Satu Dekade Berlalu, Banda Aceh Kini Kian Berkembang

Arsito Hidayatullah

Kamis, 25 Desember 2014 | 18:19 WIB
Satu Dekade Berlalu, Banda Aceh Kini Kian Berkembang
Sejumlah wisatawan di objek wisata Rumah Adat Aceh di Banda Aceh, Kamis (18/12/2014). [Antara/Ampelsa]

Suara.com - Tanpa terasa, musibah tsunami telah berjalan satu dekade. Bencana dahsyat yang telah meluluhlantakan Aceh menjadi ingatan yang tak terlupakan bagi segenap warga. Namun demikian, bencana itu kini mengubah wajah Ibu Kota Provinsi Aceh lebih bersinar.

Sebagai kota terparah yang dilanda tsunami, Banda Aceh kini semakin mandiri, bangkit dan lebih menggeliat. Pembangunan, baik infrastruktur maupun lapangan kerja, kembali tumbuh perlahan. Begitu juga dengan perekonomian masyarakat.

"Secara ekonomi, kita terus mengalami pertumbuhan yang tinggi setelah bencana. Secara sosial, kemasyarakatan dan kesehatan, dampak bencana besar itu juga telah dapat diatasi dengan cukup baik, sehingga Aceh, khususnya Banda Aceh, sering menjadi tempat pembelajaran pasca-bencana," ungkap Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal.

Menurut Illiza, 10 tahun tsunami merupakan sebuah momen yang tepat untuk mengkaji apa yang telah terjadi di Aceh. Perubahan apa saja yang terjadi di masyarakat menurutnya dapat dilihat dalam 10 tahun periode pemulihan ini. Begitu juga dengan hal-hal lain seperti bantuan, kegiatan, hingga intervensi pasca-tsunami 2004.

"Kita juga dapat melihat apakah program-program mitigasi bencana makin baik dan diterima masyarakat, sehingga hidup kita lebih aman di masa depan," ujarnya.

Banda Aceh, kata Illiza lagi, 10 tahun yang lalu sama seperti kota mati, gelap gulita dan porak-poranda. Kini, hiruk-pikuk kehidupan siang-malam sudah kembali terlihat. Bahkan menurutnya, jauh lebih ramai dibandingkan sebelumnya.

"Lihat saja misalnya, Banda Aceh yang sudah dijuluki (kota) 1001 Warung Kopi (Warkop)," ujarnya.

Saat ini sampai larut malam, warga Banda Aceh bisa menikmati hiruk-pikuk malam tanpa ada gangguan. Seperti diketahui, Aceh sebelumnya juga pernah mengalami era konflik selama lebih dari 30 tahun. Namun pasca-tsunami, warga Banda Aceh dan Aceh secara umum sudah bisa menikmati secangkir kopi sembari berdiskusi dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan internet.

Untuk membangun kembali Banda Aceh, pemerintah setempat menurut Illiza, telah bekerja sama dengan Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Kobe University, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), serta Toyota Foundation. Berkat kerja sama itulah menurutnya, wajah Banda Aceh kini sudah berubah jauh lebih elok.

Kemegahan balai kota, jalan beraspal hotmix dan penataan taman kota yang indah, serta beberapa Ruang Terbuka Hijau (RTH), kini bisa disaksikan di Banda Aceh. Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue juga menjadi salah satunya, di mana kawasan Pantai Ulee Lheue pun sudah dijadikan objek wisata.

Di sektor ekonomi lainnya, kini juga sudah ada beberapa mal besar yang dibangun di Banda Aceh. Antara lain adalah bangunan di Pasar Aceh, pusat perbelanjaan di Banda Aceh, serta dua mal besar yang sudah berdiri kokoh di kota ini.

"Selama 10 tahun pasca-tsunami, secara fisik, Aceh, khususnya Banda Aceh, termasuk wilayah Kecamatan Meuraxa yang menjadi ground zero, kini sudah jauh lebih baik," kata Illiza lagi.

Sementara itu, warga Aceh, menurut Illiza pula, patut bersyukur karena Unsyiah sebagai lembaga pendidikan dan penelitian utama di Aceh telah mempunyai sebuah lembaga kajian tsunami dan mitigasi bencana bertaraf internasional.

"Pusat Studi Tsunami dan Mitigasi Bencana (TDMRC) dapat menjadi tumpuan dan harapan kita untuk memahami bencana dan kebencanaan di Aceh," katanya, sembari menekankan pentingnya kajian-kajian tentang kebencanaan.

Sejenak, Illiza lantas kembali mengenang parahnya dampak dari bencana besar tsunami di tahun 2004 lalu.

"Sekitar 170.000 orang meninggal atau hilang, dan 500.000 orang kehilangan tempat tinggal di sepanjang 2.000 mil Lautan Hindia hingga ke India, Sri Lanka, Maldives, Madagaskar dan Somalia di Afrika," katanya.

