Monitoring 24 Jam Selat Sunda Normal, Kabar Tsunami Akibat Erupsi GAK Dipastikan Hoaks!

Muhamad Yasir

Senin, 14 September 2026 | 18:17 WIB
Monitoring 24 Jam Selat Sunda Normal, Kabar Tsunami Akibat Erupsi GAK Dipastikan Hoaks!
Warga beraktivitas di bibir pantai saat ombak menerjang kawasan tersebut di Teluk Labuan, Pandeglang, Banten, Minggu (6/2/2022). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghimbau masyarakat agar mewaspadai adanya gelombang tinggi yang terjadi di perairan Selat Sunda akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/foc.
baca 10 detik
  • BRIN memastikan tidak ada anomali gelombang tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
  • Pemantauan 24 jam menggunakan perangkat IDSL-PUMMA di Pulau Rakata membuktikan informasi air laut surut adalah hoaks.
  • BRIN berencana menambah unit perangkat pemantau dan memperbaiki CCTV untuk memperkuat sistem peringatan dini di pesisir.

Suara.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan tidak ada anomali gelombang yang memicu tsunami di Selat Sunda menyusul peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Semeidi Husrin mengatakan hasil pemantauan selama 24 jam tidak menunjukkan adanya tsunami. Dia juga memastikan informasi mengenai air laut surut atau gelombang tinggi di kawasan tersebut merupakan hoaks.

"Hasil monitoring 24 jam, tidak ada tsunami ya dipastikan Bapak/Ibu. Jadi kalau ada informasi gelombang surut, gelombang tinggi itu dipastikan hoaks," kata Semeidi dikutip dari ANTARA, Senin (14/9/2026).

Kepastian tersebut diperoleh melalui pemantauan intensif menggunakan perangkat Inexpensive Device for Sea Level Measurement (IDSL) atau Perangkat Ukur Murah untuk Muka Air Laut (PUMMA) yang terpasang di kawasan Pulau Rakata.

Semeidi menjelaskan perangkat pendeteksi tsunami buatan BRIN tersebut bekerja dengan mendeteksi anomali muka air laut dan mengirimkan data secara cepat. Sistem itu juga telah terintegrasi langsung dengan jaringan peringatan dini milik BMKG.

Namun, peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang menyemburkan abu vulkanik pada awal September sempat memengaruhi operasional alat pemantauan.

Material vulkanik yang menutupi panel surya membuat proses pengisian daya tidak maksimal pada siang hari. Kondisi itu menyebabkan suplai baterai IDSL-PUMMA sempat mengalami penurunan.

Meski demikian, data hasil pemantauan tetap tidak menunjukkan adanya ancaman tsunami akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Untuk memperkuat sistem peringatan dini, BRIN mendorong penambahan perangkat pemantau di kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau. Sensor tambahan dinilai diperlukan agar pemantauan muka air laut tidak hanya bergantung pada satu titik.

baca juga

"Oleh karena itu, diperlukan jumlah unit tambahan IDSL-PUMMA yang memadai. Jadi setidaknya diperlukan 6 unit di sana ya (Pulau Rakata), di setiap pulau yang mengelilingi," ujarnya.

Selain menambah sensor muka air laut di Pulau Sertung, Pulau Panjang, dan Pulau Rakata, BRIN juga memprioritaskan perbaikan kamera CCTV untuk memperkuat validasi visual kondisi di lapangan.

Penambahan dan pemeliharaan perangkat tersebut diharapkan memperkuat sistem peringatan dini serta perlindungan masyarakat di kawasan pesisir Banten dan Lampung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pantang Menyerah di Hari Ketujuh, Tim SAR Perlebar Radius Cari 5 Jurnalis hingga Ribuan Mil

Pantang Menyerah di Hari Ketujuh, Tim SAR Perlebar Radius Cari 5 Jurnalis hingga Ribuan Mil

News | Senin, 14 September 2026 | 12:56 WIB

NASA Potret Gunung Anak Krakatau Meletus dari Angkasa, Begini Penampakannya

NASA Potret Gunung Anak Krakatau Meletus dari Angkasa, Begini Penampakannya

News | Minggu, 13 September 2026 | 13:05 WIB

Titik Terang Pencarian: Sinyal Terakhir 5 Jurnalis Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi

Titik Terang Pencarian: Sinyal Terakhir 5 Jurnalis Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi

News | Sabtu, 12 September 2026 | 17:39 WIB

Terkini

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:34 WIB

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:24 WIB

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:21 WIB

×