Pakistan Akan Hukum Mati 500 Teroris

Doddy Rosadi | Suara.com

Senin, 22 Desember 2014 | 19:02 WIB
Pakistan Akan Hukum Mati 500 Teroris
Pervez Musharraf. (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah Pakistan berencana untuk menghukum mati 500 terpidana kasus teror dalam beberapa minggu ke depan. Eksekusi ini dilakukan setelah pemerintah mencabut moratorium hukuman mati pascaserangan yang dilakukan Taliban ke sebuah sekolah di Peshawar, pekan lalu.

Enam anggota kelompok militant sudah dihukum gantung pada Jumat lalu. Warga Pakistan masih murka dengan aksi pembunuhan yang dilakukan Taliban kepada 135 anak-aank di Army Public School. Setelah insiden berdarah itu, Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif mencabut moratorium hukuman mati.

“Meneri Dalam Negeri telah melakukan finalisasi terhadap 500 kasus terpidana kasus teror yang bandingnya sudah ditolak dan grasinya juga tidak dikabulkan oleh Presiden. Eksekusi terhadap 500 teroris itu akan dilakukan dalam waktu beberapa minggu ke depan,” kata salah satu pejabat senior di Pakistan yang menolak disebutkan namanya.

Dari enam terpidana kasus teror yang sudah dihukum gantung, lima diantaranya terlibat dalam upaya pembunuhan terhadap Pervez Musharaf pada 2003. Sedangkan satu terpidana lianya terkait penyerang ke kantor tentara pada 2009.

Menjelang pelaksanaan hukuman mati tersebut, polisi, tentara dan juga paramiliter disiagakan di seluruh wilayah di Pakistan. Tentara juga meningkatkan operasi militer terhadap kelompok Taliban. Pakistan mendskripsikan serangan yang dilakukan Taliban ke sekolah Army Public School sebagai insiden 11 September 2001 versi mini. Keputusan Pakistan untuk kembali menerapkan hukuman mati diprotes kelompok hak asasi manusia dan juga PBB. (IBTimes/AFP/CNA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

14 Orang Tewas Akibat Serangan Bom Taliban

14 Orang Tewas Akibat Serangan Bom Taliban

News | Minggu, 21 Desember 2014 | 21:09 WIB

Taliban Ancam Bunuh Keluarga Perdana Menteri Pakistan

Taliban Ancam Bunuh Keluarga Perdana Menteri Pakistan

News | Minggu, 21 Desember 2014 | 09:26 WIB

Ini Orang Paling Dibenci di Pakistan, Otak Pembantaian 132 Siswa

Ini Orang Paling Dibenci di Pakistan, Otak Pembantaian 132 Siswa

News | Jum'at, 19 Desember 2014 | 21:52 WIB

Pakistan Segera Hukum Mati Pelaku Pembantaian di Sekolah Peshawar

Pakistan Segera Hukum Mati Pelaku Pembantaian di Sekolah Peshawar

News | Jum'at, 19 Desember 2014 | 06:24 WIB

Pengadilan Pakistan Bebaskan Teroris Serangan Mumbai

Pengadilan Pakistan Bebaskan Teroris Serangan Mumbai

News | Jum'at, 19 Desember 2014 | 02:00 WIB

Taliban: SD Peshawar Dibantai karena Profesi Orangtua Murid

Taliban: SD Peshawar Dibantai karena Profesi Orangtua Murid

News | Kamis, 18 Desember 2014 | 08:40 WIB

Terkini

KontraS Ragukan Motif Dendam Pribadi dalam Kasus Andrie Yunus, Soroti Dugaan Putus Rantai Komando

KontraS Ragukan Motif Dendam Pribadi dalam Kasus Andrie Yunus, Soroti Dugaan Putus Rantai Komando

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:46 WIB

Ironi Ketua Ombudsman Hery Susanto: Jadi Tersangka Kejagung, Padahal Baru Seminggu Dilantik Prabowo

Ironi Ketua Ombudsman Hery Susanto: Jadi Tersangka Kejagung, Padahal Baru Seminggu Dilantik Prabowo

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:41 WIB

Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris

Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:39 WIB

Studi Ungkap Cukai RI Gagal Bikin Rokok Mahal

Studi Ungkap Cukai RI Gagal Bikin Rokok Mahal

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:38 WIB

Terungkap! Begini Modus Ketua Ombudsman 'Atur' Kebijakan Demi Muluskan Bisnis Tambang PT TSHI

Terungkap! Begini Modus Ketua Ombudsman 'Atur' Kebijakan Demi Muluskan Bisnis Tambang PT TSHI

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:30 WIB

13 Ribu SPPG Sudah Bersertifikat, yang Bandel Terancam Disetop Sementara

13 Ribu SPPG Sudah Bersertifikat, yang Bandel Terancam Disetop Sementara

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:27 WIB

Serangan Drone Rusia di Odesa dan Kyiv Tewaskan 12 Warga Sipil, Termasuk Anak Kecil

Serangan Drone Rusia di Odesa dan Kyiv Tewaskan 12 Warga Sipil, Termasuk Anak Kecil

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:24 WIB

Tanggul Jakarta Digerogoti Ikan Sapu-Sapu, Pramono Gelar Operasi Besar-besaran Besok

Tanggul Jakarta Digerogoti Ikan Sapu-Sapu, Pramono Gelar Operasi Besar-besaran Besok

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:23 WIB

Puan Maharani Meradang! Kecam Skandal Pelecehan Seksual di UI, IPB, dan ITB

Puan Maharani Meradang! Kecam Skandal Pelecehan Seksual di UI, IPB, dan ITB

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:19 WIB

Harga Plastik Naik Gila-Gilaan, Puan Maharani Ajak UMKM Beralih ke Kemasan Daun

Harga Plastik Naik Gila-Gilaan, Puan Maharani Ajak UMKM Beralih ke Kemasan Daun

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:19 WIB