Sutarman Klaim Kasus Gangguan Keamanan Menurun

Siswanto, Nur Ichsan

Selasa, 23 Desember 2014 | 15:39 WIB
Sutarman Klaim Kasus Gangguan Keamanan Menurun
Kapolri Jenderal Pol Sutarman (kanan) berbincang dengan Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (kiri) di Kantor Presiden, Rabu (17/9). [Antara/Andika Wahyu]

Suara.com - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Sutarman mengklaim jumlah kasus gangguan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat menurun.

"Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang terjadi seluruh Indonesia pada pelaksanaan Operasi Lilin 2013, mengalami penurunan apabila dibandingkan 2012 sebesar 39,2 persen dari jumlah kejadian 3.150 menjadi 1.915 kasus," ujar Sutarman di Polda Metro Jaya, Selasa (23/12/2014).

Menurut Sutarman penurunan jumlah kasus menjadi indikator cara bertindak anggota Polri sudah efektif.

"Seperti kejahatan konvensional menonjol seperti curas (pencurian dengan kekerasan), curanmor (pencurian kendaraan bermotor) dan aniaya berat juga mengalami penurunan sebesar 35,4 persen dari 789 kasus tahun 2012 menjadi 510 kasus di tahun 2013," kata dia.

Sutarman mengapresiasi kinerja anggotanya. Ia berharap pencapaian ini bisa memacu anggota untuk berprestasi.

Sutarman juga mengatakan negara harus hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada masyarakat yang merayakan Natal dan tahun baru 2015.

"Kondisi itu juga menyebabkan meningkatnya arus dan mobilitas masyarakat, yang menggunakan sarana transportasi baik darat, laut dan udara. Hal ini berimplikasi terhadap munculnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta permasalahan di bidang keamanan keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas," ujar Sutarman.

Secara umum, Sutarman mengatakan walaupun konflik sosial dan terorisme bisa diatasi, di beberapa daerah masih terjadi beberapa gesekan.

"Saya perintahkan untuk tetap menjadi perhatian kita semua, dalam rangka menetralisir dan mengurangi berbagai bentuk konflik dan gejolak di tengah masyarakat," katanya.

"Tingkatkan deteksi dini dan deteksi aksi melalui fungsi intelijen, agar berbagai kerawanan dapat dideteksi dan dicegah sejak dini, sehingga keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga," Sutarman menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jelang Natal, Kapolri: Teroris Masih Bergerak

Jelang Natal, Kapolri: Teroris Masih Bergerak

News | Selasa, 23 Desember 2014 | 14:32 WIB

Polri Kerahkan 80 Ribu Personel Amankan Natal

Polri Kerahkan 80 Ribu Personel Amankan Natal

News | Selasa, 23 Desember 2014 | 13:11 WIB

Ormas Islam di Jabar Ikut Amankan Malam Natal

Ormas Islam di Jabar Ikut Amankan Malam Natal

News | Selasa, 23 Desember 2014 | 12:18 WIB

Jelang Natal, Gegana DIY Sisir Tiga Gereja

Jelang Natal, Gegana DIY Sisir Tiga Gereja

News | Selasa, 23 Desember 2014 | 11:54 WIB

Amankan Natal, Banser Jember Siagakan 2.000 Anggota

Amankan Natal, Banser Jember Siagakan 2.000 Anggota

News | Selasa, 23 Desember 2014 | 11:46 WIB

Terkini

Kasus Korupsi Gus Yaqut Dilimpahkan ke Pengadilan Usai Musim Haji

Kasus Korupsi Gus Yaqut Dilimpahkan ke Pengadilan Usai Musim Haji

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:43 WIB

Teror Api Misterius Sleman: Sampel Gas Jadi Kunci, Baju Bisa Terbakar Sendiri

Teror Api Misterius Sleman: Sampel Gas Jadi Kunci, Baju Bisa Terbakar Sendiri

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar Baik! Jalur Lenteng Agung yang Amblas Bisa Dilalui Normal Besok Pagi

Kabar Baik! Jalur Lenteng Agung yang Amblas Bisa Dilalui Normal Besok Pagi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:23 WIB

Kasus Korupsi Haji, KPK Segera Jebloskan Bos Maktour dan Eks Ketum Kesthuri ke Sel

Kasus Korupsi Haji, KPK Segera Jebloskan Bos Maktour dan Eks Ketum Kesthuri ke Sel

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:16 WIB

Prabowo: Tak Ada Bangsa Lain yang Kasihan Kalau Kita Sulit

Prabowo: Tak Ada Bangsa Lain yang Kasihan Kalau Kita Sulit

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:15 WIB

Pertemuan Langka di Gedung Pancasila: Prabowo, Megawati, JK, hingga Ma'ruf Amin Kumpul Satu Meja

Pertemuan Langka di Gedung Pancasila: Prabowo, Megawati, JK, hingga Ma'ruf Amin Kumpul Satu Meja

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:04 WIB

Teror Api di Rumah Warga Sleman Belum Usai, Kebakaran Terjadi 73 Kali di 65 Titik

Teror Api di Rumah Warga Sleman Belum Usai, Kebakaran Terjadi 73 Kali di 65 Titik

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:01 WIB

Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Melawan Negara, Singgung Koruptor hingga Pelaku Ekonomi Ilegal

Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Melawan Negara, Singgung Koruptor hingga Pelaku Ekonomi Ilegal

News | Senin, 01 Juni 2026 | 14:53 WIB

Hasto: Jangan Seperti Papua dan Aceh, Kaya SDA tapi Rakyat Belum Sejahtera

Hasto: Jangan Seperti Papua dan Aceh, Kaya SDA tapi Rakyat Belum Sejahtera

News | Senin, 01 Juni 2026 | 14:52 WIB

Bumi Diprediksi Makin Panas hingga 2030, Sudah Cukupkah Upaya Mitigasinya?

Bumi Diprediksi Makin Panas hingga 2030, Sudah Cukupkah Upaya Mitigasinya?

News | Senin, 01 Juni 2026 | 14:32 WIB