"Jangan Pernah Lupakan Tsunami 2004"

Doddy Rosadi

Selasa, 23 Desember 2014 | 16:55 WIB
"Jangan Pernah Lupakan Tsunami 2004"
Pengunjung menyaksikan foto bencana gempa dan tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004 lalu. (Antara/Ampelsa)

Suara.com - 10 tahun berlalu ketika Tsunami paling mematikan menerjang Samudera Hindia dan menewaskan lebih dari 220 ribu orang di 14 negara seperti Thailand, Indonesia dan Sri Lanka. Pagi hari, 26 Desember 2004, gempa dengan kekuatan 9,3 skala Richter mengguncang pantai barat Indonesia dan menimbulkan gelombang tinggi yang dikenal dengan nama Tsunami.

Dari ratusan ribu korban tewas itu, sebagian adalah wisatawan asing yang tengah berlibur Natal atau sekadar berjemur di pantai menikmati panasnya matahari. Bencana Tsunami yang maha dahsyat itu menimbulkan ketakutan ke seluruh dunia.

Tidak ada sistem peringatan dini yang bisa membuat warga sekitar bisa mencari tempat yang lebih tinggi. Mereka hanya bisa melihat gelombang air yang tinggi dari pantai dengan rasa takut. Dalam rangka memperingati 10 tahun bencana Tsunami tersebut, para ahli memperingatkan bahwa kenangan tentang kejadian itu mulai hilang sehingga bisa memengaruhi kesiapan menghadapi bencana.

“Ketika anda melupakan maka anda tidak siap,” kata Margareta Wahlstroem, Kepala UN Office for Disaster Risk Reduction.

Kata dia, disaster amnesia akan mengancam ketahanan dan kesiapan dalam menghadapi bencana Tsunami. “Ketika anda santai maka itu akan berbahaya. Salah satu tantangan terbesar dalam mengurangi potensi bahaya tsunami adalah untuk terus memahami masalah ini (kesiapsiagaan-red)” ujarnya.

Diperlukan waktu sekitar 20 menit setelah gempa sebelum munculnya gelombang dengan ketinggian 35 meter yang menerjang Aceh dan membuat 170 ribu warga hilang. Selang dua jam kemudian, Tsunami menerjang Thailand, India dan Sri Lanka.

“Kami terbang buta karena tidak tahu apa yang terjadi di Samudera Hindia,” kata Charles McCreery, Direktur Pacific Tsunami Warning Center.

Setelah sempat tenang selama 100 tahun, terjadi enam gempa dengan kekuatan di atas 7,9 skala Richter di Samudera Hindia sejak 2004. Untuk menghindari terulangnya Tsunami dan jatuhnya korban dalam jumlah yang lebih banyak, telah dipasang Sistem Peringatan Dini di sepanjang Samudera Hindia.

Sistem yang dimulai pada 2011 itu akan memonitor pergerakan ombak dan juga gempa serta bisa memberikan peringatan tentang potensi terjadinya Tsunami. 24 negara di sekitar Samudera Hindia juga sudah memasang sistem peringatan dini, salah satunya Thailand yang memasang sistem pengawasan selama 24 jam.

Contoh sukses dari sistem peringatan dini sudah dialami Jepang. Negara Sakura itu memasang sistem peringatan dini pada 2011. Ketika diterjang Tsunami, jumlah korban jiwa mencapai 18 ribu orang. Jumlah itu bisa lebih banyak lagi apabila tidak ada sistem peringatan dini. Karena itu, jangan pernah melupakan Tsunami 2004 agar bisa terus waspada dan siaaga apabila gelombang besar tersebut kembali muncul. (AFP/CNA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

TV Spanyol Gelar Pameran Foto Tsunami Aceh

TV Spanyol Gelar Pameran Foto Tsunami Aceh

News | Sabtu, 20 Desember 2014 | 23:57 WIB

Terkini

3 Keunggulan Air Purifier Terbaik Daikin untuk Wujudkan Hunian Sehat

3 Keunggulan Air Purifier Terbaik Daikin untuk Wujudkan Hunian Sehat

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 18:36 WIB

Genjot Penjualan, Emiten MARK Bidik Pasar Internasional

Genjot Penjualan, Emiten MARK Bidik Pasar Internasional

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 18:33 WIB

Hyundai Stargazer Cartenz Punya Fitur 'Anti Pegal' Hadapi Macet hingga Tanjakan, Cocok Buat Keluarga

Hyundai Stargazer Cartenz Punya Fitur 'Anti Pegal' Hadapi Macet hingga Tanjakan, Cocok Buat Keluarga

Otomotif | Jum'at, 18 September 2026 | 18:31 WIB

Warga Cilincing Minta Kompensasi Jangka Panjang Imbas Debu Proyek KCN

Warga Cilincing Minta Kompensasi Jangka Panjang Imbas Debu Proyek KCN

News | Jum'at, 18 September 2026 | 18:30 WIB

NASA Pensiunkan Laptop ThinkPad Setelah 33 Tahun di ISS, Apa Penggantinya?

NASA Pensiunkan Laptop ThinkPad Setelah 33 Tahun di ISS, Apa Penggantinya?

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 18:30 WIB

Auto-Modis! 5 Inspirasi One Set ala Jo Aram untuk Tampil Stylish

Auto-Modis! 5 Inspirasi One Set ala Jo Aram untuk Tampil Stylish

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 18:30 WIB

Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bertrand Peto

Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bertrand Peto

News | Jum'at, 18 September 2026 | 18:28 WIB

Ungkap 2 Sektor Paling Rawan Korupsi, Ketua KPK Ingatkan 3 Kepala Daerah di Malang Raya

Ungkap 2 Sektor Paling Rawan Korupsi, Ketua KPK Ingatkan 3 Kepala Daerah di Malang Raya

News | Jum'at, 18 September 2026 | 18:28 WIB

Telkom Luncurkan SCALE, Integrasikan AI, Cloud, dan Keamanan Siber

Telkom Luncurkan SCALE, Integrasikan AI, Cloud, dan Keamanan Siber

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 18:27 WIB

Punya Lebih dari 190.000 Karyawan, Astra Raih Penghargaan dari Fortune Indonesia

Punya Lebih dari 190.000 Karyawan, Astra Raih Penghargaan dari Fortune Indonesia

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 18:24 WIB

×