Ini Orang Paling Dibenci di Pakistan, Otak Pembantaian 132 Siswa

Ruben Setiawan

Jum'at, 19 Desember 2014 | 21:52 WIB
Ini Orang Paling Dibenci di Pakistan, Otak Pembantaian 132 Siswa
Ilustrasi Taliban. (Shutterstocks)

Suara.com - Hari ini, Jumat (19/12/2014), duka masih membayangi Pakistan pascatragedi pembantaian 132 siswa dan sembilan staf sekolah di Peshawar, hari Selasa, 16 Desember lalu. Kini, perhatian Pakistan tertuju pada sosok berjuluk "Slim", tokoh Taliban Pakistan yang disebut-sebut sebagai otak pembantaian brutal tersebut.

Umar Mansour nama asli lelaki itu. Dalam sebuah video yang diunggah ke situs milik Taliban, tampak seorang lelaki dengan jenggot suburnya. Sambil mengangkat tangannya, ia berupaya menyampaikan pembenaran atas serangan yang terjadi pada 16 Desember itu. Di layar video tertulis nama Umar Mansoor.

"Jika perempuan dan anak-anak kami mati sebagai martir, maka anak-anak kalian tidak akan lolos," sebut lelaki berjenggot itu.

"Kami akan bertempur melawan kalian sama seperti kalian menyerang kami dan kami akan membalaskan dendam atas nyawa orang-orang tak berdosa," sambungnya.

Taliban mengatakan, serangan yang melibatkan orang bersenjata dengan rompi bunuh diri itu merupakan aksi balas dendam atas operasi militer tentara Pakistan terhadap kantong-kantong pertahanan Taliban. Taliban menuduh militer melakukan pembunuhan tanpa menggelar pengadilan terlebih dahulu.

Tuduhan Taliban itu mengacu pada kasus hilangnya tawanan Taliban dari penjara-penjara Pakistan. Beberapa tawanan kerap ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, dengan tangan terikat dan luka tembak di kepala.

Enam anggota Taliban yang diwawancarai oleh Reuters mengkonfirmasi bahwa otak dari penyerangan brutal ke sekolah pada hari Selasa adalah Mansoor. Empat di antara anggota Taliban tersebut memastikan bahwa Mansoor adalah orang dekat Mullah Fazlullah, salah satu pemimpin Taliban yang memerintahkan pembunuhan aktivis sekolah Pakistan, Malala Yousafzai.

Mansoor, lelaki yang mengenyam pendidikan di sekolah menengah atas di Islamabad, ibu kota Pakistan itu dikenal kerap berkelahi dengan anak lelaki sebayanya. Mansoor punya dua saudara lelaki dan pernah bekerja sebagai buruh sebelum akhirnya bergabung dengan Taliban, hanya sesaat setelah kelompok itu dibentuk pada tahun 2007.

Mansoor dikenal gemar pula bermain bola voli dan cukup lihai dalam olah raga tersebut.

"Ia sangat keras sejak awal bergabung," sebut seorang komandan Taliban. "Ia banyak meninggalkan banyak komandan lain yang dinilai lunak terhadap pemerintah Pakistan," sebutnya lagi. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?

Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:49 WIB

Kenapa Pakistan Deklarasikan Perang ke Afghanistan? Ini 5 Faktanya

Kenapa Pakistan Deklarasikan Perang ke Afghanistan? Ini 5 Faktanya

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:43 WIB

Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka

Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 15:04 WIB

Review Film 13 Days, 13 Nights: Ketegangan Evakuasi di Tengah Badai Taliban

Review Film 13 Days, 13 Nights: Ketegangan Evakuasi di Tengah Badai Taliban

Your Say | Minggu, 14 Desember 2025 | 18:40 WIB

Afghanistan Pulihkan Akses Internet 48 Jam Setelah Penutupan Taliban

Afghanistan Pulihkan Akses Internet 48 Jam Setelah Penutupan Taliban

News | Rabu, 08 Oktober 2025 | 17:45 WIB

Peluru Taliban yang Menyalakan Perjuangan Malala untuk Pendidikan

Peluru Taliban yang Menyalakan Perjuangan Malala untuk Pendidikan

Your Say | Rabu, 27 Agustus 2025 | 10:59 WIB

Taliban Promosikan Pariwisata Afghanistan dengan Parodi 'Nyentrik': Berani Coba?

Taliban Promosikan Pariwisata Afghanistan dengan Parodi 'Nyentrik': Berani Coba?

Video | Kamis, 10 Juli 2025 | 16:40 WIB

Taliban Abaikan Separuh Populasi: UNICEF Desak Anak Perempuan Afghanistan Boleh Sekolah Lagi

Taliban Abaikan Separuh Populasi: UNICEF Desak Anak Perempuan Afghanistan Boleh Sekolah Lagi

News | Sabtu, 22 Maret 2025 | 21:23 WIB

Donald Trump Akan Larang Perjalanan dari Afghanistan dan Pakistan ke AS

Donald Trump Akan Larang Perjalanan dari Afghanistan dan Pakistan ke AS

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 08:29 WIB

CCTV Taliban: Jaminan Keamanan atau Ancaman Baru bagi Perempuan Afghanistan?

CCTV Taliban: Jaminan Keamanan atau Ancaman Baru bagi Perempuan Afghanistan?

Video | Selasa, 04 Maret 2025 | 10:00 WIB

Terkini

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:06 WIB

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:54 WIB

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:50 WIB

×