Sekjen PBB Kunjungi Negara yang Dilanda Wabah Ebola

Esti Utami | Suara.com

Jum'at, 19 Desember 2014 | 22:27 WIB
Sekjen PBB Kunjungi Negara yang Dilanda Wabah Ebola
Sekjen PBB, Ban Ki-moon menggelar pertemuan dengan petugas medik di Monrovia, Liberia, Jumat (19/12). (Reuters/Evan Scheneider)

Suara.com - Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon, Jumat (19/12/2014) memulai kunjungan dua harinya ke empat negara yang dilanda wabah Ebola di afrika Barat, yakni Liberia, Sierra Leone, Guinea dan Mali. Ban mengawali kunjungannya dari Liberia. Ia mengatakan kunjungan ini bertujuan mengangkat pentingnya upaya menanggulangi Ebola serta mengucapkan terima kasih kepada ribuan pekerja kesehatan yang telah berpartisipasi.

"Tujuan kami adalah untuk melihat kasus terakhir yang teridentifikasi dan disembuhkan," kata Ban kepada Reuters.

Ia juga mendesak masyarakat dan pemerintah  negara yang dilanda Ebola untuk mematuhi aturan penanganan korban Ebola agar penyakit mematikan ini tidak semakin menyebar. Ia mengingatkan penguburan secara tradisional masih bisa menyebarkan penyakit itu.

"Kami mendesak masyarakat setempat bahwa ini adalah operasi sementara dan kami sangat menghargai tradisi dan kebudayaan, namun untuk saat ini penting untuk mematuhi protokol kesehatan. Praktik tradisional Afrika Barat -seperti memandikan jenazah dengan tangan dalam proses pengebumian- membantu penyebaran penyakit yang belum diketahui obatnya itu.

Jumlah korban tewas akibat epidemi yang telah terjadi selama sembilan bulan itu, mencapai  6.915.  Virus yang menyebabkan gejala muntah-muntah, diare dan pendarahan pada fase akhir, ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh pasien.

Angka infeksi paling cepat meningkat di Sierra Leone, yang mencatat separuh dari 18.603 kasus positif virus tersebut. Infeksi menyebar cepat di sekitar ibukota Freetown, di mana menurut pekerja medis, informasi yang diterima masyarakat masih sangat kurang. Sierra Leone meluncurkan "Operasi Peningkatan Kawasan Barat" pekan ini untuk menanggulangi wabah- dengan para pekerja kesehatan menelusuri jalanan untuk mencari warga yang sakit.

Organisasi amal untuk medis Dokter Tanpa Batas (MSF) mengatakan telah membuka dua pusat perawatan Ebola baru di Sierra Leone untuk mengatasi meningkatnya kasus penularan - di Freetown dan kota Magburaka, sehingga jumlah fasilitas serupa di negara tersebut menjadi empat.

"Masih perlu untuk mengembangkan pesan-pesan mengenai penyakit ini. 70 persen pasien di pusat kesehatan kami di Freetown tertular saat pengebumian," kata Thierry Goffeau, koordinator darurat MSF untuk Sierra Leone. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cari Pasien Ebola, Pemerintah Sierra Leone Sisir Rumah Warga

Cari Pasien Ebola, Pemerintah Sierra Leone Sisir Rumah Warga

News | Rabu, 17 Desember 2014 | 23:03 WIB

UNICEF: Perang Melawan Ebola Perlu Dana Rp6 Triliun

UNICEF: Perang Melawan Ebola Perlu Dana Rp6 Triliun

Health | Sabtu, 13 Desember 2014 | 08:23 WIB

Jokowi Ajak ASEAN-Korsel Bahas Ebola

Jokowi Ajak ASEAN-Korsel Bahas Ebola

News | Sabtu, 13 Desember 2014 | 06:00 WIB

Terkini

Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit

Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:28 WIB

Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan

Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:13 WIB

Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret

Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:09 WIB

Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah

Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:08 WIB

Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan

Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:03 WIB

Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing

Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:01 WIB

10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi

10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:47 WIB

UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR

UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:46 WIB

DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru

DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:36 WIB

Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!

Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:30 WIB