Kapolda Kalsel. Irjen Pudji Hartanto banyak melakukan inovasi di bidang lalu lintas, antara lain gerakan Pelopor Keselamatan Berlalulintas dan pernah menjadi Kapolda Kepri.

Sedangkan Irjen Unggung mampu mengamankan Jatim dengan maksimal di masa Pemilu dan Pilpres 2014. Dua kali menjadi kapolda, di Jatim dan Jakarta.

Neta mengatakan jika dilihat dari senioritas dan faktor politis bisa dipastikan Komjen Budi Gunawan sebagai calon kuat Kapolri menggantikan Sutarman. Sebab Akpol 81 (Sutarman) sudah menjadi Kapolri dan Akpol 82 (Haiti) sudah menjadi Wakapolri, sehingga kini giliran Akpol 83 (Budi Gunawan) menjadi Kapolri. Selain itu Budi juga mantan ajudan Megawati saat menjadi Presiden.

"Namun kepastiannya akan terlihat pada pertengahan Januari 2015, setelah masa reses DPR selesai, nama calon Kapolri akan diserahkan Presiden ke Komisi III DPR untuk uji kepatutan dan kelayakan," kata Neta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polri Bantah Budi Gunawan Punya Rekening Gendut

Polri Bantah Budi Gunawan Punya Rekening Gendut

News | Selasa, 21 Oktober 2014 | 21:49 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×