Di Aceh sendiri, lanjut Illiza, tak kurang dari 126.761 orang meninggal, 93.285 hilang, 25.572 terluka, serta sebanyak 125.572 orang kehilangan tempat tinggalnya. Termasuk di antara para korban yang dinamai "syuhada tsunami 2004" itu adalah warga Kota Banda Aceh yang berjumlah 78.417 jiwa, baik yang meninggal maupun dinyatakan hilang.

"Jika tidak dilakukan usaha-usaha mitigasi dan adaptasi yang memadai, ke depan jika terjadi bencana besar (lagi), kita tidak pernah tahu berapa banyak korban manusia dan harta benda," tutupnya. [Afiansyah Ocxie]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hafalan Shalat Delisa: Novel Tere Liye tentang Tsunami Aceh dan Keikhlasan

Hafalan Shalat Delisa: Novel Tere Liye tentang Tsunami Aceh dan Keikhlasan

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Prahara Pulau Emas, Potret Luka Bencana Sumatra Dipamerkan di Aceh

Prahara Pulau Emas, Potret Luka Bencana Sumatra Dipamerkan di Aceh

Foto | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:30 WIB

BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:56 WIB

Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut

Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:03 WIB

Segini Tinggi Tsunami yang Mungkin Terjang Jepang Sore Ini

Segini Tinggi Tsunami yang Mungkin Terjang Jepang Sore Ini

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:44 WIB

2 Lokasi Terancam Tsunami Usai Gempa Bumi Besar di Kumamoto Jepang

2 Lokasi Terancam Tsunami Usai Gempa Bumi Besar di Kumamoto Jepang

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:27 WIB

Jepang Gempa Bumi Besar 7,1 Magnitudo, Ada Peringatan Tsunami

Jepang Gempa Bumi Besar 7,1 Magnitudo, Ada Peringatan Tsunami

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:57 WIB

Kabar Gembira! Harga Solar untuk Nelayan Resmi Dipatok Rp15.000 per Liter

Kabar Gembira! Harga Solar untuk Nelayan Resmi Dipatok Rp15.000 per Liter

Foto | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:00 WIB

Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:55 WIB

Jepang Diguncang Gempa Dahsyat M 6,8, Apakah Berdampak ke Indonesia? Ini Kata BMKG

Jepang Diguncang Gempa Dahsyat M 6,8, Apakah Berdampak ke Indonesia? Ini Kata BMKG

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 10:42 WIB

Terkini

Kasus Sutrimo Naik Penyidikan! Polisi Temukan Unsur Pidana di Balik Kejanggalan Kematian

Kasus Sutrimo Naik Penyidikan! Polisi Temukan Unsur Pidana di Balik Kejanggalan Kematian

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Daftar Perombakan MSCI untuk Saham Indonesia, IHSG Bersiap Tertekan?

Daftar Perombakan MSCI untuk Saham Indonesia, IHSG Bersiap Tertekan?

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:38 WIB

Hearts2Hearts Debut Jepang Lewat Iconic Heart: Semangat Tuk Ikuti Kata Hati

Hearts2Hearts Debut Jepang Lewat Iconic Heart: Semangat Tuk Ikuti Kata Hati

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:35 WIB

30 Kumpulan Gambar Ucapan Selamat Hari Pramuka 2026 Gratis, Desain Menarik untuk Medsos

30 Kumpulan Gambar Ucapan Selamat Hari Pramuka 2026 Gratis, Desain Menarik untuk Medsos

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:35 WIB

4 Sebab Ibu Hamil yang Berencana Lahiran Normal Mendadak Harus Operasi Caesar

4 Sebab Ibu Hamil yang Berencana Lahiran Normal Mendadak Harus Operasi Caesar

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:33 WIB

KUR Bank Mandiri Tembus Rp25,63 Triliun hingga Juli 2026, Puluhan Ribu UMKM Naik Kelas

KUR Bank Mandiri Tembus Rp25,63 Triliun hingga Juli 2026, Puluhan Ribu UMKM Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Bukan Cuma Jasad, Tanah Makam Sutrimo Juga Diambil untuk Pemeriksaan Forensik

Bukan Cuma Jasad, Tanah Makam Sutrimo Juga Diambil untuk Pemeriksaan Forensik

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:18 WIB

Bara di Anak Tuha: Saat Sengketa Lahan Berujung Pembakaran PT BSA

Bara di Anak Tuha: Saat Sengketa Lahan Berujung Pembakaran PT BSA

Lampung | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Bahaya Scroll Society: Saat Anak Muda Mahir Scrolling, Lupa Berpikir

Bahaya Scroll Society: Saat Anak Muda Mahir Scrolling, Lupa Berpikir

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:10 WIB

Profil dan Karier Aida Budiman yang Diusulkan Prabowo Jadi Deputi Gubernur Senior BI

Profil dan Karier Aida Budiman yang Diusulkan Prabowo Jadi Deputi Gubernur Senior BI

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:08 WIB

×